Bye Bye Yahoo Groups!

Akhirnya terjadi juga, setelah akhir tahun lalu Yahoo Groups menghapus konten dari user di situs webnya, akhir tahun ini, tepatnya 15 Desember 2020, Yahoo Groups akan ditutup untuk selamanya. Yahoo Groups didirikan pada tahun 1998 dengan nama Yahoo Clubs. Pada tahun 2001 Yahoo! mengakuisisi layanan milis eGroups dan mengintegrasikannya dengan Yahoo Clubs menjadi Yahoo Groups.

Bye Bye (sumber: Yahoo Groups website)

Pada era sebelum situs media sosial seperti Friendster, MySpace, dan Facebook merajai, Yahoo Groups sangat populer sebagai ajang komunitas online. Setelah situs media sosial, berkembangnya mobile internet membuat fitur serupa Yahoo Groups muncul seperti Facebook Groups, BBM Group, dan WhatsApp Group. Seiring merosotnya reputasi Yahoo! sebagai penyedia layanan online terdepan, satu per satu layanannya ditutup atau dijual, seperti GeoCities, Messenger, Delicious, Flickr, Tumblr, dan akhirnya Yahoo Groups.

Yahoo Groups Closure Announcement

Bagi para admin grup, silakan menulis ucapan perpisahan untuk para anggotanya. Oya, layanan Yahoo Mail masih akan ada (untuk saat ini). Bagi yang mencari pengganti Yahoo Groups, selain Facebook Groups bisa juga mencoba beberapa alternatif di bawah ini:

Fenomena Digital Provider di Indonesia

Setahun terakhir ini pengguna mobile internet di Indonesia mulai dikenalkan dengan penyedia layanan “baru” yang disebut juga digital provider. Provider baru ini tidak sepenuhnya baru, karena sejatinya sebagai service provider, mereka harus mengandalkan network provider di belakangnya yang tidak lain adalah operator seluler yang selama ini sudah beroperasi di Indonesia. Pelopor digital provider ini adalah by.U (dari Telkomsel) yang memperkenalkan HUP di bulan Oktober 2019. Kemudian, opsel Smartfren juga mengenalkan layanan Switch disusul oleh XL Axiata yang mengenalkan layanan Live.On. Indosat Ooredoo menjadi opsel terakhir yang mengenalkan layanan digital provider, yang disebut MPWR. Smartfren juga meluncurkan Power Up, dengan fitur mirip dengan digital provider pada umumnya, namun masih menggunakan aplikasi MySmartfren dan Galeri Smartfren.

Digital Provider di Indonesia

Digital provider ini berbeda dengan layanan operator seluler yang biasa. Pertama, layanan berbasis digital yang diawali dengan mengunduh apps provider yang bersangkutan. Dalam apps, Pengguna bisa melakukan registrasi layanan dan pembayaran secara digital. Pengguna bisa memilih nomor dan paket layanan sendiri (custom), sebelum kartu SIM (fisik) dikirimkan kepada pengguna. Singkat kata, interaksi Pengguna dan provider dilakukan secara digital via apps tanpa melibatkan pihak ketiga seperti counter/gerai atau toko/kios HP.

Paket data yang ditawarkan biasanya lebih kompetitif dibandingkan paket dari operator seluler. Bahkan, ada provider yang mengizinkan Pengguna membuat paket sendiri, kuota dan masa berlaku yang bisa disesuaikan. Digital provider juga memberikan banyak promo atau penawaran yang bisa diakses via apps masing-masing. Apakah Anda juga berminat mencoba layanan digital provider ini?

Mulai Juni 2021, Penyimpanan Google Photos Tidak Lagi Unlimited

Selama ini kita ketahui bahwa kapasitas penyimpanan gratis untuk layanan Google Gmail, Drive, dan Photos (foto dan video kualitas asli) adalah 15 GB secara total. Namun ada beberapa pengecualian:

  • File-file berformat Google Docs, Sheet, Slide, Drawings, Forms, dan Jamboard tidak dihitung (unimited)
  • File-file foto dan video, jika memilih opsi penyimpanan dengan kualitas tinggi (16 MP foto atau 1080p video) tidak dihitung (unlimited)
  • File-file foto dan video yang diunggah lewat perangkat Google Pixel tidak dihitung (unlimited)
  • Backup WhatsApp juga tidak dihitung (unlimited)

Namun, terhitung tanggal 1 Juni 2021, semua pengecualian itu tidak lagi berlaku. Artinya, semua file yang disimpan di Gmail, Google Drive, dan Google Photos, apapun format dan kualitasnya, sejak tanggal 1 Juni 2021 akan dihitung sebagai bagian dari kapasitas total penyimpanan akun Google Anda, yaitu maksimum 15 GB. Pengecualian masih berlaku untuk pengguna Google Pixel (foto dan video kualitas tinggi) dan backup WhatsApp (?). Tentu saja ini tidak berlaku untuk file-file yang disimpan sebelum tanggal 1 Juni 2021, kecuali jika file tersebut diubah (diedit) setelah tanggal 1 Juni 2021. Akun-akun yang nonaktif (tidak ada kegiatan) selama dua tahun juga akan menerima peringatan tentang penghapusan file yang disimpan di dalamnya.

(Sumber: blog.google/products/photos)

Tentunya ini sedikit mengejutkan, walaupun bagi yang memperhatikan perkembangan, bahwa Microsoft telah menghapus opsi penyimpanan unlimited di OneDrive, begitupun Yahoo!. Google akan menambahkan tool untuk mengelola penyimpanan dan menambahkan pesan/peringatan mengenai kapasitas penyimpanan yang tersisa, dalam satuan waktu, misal: penyimpanan Anda saat ini akan penuh dalam 3 tahun lagi. Tentu saja, masih ada opsi lain untuk menambah kapasitas penyimpanan, apakah itu dengan berlangganan (via GoogleOne) atau mendaftarkan akun Google tambahan. Anda juga dapat menggunakan layanan lain untuk mencadangkan foto dan video Anda.

HOOQ dan Airy Tutup, Ketularan COVID-19?

Di dunia bisnis, jatuh bangunnya suatu usaha, berikut produknya, menjadi hal biasa. Terlebih di era online, saat produk  yang ditawarkan semakin abstrak dan cepat berubah. Seperti counterpart-nya di dunia “nyata”, aplikasi atau layanan berbasis web bisa berubah wajah, berganti kepemilikan, hingga akhirnya menghilang tanpa jejak. Bahkan, nama besar di balik sebuah aplikasi/layanan tidak menjamin, contoh: Yahoo! GeoCities, Google Reader, Yahoo Messenger, hingga BBM. Dalam situasi krisis atau resesi, bisnis online pastilah akan terpengaruh.

Di tengah situasi krisis akibat pandemi COVID-19, alias virus Corona ini efeknya terasa pada semua sektor kehidupan. Tutupnya fasilitas umum, pembatasan event, penutupan akses, berdampak pada dunia usaha mulai pemotongan gaji, PHK, hingga penutupan usaha. Meskipun ada juga sektor usaha yang justru berkembang di tengah situasi ini. Kali ini ada dua aplikasi/layanan online yang menutup usahanya di tengah pandemi COVID-19 yaitu HOOQ (layanan video streaming) dan Airy (layanan booking hotel dan tiket pesawat). Layanan HOOQ sebenarnya cukup populer karena banyak ditawarkan dalam paket-paket internet dari operator-operator telekomunikasi di Indonesia. Namun, pemegang saham mayoritasnya, Singtel, telah memutuskan untuk melikuidasi HOOQ pada akhir bulan April 2020. Sementara itu, Airy akan berhenti beroperasi pada akhir bulan Mei 2020. Industri pariwisata secara umum memang sangat terpukul akibat situasi pandemi COVID-19 ini.

Sugar, Bukan Gula-gula Biasa

Masih ingat dengan proyek One Laptop Per Child (OLPC)? Proyek yang digagas oleh Nicholas Negroponte pada tahun 2005 ini berambisi untuk membuat dan mendistribusikan laptop ke anak-anak di negara berkembang. Laptop tersebut dirancang khusus dan diberi nama XO. Laptop unik ini dilengkapi komponen hemat energi, casing tahan banting dan air, layar yang bisa diputar 360 derajat, dan perangkat lunak sumber terbuka (open source software) untuk sistem operasi dan aplikasinya. Perangkat lunak untuk OLPC disebut Sugar, berbasis distro Linux Fedora dan bahasa pemrograman Python 2.5. Pada tahun 2008, sistem operasi Microsoft Windows XP dipertimbangkan untuk menjadi sistem operasi alternatif bagi OLPC XO. Akibatnya, Walter Bender, kepala pengembangan perangkat lunak dan konten mengundurkan diri dari OLPC dan mendirikan Sugar Labs untuk melanjutkan pengembangan Sugar, yang kini tidak lagi terikat pada distro linux Fedora.

screenshot1
Tampilan Sugar (sumber: sugarlabs.org)

Sugar kini tersedia sebagai paket yang bisa diinstalasikan pada sejumlah distro linux seperti Ubuntu, openSUSE, Debian, dan Trisquel Toast. Sugar juga tersedia untuk platform Raspberry Pi. Secara tidak resmi, Sugar telah dimodifikasi untuk berjalan di sistem operasi lain seperti Android, FirefoxOS, iOS, macOS, dan Windows di bawah proyek Sugarizer, yang juga bisa dijalankan via browser web. Untuk mencoba Sugar di komputer, Anda bisa mengunduh Sugar on a Stick (SoaS) dan menyalinnya ke USB Flash Drive berkapasitas 2 GB atau lebih menggunakan aplikasi seperti Fedora Live USB Creator atau Rufus(di sistem operasi Windows).

sugarizer
Tampilan Sugarizer, diakses via Google Chrome

Sugar berbeda dengan konsep sistem operasi pada umumnya, karena fokus pada aktivitas yang langsung bisa dikerjakan oleh pengguna, yang umumnya anak-anak usia sekolah. Ada aplikasi untuk menggambar, mewarnai, belajar tentang huruf/angka, pemrograman sederhana, dan permainan edukatif. Anda berminat mencoba?

Office 365 Sekarang Microsoft 365

Apa arti sebuah nama? Di dunia bisnis nama produk berkaitan erat dengan branding, sebuah strategi untuk menanamkan produk ke dalam benak konsumennya. Microsoft tidaklah asing dengan strategi ini. Perhatikan saja penamaan produk-produknya, seperti Windows (1.0, 2.0, 3.1, 95, 98, Me, NT, 2000, XP, Vista, 7, 8, 10) atau yang lebih random lagi adalah layanan webmail (Hotmail, MSN Hotmail, Windows Live (Hot)mail, Outlook.com). Produk Microsoft Office biasanya menggunakan penamaan yang mengacu pada Microsoft Windows, meskipun belakangan konsisten menggunakan tahun rilis (2007, 2010, 2013, 2016, 2019). Kemudian ada produk Office 365, Office Online, dan Office Mobile. Office 365 menawarkan layanan “berlangganan” Microsoft Office per bulan/tahun dengan fasilitas tambahan berupa tambahan kapasitas penyimpanan di OneDrive dan sejumlah menit percakapan via Skype/bulan. Selain itu, versi aplikasi Office akan diperbarui secara otomatis selama masa berlangganan.(sumber: Microsoft 365 Blog)

Nah, untuk memperingati Hari Kartini (:P) Microsoft akan meluncurkan kembali layanan Office 365 sebagai Microsoft 365 pada tanggal 21 April 2020.  Sebenarnya, nama Microsoft 365 sebelumnya sudah ada, dalam bentuk paket layanan Windows, Office 365, dan security services untuk pelanggan bisnis/enterprise yang diluncurkan tahun 2017. Untuk membedakan dengan layanan baru, jajaran produk Microsoft 365 adalah: Microsoft 365 Personal (sebelumnya Office 365 Personal), Microsoft 365 Family (sebelumnya Office 365 Home), Microsoft 365 Business Standard (sebelumnya Office 365 Business Premium), dan Microsoft 365 Business Premium (sebelumnya Microsoft 365 Business).

Microsoft 365 Personal dan Family ditawarkan dengan harga yang sama dengan Office 365 namun dengan penambahan fitur seperti: Microsoft Teams, Microsoft Editor (AI-powered writing assistant), penyimpanan 50 GB untuk Outlook,com, dukungan teknis untuk Windows 10, dan Microsoft Family Safety.

Microsoft Edge Baru, Juga untuk Windows 7

Sudah banyak diketahui bahwa versi terbaru browser Microsoft Edge akan berbasis Chromium, proyek open source yang menjadi basis browser Google Chrome. Ini berarti Microsoft telah sepenuhnya “menyerah” dalam usaha untuk kembali menguasai pangsa pasar perambah web seperti saat berjayanya Microsoft Internet Explorer di tahun 2000-an. Versi resmi Microsoft Edge berbasis Chromium ini akhirnya dirilis tanggal 15 Januari 2020. Menariknya, meskipun Microsoft telah menghentikan dukungan untuk sistem operasi Windows 7 sejak 14 Januari 2020, ini tidak berlaku untuk Microsoft Edge, yang untuk pertama kalinya bisa digunakan di Windows 7 (versi sebelumnya hanya tersedia untuk Windows 8.x dan 10). Ini disebabkan Google sebagai pengembang utama Chromium telah menyatakan akan tetap mendukung Windows 7 setidaknya sampai bulan Juli 2021.

Tampilan Microsoft Edge Baru di Windows 7

Microsoft Edge versi baru ini tersedia untuk platform Windows, macOS, Android dan iOS, dan Microsoft menjanjikan versi Linux akan segera tersedia. Apakah versi baru Microsoft Edge ini akan mampu menyaingi dominasi Google Chrome sebagai peramban web terpopuler saat ini?

Our New Windows “Blue Screen”

Seperti kita ketahui bersama, dukungan untuk Microsoft Windows 7 resmi berakhir pada tanggal 14 Januari 2020. Tentu saja, pengguna Windows 7 masih bisa menggunakannya seperti biasa, namun tidak ada lagi pembaruan (update) dari Microsoft. Saat Microsoft Windows XP berakhir dukungannya pada tanggal 8 April 2014, akan muncul popup window berisi peringatan singkat mengenai hal ini. Kali ini, untuk Windows 7, Microsoft rupanya merasa tidak cukup dengan peringatan yang sama, tidak tanggung-tanggung kali ini pengguna Windows 7 setelah tanggal 14 Januari 2020 akan menerima peringatan berupa tampilan full screen yang mengingatkan kita akan Blue Screen of Death (BSoD).

Tampilan “Blue Screen” Windows 7

Tentu saja, Anda punya pilihan untuk mematikan peringatan ini (opsi Don’t remind me again), atau bersiap-siap migrasi ke sistem operasi lain seperti Windows 10, Linux, atau macOS. Sudahkah Anda mendapat Blue Screen hari ini?

MNC Vision Akuisisi Link Net (First Media)

PT MNC Vision Network (IPTV) mengumumkan keputusan untuk mengakuisisi saham (mayoritas) PT Link Net (LINK). Seperti kita ketahui, Link Net selama ini menawarkan layanan internet home broadband berbasis kabel dengan nama First Media. Sementara, MNC group juga memiliki layanan serupa dengan nama MNC Play (dulu MNC PlayMedia). Saat ini layanan internet home broadband berbasis kabel (Fiber atau Coax) sedang marak ditawarkan. Biasanya layanan ini dipaket dengan layanan Pay TV/IPTV. Penyedia layanan ini mulai dari BUMN (Telkom IndiHome, PLN StroomNet), Telco (Indosat GIG, XL Home, MyRepublic), ISP (CBN Fiber, Biznet Home, Oxygen Home, Groovy), hingga Grup Media (MNC Play, First Media).

(sumber: groovy.id)

Masih belum diketahui secara pasti apa dampak akusisi ini terhadap para pelanggan First Media saat ini. Komposisi saham PT Link Net saat ini adalah: 37,6% publik, 35% dipegang PT Asia Link Dewa Pte Ltd, 27,4 % dipegang PT First Media. Nantinya, MNC Vision akan menguasai saham non publik di Link Net. Saat ini pelanggan MNC Play disebut sekitar 1,5 Juta, sementara First Media sekitar 2,3 juta. Sebelumnya MNC Vision juga mengakuisisi K-Vision, layanan TV berbayar milik grup Kompas.

(UPDATE 06-05-2020):
Rencana akusisi LinkNet oleh MNC Vision kabarnya dibatalkan.

Akhirnya, Ponsel Berbasis KaiOS Hadir di Indonesia

Kabar akan hadirnya smartphone murah berbasis KaiOS di Indonesia telah setahun berlalu. Tenggat waktu yang dijanjikan pun telah lama lewat tanpa hadirnya tanda-tanda kehidupan. Impian akan hadirnya smartphone dengan tampilan dan harga sekelas feature phone pun harus tertunda untuk sementara. Akhirnya pada 11 Desember 2019 Indosat bekerja sama dengan Advan meluncurkan Hape Online, sebuah produk smartphone berbasis KaiOS bundling paket Indosat. Hape Online ini mendukung jaringan 2G/3G/4G dan dipersenjatai chip MediaTek MT6731, RAM 512 MB, dan ROM 4 GB (up to 32 GB SD Card) dan dilengkapi aplikasi setara smartphone berbasis Android seperti: WhatsApp, YouTube, Facebook, Google Maps, dan Google Assistant. Hape Online akan tersedia mulai 28 Desember 2019 di daerah Medan, Pekanbaru, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Palu, dan Makassar.

(Sumber: kaiostech.com)

Paket bundling Hape Online ini menawarkan gratis telepon ke sesama nomor Indosat dan kuota 1 GB/bulan selama setahun. Syaratnya hanya dengan mengisi pulsa minimal Rp 10.000/bulan. Paket ini bisa didapatkan seharga Rp 449.000.