Domain “Apasaja.id” Akhirnya Resmi Diluncurkan

Seperti sudah diumumkan sebelumnya, domain TLD .id akhirnya dirilis untuk publik. Jika selama ini kita hanya bisa mendaftarkan domain level kedua seperti co.id, web.id, atau or.id, mulai tanggal 17 Agustus 2014 kita bisa mendaftarkan nama domain (apasaja).id.

Biaya yang harus dibayarkan untuk domain .id lumayan besar, yaitu 500 ribu rupiah per tahun. Dibandingkan dengan domain seperti co,id yang hanya 100 ribu, atau bahkan domain .com yang harganya berkisar US$10 (120 ribu rupiah dalam kurs saat ini), harga domain .id termasuk tinggi. Di sisi lain, sejumlah domain .id terjual dengan harga fantastis, seperti forex.id yang terjual dengan harga 150 juta rupiah dan online.id yang terjual seharga 110 juta rupiah.

Jika dalam tiga periode: sunrise, grandfather, dan landrush kita harus mendaftarkan nama domain .id di situs Domain.id, mulai 17 Agustus 2014, kita bisa mendaftarkannya di registrar yang telah ditunjuk Pandi.

“Apasaja-dot-ID” untuk Semua

Setelah bertahun-tahun menanti, akhirnya Forum Nama Domain Indonesia menyetujui penggunaan domain .id tanpa subdomain seperti selama ini (anything .id). Jadi, jika selama ini kita hanya bisa mendaftarkan nama domain dengan subdomain co.id, or.id, net.id, web.id, sch.id, atau my.id, mulai 17 Agustus 2014, kita bisa mendaftarkan nama domain dengan akhiran .id saja. Jelasnya, jika saat ini kita hanya bisa mendaftarkan nama domain prayudi.web.id, ke depannya kita bisa mendaftarkan nama domain prayudi.id.

Peluncuran domain .id ini akan dilakukan pada tanggal 20 Januari 2014, diawali dengan periode Sunrise selama tiga bulan, berlaku bagi para pemegang merek yang terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM. Selanjutnya ada periode Grandfather selama dua bulan, diberikan bagi pemilik domain .id existing, dan akhirnya periode Landrush selama dua bulan, diberikan kepada siapapun yang mau mendaftar. Pada 17 Agustus 2014, pendaftaran kan berlaku secara umum seperti nama domain lainnya. Sistem lelang akan diberlakukan saat ada dua atau lebih pihak yang mengklaim nama domain yang sama.

Biaya pendaftaran untuk domain .id ini sebesar Rp 500.000,00 (plus PPN) per tahun, lebih mahal dibandingkan domain .co.id yang sebesar Rp 100.000,00 dan subdomain lain yang berkisar Rp 50.000,00 per tahun.

Registrar Baru untuk Domain .id

Mulai 19 Oktober 2012, Pengelola Nama Domain Internet (PANDI) tidak lagi menerima pendaftaran nama domain baru, kecuali untuk go.id, mil.id dan net.id. Untuk selanjutnya, telah ditunjuk 12 registrar untuk domain.id sebagai berikut:

rumahweb.co.id Reseller.co.id D-net indoreg.co.id
registrindo.co.id nama.co.id cbn cbn
domainku.co.id merekmu.co.id radnet indosat.net.id
  1. BeliDomain
  2. CBN Registrar
  3. D-Net
  4. Domainku
  5. Indoreg
  6. Indosat
  7. JRI Registrindo
  8. Merekmu
  9. Nama Name Management
  10. RADnet
  11. Reseller
  12. RumahWeb

Para pendaftar baru domain .id (kecuali mil.id dan .go.id) dipersilakan langsung mendaftar pada salah satu registrar di atas. Sedangkan pemilik domain .id yang sudah terdaftar di PANDI harus melakukan transfer domain mereka ke salah satu resgistrar di atas. Pada prinsipnya, Anda harus mendaftar pada salah satu registrar, kemudian melakukan transfer dengan menggunakan authcode yang ada pada kontrol panel domain Anda di PANDI. Tentunya Anda harus membayar biaya sesuai dengan ketentuan. Lebih lengkapnya dapat Anda baca di situs PANDI.

Kebijakan Baru Domain .id (per 15 Juli 2012)

Logo PANDIDari situs PANDI (http://pandi.or.id/index.php/blog/2012/05/kebijakan-baru-efektif15juli2012):

Badan Pengurus PANDI dengan persetujuan Badan Pengawas PANDI, pada 8 Maret 2012 telah mengesahkan keputusan-keputusan yang dihasilkan Diskusi Umum Terbuka PANDI di Jakarta pada 14 Februari 2012. Dengan disahkannya keputusan tersebut, efektif sejak 15 Juli 2012 akan berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

1.    Nama Domain .id hanya boleh didaftarkan oleh Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum yang terdaftar di Indonesia.

2.    Masa berlaku pendaftaran dan perpanjangan nama domain .id dari maksimal 2 (dua) tahun diubah menjadi maksimal 3 (tiga) tahun.

3.    Biaya pemeliharaan nama domain .web.id dinaikkan menjadi Rp 50.000,- per tahun dari sebelumnya Rp 25.000,- per tahun.

4.    Biaya pemeliharaan seluruh nama domain .id akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.

5.    Permintaan perpanjangan nama domain yang diajukan pada masa redemption (masa selama 30 hari sejak diajukannya delete request oleh pengelola domain) akan dikenakan denda 400 persen dari biaya normal.

DreamHost Apps Ditutup per 19 Maret 2012

Layanan aplikasi web gratis, DreamHost Apps, yang menyediakan lima aplikasi web: Drupal, WordPress, Phpbb, ZenPhoto, dan MediaWiki secara gratis, akan segera ditutup pada 19 Maret 2012. Para penggunanya dipersilakan untuk berganti layanan menjadi berbayar, atau memindahkan data aplikasinya menggunakan layanan backup yang tersedia pada Panel Kontrol masing-masing aplikasi. Database aplikasi akan diarsipkan, dan setelah siap akan dikirimkan link untuk mengunduhnya.

Tampilan DreamHostApps

Tampilan DreamHostApps

Co.tv Is Closing

Salah satu penyedia (sub)domain gratis, co.tv, mengumumkan akan segera menutup layanannya. Terhitung bulan Oktober 2011, co.tv tidak melayani pendaftaran baru, dan semua domain co.tv tidak akan bisa diperpanjang lagi setelah masa berlakunya habis.

Jika Anda mengunjungi situs co.tv, akan muncul pengumuman sebagai berikut:

Because of a change in our business model, we are closing our co.tv registration service. Our system is closed for new registrations and new renewals.

Thank you kindly for your interest in our services.

Google Memblokir Subdomain co.cc (?)

Sebuah kabar mengejutkan, Google dikabarkan menghapus semua situs yang menggunakan subdomain co.cc dari indeks pencariannya. Ini berarti situs yang menggunakan subdomain co.cc (termasuk situs ini) tidak akan tampil dalam pencarian menggunakan Google search engine. Alasan penghapusan ini adalah banyaknya penyalahgunaan (abuse) dan situs berkualitas rendah/spam yang menggunakan subdomain co.cc. Jadi, daripada capek-capek memilah-milah situs bersubdomain co.cc mana yang baik dan yang “jahat”, Google memilih jalan pintas dengan mengasumsikan semua situs bersubdomain co.cc itu “jahat”, “berkualitas rendah”, dan mereka yang menggunakan subdomain co.cc itu “bodoh” (nggak bisa memilih layanan berkualitas), “pelit” (nggak mau bayar untuk nama domain), dan “malas”. Tentu saja, semua itu terlalu menggeneralisasi atau dalam bahasa Java “nggebyah uyah”. Tidak semua pemakai layanan gratisan itu pelit dan bodoh, hanya karena mereka tidak mau mengeluarkan biaya tambahan (akses internet di mana yang ndak pake bayar?) untuk sekadar berekspresi di internet, lebih daripada sekadar mengoceh (di Twitter) dan nampang (di facebook). Sialnya, Google adalah mesin pencari yang sangat dominan, terutama di Indonesia, target utama blog ini. Belum lagi bahwa mesin pencari standar di bowser Firefox, Opera, dan Chrome adalah Google. Well, Ain’t life sucks?

Sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dan (kembali) mengevaluasi alternatif yang tersedia (ganti domain lain, gratis atau berbayar), Penulis juga akan mengevaluasi alternatif layanan Google (Search, Gmail, Calendar, Groups, Reader, Blogger, Picasa, YouTube, Analytics, FeedBurner, Docs, Apps, … It’s not gonna be easy after all). Well, kalau Google bisa mengabaikan pengguna setianya, kenapa tidak sebaliknya? Konon, ada hubungannya dengan peluncuran layanan baru Google, Google+ (Plus). Demi integrasi layanan Google, Blogger dan Picasa pun akan berganti nama menjadi Google Blogs dan Photos.

UPDATE:
Akhirnya, domain co.cc pun gulung tikar di akhir tahun 2012. So long…

A Quick and Dirty Web Presence: Simpler than Ever?

Membicarakan tentang web presence selalu berubah mengikuti eranya. Di awal perkembangan World Wide Web (WWW) dekade 90-an, web presence adalah kehadiran (online) sebuah situs web. Situs web mencakup nama domain dan hosting, yang waktu itu msih langka, mahal, dan relatif lambat dibandingkan kondisi sekarang. Untuk mendapatkan nama domain harus membayar sekitar US$100, yang kemudian turun menjadi US$ 70 untuk dua tahun pertama. Membuat situs web berarti harus menguasai HTML (Hypertext Markup Language) yang masih baru saat itu, meskipun jauh lebih sederhana dibandingkan versi terakhirnya, tanpa melibatkan hal lain seperti CSS dan JavaScript. Layanan hosting pun masih terbatas dan relatif mahal.

Kemudian hadirlah layanan gratis berbasis web, seperti e-mail gratis dari Hotmail dan hosting web dari GeoCities. Sekarang, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk menampilkan situs web. Namun demikian, keterampilan membuat halaman web menggunakan HTML masih diperlukan, dengan standar (versi) HTML yang semakin tinggi dan kehadiran teknologi baru seperti CSS dan JavaScript yang didukung versi terbaru browser web keluaran Netscape dan Microsoft.

Pergantian milenium mengubah trend web presence, dari statis ke dinamis dengan kehadiran bahasa pemrograman web seperti Perl, PHP, Python, ASP, dan Java. Logikanya, web presence akan menjadi lebih rumit dan mahal. Untungnya, sebagian besar teknologi web dinamik berbasiskan lisensi terbuka (open source) yang nyaris gratis untuk menerapkannya. Pembuatan situs web pun disederhanakan dengan hadirnya teknologi Content Management System (CMS) yang juga open source seperti PHPNuke, Mambo, Joomla!, Drupal, dan WordPress. Artinya, seseorang tidak perlu memulai dari nol untuk mendapatkan tampilan web dinamis.

Layanan hosting gratis pun bergeser menjadi layanan aplikasi web gratis, dalam hal ini layanan blog gratis. Blog, penyingkatan dari weblog, merupakan penyederhanaan dari konsep sebuah situs web dengan hanya menyediakan fasilitas untuk menambahkan dan memperbarui konten secara kronologis. Seseorang tidak perlu mengetahui HTML, CSS, JavaScript, atau pemrograman web untuk menghadirkan blognya di web, cukup menulis judul dan isi posting, sama seperti menulis dan mengirimkan e-mail. Layanan blog gratis pun menjadi favorit baru, seperti Blogger, Open Diary, atau LiveJournal.

Nampaknya, kesederhanaan blog masih belum cukup. Menulis satu paragraf tulisan yang biasa-biasa saja pun masih terlalu berat bagi kebanyakan orang. Hingga muncullah microblogging, yang secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai mengirim SMS ke semua orang di internet. Layanan seperti Twitter, Plurk, dan Tumblr mengakomodasi microblogging, yang membuat internet lebih semarak, terutama di Indonesia. Berbarengan dengan itu, social networking juga menjadi bentuk web presence paling sederhana, cukup mendaftar, mengisi profil, memasang foto/gambar, dan mulai menyapa setiap orang/profil lain di jaringan yang digunakan. Friendster, MySpace, Facebook, Multiply menyediakan layanan ini.

Sementara, layanan hosting gratis pun berkembang, menawarkan fasilitas yang kian beragam, dan mengikuti teknologi web terkini. Anda bisa membuat web dari nol, memasang aplikasi web sendiri, atau bahkan menawarkan jasa hosting gratis sendiri. Sekarang ini bahkan Anda tidak dipaksa memasang iklan di situs web gratisan Anda! Layanan aplikasi web gratis pun semakin beragam, bahkan Google dan Microsoft pun menawarkan layanan e-mail dengan nama domain Anda.

Di sisi lain, nama domain pun semakin mudah didapatkan dan semakin murah harganya. Satu nama domain top-level (.com, .net, .org) bisa didapatkan dengan harga di bawah 100 ribu rupiah per tahun. Domain negara (.id) bisa didapatkan mulai harga 25 ribu rupiah per tahun. Jika belum mampu membayar, banyak layanan domain gratis, melanjutkan layanan URL redirect, hanya menambahkan layanan DNS yang membuatnya mendekati nama domain berbayar. Satu hal yang masih mengganjal mungkin menghubungkan antara nama domain  dengan layanan (web presence) gratis, yang masih melibatkan pengetahuan tentang DNS (Domain Name Server), terutama mengeset nomor IP untuk mengarahkan nama domain ke layanan yang diinginkan. Jika Anda mendaftarkan layanan aplikasi web gratis seperti Google Apps atau Microsoft Live Domains, pengaturannya bisa lebih rumit lagi. Namun, tetap saja semua layanan gratis yang tersedia hari ini mungkin tak terbayangkan saat pertama kali World Wide Web diluncurkan. Web presence masa kini jauh lebih sederhana dan murah, tinggal sejauh mana kita bisa memanfaatkannya.

Quick and Dirty Website: An Update

Setelah lama tidak melakukan update (akibat server lama di Blogzor ditutup), akhirnya Quick and Dirty Website kembali hadir, kali ini bergabung bersama ad-12 Labs. Tak terasa sudah lima tahun sejak pertama kali menulis tentang topik ini. Banyak hal sudah berubah, dan semakin banyak tools yang ditawarkan bagi pemula. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Domain Gratis: semakin banyak pilihannya, berikut ini ulasan singkatnya:
    • co.cc: pengguna gratis dapat mendaftarkan maksimum dua domain, memberikan donasi menambah 100 domain lagi. Domain harus diperpanjang setiap tahun.
    • co.tv: Domain harus diperpanjang setiap tahun.
    • uni.cc: mensyaratkan backlink pada halaman awal website dan situs mendapatkan  minimal 10 pengunjung dalam 3 bulan. Domain harus diperpanjang setiap tahun.
    • cu.cc: pengguna gratis dapat mendaftarkan maksimum lima 100 domain
    • uni.me: pengguna gratis dapat mendaftarkan maksimum lima unlimited domain.
    • me.pn: nama domain gratis dan hosting gratis (via freehostingeu)
    • free.domain.name: nama domain gratis dan DNS dinamis via dyn.com.
    • .tk: mensyaratkan situs mendapatkan  minimal 25 pengunjung dalam 90 hari
    • cjb.net: veteran redirect service ini sekarang telah meningkatkan layanannya dengan tawaran DNS gratis, tanpa iklan, forwarding web dan e-mail.
    • co.nr: redirect service tanpa iklan ini sayangnya tidak menawarkan layanan DNS.
    • biz.nf: menawarkan layanan hosting gratis dengan 3 domain gratis .co.nf
    • co.vu: gratis 3 domain co.vu
    • .ga/.cf: domain gratis tanpa batas
  2. Name Server (DNS Server) Gratis: berguna jika domain Anda tidak dilengkapi layanan DNS, seperti halnya domain .id:
  3. Web Hosting Gratis: semakin banyak pilihan, dengan/tanpa iklan, scripting PHP/Perl/Ruby/Java, besar space/bandwidth, database. Berikut ini beberapa pilihan:
  4. Google Apps, Windows Live Custom Domains, dan Dreamhost Apps: tiga layanan spesial bagi pengguna lanjut.
    • Google Apps: layanan Google menggunakan domain Anda sendiri, di antaranya Gmail, Calendar, Docs, Sites, Contact, dan Talk. (UPDATE: terhitung tanggal 7 Desember 2012, pendaftaran Google Apps gratis ditiadakan)
    • Windows Live Custom Domains (kini Windows Live Admin Center): layanan Windows Live (E-mail, Messenger, SkyDrive, Photos) dengan domain Anda sendiri
    • Dreamhost Apps: layanan aplikasi web gratis oleh Dreamhost, And dapat memasang lima aplikasi web gratis: Drupal (CMS), WordPress (Blog), ZenPhoto (Photo Gallery), phpBB (forum), dan MediaWiki menggunakan domain Anda sendiri.  Layanan ini dapat digabungkan dengan Google Apps.
    • Zoho Mail: menawarkan layanan e-mail dengan domain Anda sendiri (UPDATE: maksimum 10 user untuk layanan gratis)
    • Yandex Mail to the Domain: menawarkan layanan e-mail dengan domain sendiri (custom domain), satu-satunya kekurangan hanya situsnya berbahasa Rusia! (bisa diakali dengan Google Translate atau mengikuti petunjuk dalam blog ini). Yandex menawarkan e-mail gratis dalam Bahasa Inggris, namun layanan custom domain untuk e-mail hanya tersedia dalam Bahasa Rusia.

Internet Explorer Collection

Para desainer web biasanya perlu mengetes tampilan situs rancangannya di berbagai versi browser. Internet Explorer (IE) adalah browser paling dominan, sehingga kompatibilitas IE menjadi sangat penting. Kesulitan yang dihadapi adalah lebih dari satu versi IE tidak mungkin diinstalasikan secara paralel dalam satu sistem. Solusi yang pernah ditawarkan adalah program Standalone IE yang memaket versi lama IE (3.01, 4.0, 5.01, 5.5, 6.0) dalam paket-paket yang bisa langsung dijalankan tanpa instalasi.

Kini ada alternatif yang lebih ekstrem, satu paket lengkap dengan installer untuk memasang IE mulai versi 1.0 sampai 8.0! Internet Explorer Collection mengemas paket IE untuk berbagai versi Windows (95 – Vista).  Paket sebesar 54 Mb ini juga dilengkapi IE Developer Toolbar untuk membantu mengevaluasi tampilan situs. Harap diingat, koleksi ini lebih ditujukan untuk para desainer web dan bukan untuk penggunaan sehari-hari.