Selamat Datang (Kembali?) TV Digital

Salah satu isu yang sering muncul (dan tenggelam lagi) adalah migrasi penyiaran TV dari analog ke digital. Menariknya, isu ini jarang muncul di pemberitaan TV! Akibatnya, persepsi masyarakat umum menjadi simpang siur, apakah TV digital ini, bagaimana cara menyaksikan siaran TV digital, channel TV mana saja yang tersedia, berbayarkah siaran TV digital, perbandingannya dengan TV analog/TV satelit (parabola)/TV kabel/IPTV (OTT/Video on Demand/Streaming), dan kapan tepatnya peralihan ini dilakukan. Di bawah ini, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan coba dibahas satu per satu.

(source: https://says.com/my)
  1. Apakah TV Digital itu?
    • TV digital adalah sistem penyiaran televisi menggunakan sistem digital encoding. Siaran televisi tidak lagi menggunakan sinyal analog pada frekuensi tertentu, namun dengan mengirimkan bit-bit terkompresi (menggunakan teknologi MPEG-2/MPEG-4) sehingga satu frekuensi bisa digunakan lebih dari satu channel. Sistem penyiaran TV digital yang digunakan adalah DVB-T2 (Digital Video Broadcasting Terrestrial 2)
  2. Bagaimana cara menyaksikan siaran TV digital?
    • Perangkat yang dibutuhkan adalah tuner yang mendukung teknologi DVB-T2. Jika kita memiliki/membeli TV keluaran terbaru, kemungkinan perangkat itu sudah memiliki tuner DVB-T2 built-in. Jika Anda memiliki TV keluaran lama, Anda membutuhkan perangkat tambahan berupa set-top box (STB) yang mendukung teknologi DVB-T2. Siaran TV digital menggunakan frekuensi UHF, sama dengan TV analog, sehingga Anda tidak perlu mengganti antena TV yang sudah ada.
  3. Apakah keunggulannya dibandingkan dengan TV analog?
    • Selai penggunaan frekuensi yanglebih efisien, channel yang tersedia lebih banyak, siaran TV digital ini lebih bagus kualitas gambar dan suaranya dibandingkan dengan siaran TV analog. Sebagai perbandingan. kualitas TV analog setara dengan VCD, maka siaran TV digital (Standard Definition) minimal setara dengan DVD, sementara siaran TV digital HD (High definition) setara dengan Blu-Ray. Perbedaan yang paling jelas terlihat, siaran TV analog akan menampilkan pola moire (semut) saat (penerimaan) sinyal kurang kuat, siaran digital akan pause, tampak pola kotak-kotak (mosaik), atau bahkan langsung menghilang saat penerimaan sinyal kurang kuat.
  4. Channel mana saja yang tersedia?
    • Meskipun belum resmi, sejumlah stasiun TV selama ini sudah melakukan siaran digital, meskipun terbatas di area tertentu. Sejumlah stasiun TV juga sempat menghentikan siarannya atau berpindah ke mux/frekuensi lain. Di bawah ini adalah daftar suaran TV digital untuk area Jabodetabek per Januari 2021, harap diingat bahwa penambahan atau pengurangan channel bisa terjadi sewaktu-waktu.
      1. mux 24 (498 Mhz): SCTV, Indosiar
      2. mux 32 (562 MHz): MetroTV, MetroTV HD, MagnaTV, BNTV, BBSTV, UGTV, JawaPosTV, MyTV
      3. mux 34 (578 MHz): antv, tvOne, SportOne
      4. mux 36 (594 MHz): Berita Satu, Berita Satu World
      5. mux 40 (626 MHz): TransTV, Trans7, CNN Indonesia, CNBC Indonesia
      6. mux 42 (642 MHz): TVRI Nasional, TVRI DKI, TVRI 3, TVRI Sports HD, TVMu, NusantaraTV, DAAITV, TempoTV, InspiraTV, BadarTV, KompasTV, GramediaTV, MMITV, OpusTV
      7. mux 44 (658 MHz): RCTI, MNCTV, GTV, iNews
      8. mux 48 (690 MHz): rtv-1 HD, rtv-2 HD
  5. Apakah TV digital ini berbayar?
    • Tidak, siaran ini bisa disaksikan scara gratis (FTA/Free to Air) seperti halnya TV analog, asalkan Anda memiliki perangkat DVB-T2 dan siaran tersedia untuk area sekitar.
  6. Bagaimana perbandingan TV digital dengan TV analog/TV satelit (parabola)/TV kabel/IPTV (OTT/Video on Demand/Streaming)?
    • TV Analog: sama-sama gratis (FTA), hanya sistem penyiaran berbeda
    • TV satelit/parabola: tersedia siaran gratis dan berbayar serta membutuhkan perangkat antena (parabola/satellite dish) dan receiver (DVB-S2)
    • TV kabel: umumnya berbayar dan membutuhkan koneksi kabel (coaxial/fiber) dan dekoder
    • IPTV/OTT/Video Streaming:tersedia layanan gratis dan berbayar serta membutuhkan koneksi internet dan bisa diakses menggunakan smartphone, PC/laptop,SmartTV, atau STB
  7. Kapan migrasi ke TV digital ini dilakukan?
    • Menurut kabar terakhir, peralihan dari TV analog ke TV digital sepenuhnya akan dilakukan pada bulan November 2022. Artinya, setelah bulan November 2022 siaran TV analog akan dimatikan/tidak tersedia lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s