CloudReady, ChromiumOS for Everyone

Google Chromebook adalah produk yang bikin penasaran Penulis (selain Microsoft Surface), karena memang tidak dirilis resmi di Indonesia. Terlebih lagi sistem operasinya, ChromeOS, yang tidak dirilis secara bebas, meskipu berbasis distro Gentoo Linux. Memang kode sumbernya yang dinamakan ChromiumOS dapat diunduh bebas dari repositorinya, namun tentu saja masih dibutuhkan kemampuan untuk menjadikannya sistem operasi yang siap pakai. Selama ini ada beberapa “distro” ChromiumOS yang ada: Hexxeh, ArnoldTheBats, dan Dell. Dari ketiganya, hanya ArnoldTheBats yang masih aktif. Bahkan CubLinux (d.h. Chromixium) yang menawarkan tampilan ChromeOS di atas Ubuntu juga telah lama tidak diperbarui. Namun demikian, belakangan muncul dua proyek baru yang mengoprek ChromiumOS, yaitu: CloudReady dan NayuOS. Jika NayuOS ditujukan sebagai sistem operasi alternatif bagi Chromebook, maka CloudReady bisa mengubah hardware Anda menjadi Chromebook hanya dengan menggunakan satu USB flashdrive. Anda bisa memulai dengan mengunduh versi terbarunya kemudian menggunakan Chrome Recovery Utility untuk menulis image hasil unduhan ke USB flashdrive. Setelah selesai, boot ulang menggunakan USB flashdrive itu. Anda langsung bisa menggunakan CloudReady alias ChromiumOS.

(Sumber: chrome.google.com)

Jika hardware Anda mendukung, CloudReady juga bisa dikonfigurasikan dual-boot bersama Windows. Anda bisa terus menggunakan CloudReady dari flashdrive atau menginstalasikannya ke dalam hard drive. CloudReady dapat digunakan gratis, namun untuk mendapatkan dukungan Anda bisa menghubungi Neverware untuk paket dukungan berbayar.

(Sumber: arstechnica.com)

Memperbaiki Windows 7 Update yang “Stuck”

Pernahkah Anda mengalami instalasi Windows 7 Anda tidak bisa di-update akhir-akhir ini? Tampilan Windows Update Anda terus-menerus melakukan check update selama berjam-jam tanpa henti tentu mengesalkan. Ternyata hal ini ada hubungannya dengan dirilisnya sistem operasi terbaru Microsoft yaitu Windows 10 yang menyebabkan server Windows Update mengalami perubahan konfigurasi yang memrioritaskan pengguna Windows 10 dibandingkan Windows 7. Untuk memperbaikinya, ada beberapa patch yang harus dipasang pada instalasi Windows 7, tepatnya tiga file update (KB3020369, KB3172605, KB3102810), Windows Update Agent/Client, dan tool Microsoft Fix it 50202 . Windows 7 Service Pack 1 harus sudah terinstalasi sebelumnya, sesuaikan juga versi Windows 7 Anda, 32 atau 64 bit. Kelimanya harus diinstalasikan dengan berurutan sebagai berikut: Microsoft Fixit (gunakan opsi agresif), Windows Update Agent, KB3020369, KB 3172605, KB3102810. Lakukan restart jika diminta. Seorang user di Microsoft Community dalam artikelnya menyediakan unduhan lengkap dari file-file di atas beserta batch file untuk mengotomasi instalasi patch tersebut.

NetBeans Diserahkan ke Apache Foundation

Setelah akuisisi Sun Microsystems di tahun 2007, Oracle nampaknya “kewalahan” menangani proyek-proyek open source warisan dari Sun. Java adalah satu-satunya warisan berharga, yang nampaknya pun mulai terabaikan dengan tak kunjung rilisnya versi Java EE terbaru. Satu per satu proyek open source milik Sun “berguguran”, mulai Open Solaris, OpenOffice, hingga akhirnya NetBeans yang baru-baru ini telah memasuki Apache Incubator. Pada even JavaOne 2016 di bulan September lalu, Oracle telah mengumumkan hal ini, sambil menekankan bahwa mereka akan tetap berkontribusi aktif di dalamnya. Sementara itu, Apache OpenOffice yang pengembangannya semakin tersendat setelah IBM menarik para pengembangnya baru-baru ini merilis versi terbarunya baru-baru ini diusulkan untuk ditutup. NetBeans sebagai salah satu IDE terpopuler untuk platform Java selain Eclipse, IntelliJ Idea, dan Oracle JDeveloper, dikhawatirkan akan mengalami nasib serupa.

(sumber: voxxed.com)

(sumber: voxxed.com)

CyanogenMod Berakhir, LineageOS Dimulai

CyanogenMod selama ini dikenal sebagai sistem operasi mobile alternatif yang populer. Berbasis source code Android, CyanogenMod tersedia untuk berbagai tipe dan merek handphone, bahkan setelah dukungan resmi untuk tipe/merek tersebut berakhir. Popularitasnya membuat sistem operasi ini mendapatkan banyak dukungan dari pengguna dan pengambang. Di tahun 2013, Cyanogen Inc. didirikan untuk mendukung komersialisasi CyanogenMod. Versi komersial yang disebut CyanogenOS digunakan sebagai sistem operasi bawaan untuk beberapa tipe ponsel, seperti OnePlus One, YU, Andromax Q, Lenovo ZUK, BQ, dan Wileyfox. Di tahun 2015, Microsoft mengumumkan investasi dan kerja sama dengan Cyanogen Inc. Namun, di tahun 2016, Cyanogen menemui banyak kesulitan, mulai pemberhentian karyawan, keluarnya sang pendiri Steve Kondik, hingga akhirnya penutupan Cyanogen Inc. dan proyek CyanogenMod.  Berita baiknya, sejumlah pengembang CyanogenMod mengumumkan proyek baru berbasis kode sumber CyanogenMod yang dinamakan Lineage OS.

Bye bye CyanogenMod... (Sumber: trustedreviews.com)

Bye bye CyanogenMod… (Sumber: trustedreviews.com)

WhatsApp for BlackBerry dan Symbian Diperpanjang Hingga Juni 2017

Sebagaimana diketahui, WhatsApp akan mengakhiri dukungan untuk sejumlah platform di antaranya BlackBerry dan Symbian pada akhir tahun 2016.  Namun, baru-baru ini WhatsApp mengumumkan penundaan untuk beberapa platform sampai 30 Juni 2017. Platform yang ditunda “eksekusinya” adalah BlackBerry (BBOS 6,7, dan 10) dan Symbian (Nokia S40 dan S60), sedangkan platform yang tidak ditunda (berakhir dukungannya di akhir 2016) adalah Android 2.1/2.2, Windows Phone 7, dan iOS 6 (iPhone 3GS). Bagi pengguna platform-platform tersebut tidak tersedia cara untuk memindahkan chat history ke platform lain, namun chat history bisa dikirimkan via e-mail attachment.

(Sumber: morenews.pk)

(Sumber: morenews.pk)

Bagi pengguna platform-platform yang tidak didukung disarankan untuk menggunakan perangkat berbasis Android 2.3 ke atas, Windows Phone 8 ke atas, atau iOS 7 ke atas untuk tetap menggunakan WhatsApp.  Selain itu, sekarang sudah tersedia aplikasi WhatsApp versi web dan desktop, meskipun Anda harus tetap menjalankan aplikasi WhatsApp di smartphone.

Surface Studio,=iMac+iPad Pro

Baru-baru ini Microsoft mengumumkan peluncuran produk terbarunya dalam jajaran lini produk Surface, yaitu Surface Studio. Kalau Surface/Surface Pro dikenal sebagai produk Tablet, kemudian ada juga Surface Book yang merupakan hybrid tablet/laptop, maka Surface Studio bisa disebut desktop, meskipun lebih tepat disebut sebagai digital canvas. Banyak yang membandingkan Surface Studio dengan produk Apple yaitu iPad Pro, namun dengan ukuran display 28 inci produk ini lebih tepat  bersaing dengan Wacom Cintiq, yang disebut sebagai Pen Display. Di sisi lain, penggunaan touch screen dan digital pen, membuat ketiga produk itu bisa dikatakan sejenis, meskipun iPad Pro saat ini hanya menawarkan display 9.7 dan 12,9 inci.

(Sumber: microsoft.com)

(Sumber: microsoft.com)

Produk ini lebih menyasar kaum profesional, terutama desainer grafis yang mengutamakan ergonomi dalam bekerja. Agak berbeda dengan pesaingnya, Surface Studio dirancang sebagai perangkat hybrid tablet/desktop yang tampilan fisiknya mengingatkan pada Apple iMac. Bisa dikatakan Surface Studio ini hybrid iMac/iPad Pro.  Surface Studio yang akan mulai dijual awal 2017 ini menawarkan sejumlah asesoris tambahan seperti mouse, ergonomic keyboard, dan peranti masukan yang unik, yaitu surface dial, yag berbentuk tabung, dan digunakan untuk navigasi radial layaknya tombol volume pada radio.

(Sumber: PC World)

(Sumber: PC World)

Andromeda: Sistem Operasi Baru Pengganti ChromeOS?

Belum lagi mencerna tentang sistem operasi terbaru dari Google, yaitu Fuchsia,  sudah muncul lagi kabar (burung) terbaru mengenai sistem operasi baru dari Google, yang dinamakan Andromeda. Jika Fuchsia adalah sistem operasi yang benar-benar baru, menggunakan microkernel Magenta yang merupakan turunan dari Little Kernel serta dirancang untuk sistem embedded, khususnya IoT (Internet of Things), Andromeda disebut-sebut sebagai pengembangan sistem operasi Android untuk platform PC. Seperti kita ketahui, Google saat ini mempunyai dua sistem operasi: Android untuk smartphone dan tablet, serta ChromeOS untuk PC (chromebook). Sejak setahun terakhir, kabar mengenai integrasi antara kedua sistem operasi ini terus bergulir, mulai dari konsolidasi divisi Android dan ChromeOS sampai ditambahkannya kemampuan menjalankan aplikasi Android pada ChromeOS (chromebook).

(sumber: thehackernews.com)

(sumber: thehackernews.com)

Sistem operasi baru ini kabarnya akan diluncurkan pada even Google pada tanggal 4 Oktober 2016. Pada even tersebut, Google akan memperkenalkan laptop baru dengan codename “Bison” dan secara resmi disebut “Pixel 3”, yang akan menggunakan sistem operasi baru ini. Selain itu, Huawei Nexus yang akan diluncurkan tahun 2017 nanti juga disebut-sebut akan menggunakan Andromeda.

A Passage to Bangkok (and Pattaya)

Setelah tujuh tahun berlalu, akhirnya Penulis punya kesempatan lagi untuk “kesasar” ke luar negeri.Setelah episode Jerman yang Bukan Jejer Kauman, kali ini kota Bangkok dan Pattaya di negara Thailand yang jadi tujuan. Acara outing kantor kali ini memang lain daripada yang biasa. Dengan sedikit bantuan dari sponsor, akhirnya sampailah kami di Thailand untuk bertualang selama lima hari. Penerbangan ke Bangkok selama tiga jam berakhir di bandara Svarnabhumi pada pukul 22.30 malam. Proses imigrasi yang sedikit terhambat membuat kami baru keluar bandara pukul 23.30. Alhasil, perjalanan ke hotel menjadi terasa sangat panjang dan melelahkan. Setiba di hotel sekitar pukul 00.30, perjalanan esok harinya akan dimulai pukul 08.00.

Exif_JPEG_420

Taksi Air di Bangkok

Hari kedua dihabiskan dengan mengunjungi dua vihara terkenal di Bangkok, Wat Pho, alias vihara Budha Tidur, dan Wat Arun. Perjalanan ke Wat Pho mengenalkan kami pada kemacetan kota Bangkok yang tidak kalah dengan Jakarta. Untuk menuju ke Wat Arun, dari Wat Pho kami harus menyeberangi sungai Chao Praya dengan perahu. Sayangnya, saat ini Wat Arun masih dalam proses renovasi sehingga kami tidak bisa menjelajah dengan leluasa. Namun demikian, tempat belanja di belakang Wat Arun menjadi pengobat yang tepat. Pedagang-pedagang di sini nampaknya sudah mengenali turis asal Indonesia. Bukan hanya mereka mampu berbicara dalam Bahasa Indonesia, mereka juga menerima Rupiah sebagai sarana pembayaran! Setelah makan siang, kami langsung bertolak ke Pattaya. Perjalanan Bangkok – Pattaya memakan waktu sekitar dua jam. Setelah menghabiskan sore menyusuri tepian pantai Pattaya (yang menurut Penulis tak jauh berbeda dengan Ancol), malamnya dihabiskan dengan mengunjungi museum Art in Paradise yang menampilkan lukisan tiga dimensi. Tak terasa waktu bergulir untuk berpose di antara lukisan-lukisan dalam museum tersebut. Setelah itu, masih ada sedikit waktu untuk menikmati suasana malam di Pattaya yang jauh lebih meriah dibandingkan siangnya.

Exif_JPEG_420

Duhai Pantai Pattaya…

Hari ketiga, kami mengunjungi beberapa tempat di sekitar Pattaya: galeri batu perhiasan, pasar terapung, dan peternakan lebah. Di galeri batu perhiasan, kami dipertunjukkan proses penambangan dan pengolahan batu perhiasan menggunakan kereta mini, bak istana boneka di Dunia Fantasi. Pasar terapung  Pattaya dibangun di atas danau, dengan beberapa pedagang berjualan di atas perahu. Di peternakan lebah, kami dipandu oleh karyawan setempat dengan bahasa Indonesia dialek Thailand, tentang keunggulan produk madu Thailand yang dihasilkan dari ekstrak bunga Opium (!) yang ditanam di kawasan segitiga emas (bukan di Pasar Senen tentunya). Untuk makan siang, kami menuju kompleks agrowisata Noongnooch untuk menonton pertunjukan seni budaya Thailand dilanjutkan atraksi gajah Thailand. Lumayan puas menonton gajah beraksi: main sepakbola, basket, melukis, menari, dan melangkah melewati penonton-penonton yang berbaring di tengah arena. Perjalanan ke Bangkok diselingi kunjungan ke toko makanan dan suvenir khas Thailand. Namun pertunjukan terbesar belum lagi dimulai, kemacetan yang kembali kami alami saat kembali ke Bangkok membuat perjalanan molor 3 jam! Setidaknya ada penjelasan bahwa kami terjebak arus perjalanan menjelang “long weekend” karena hari Jumat tanggal 12 Agustus adalah hari libur nasional di Thailand bertepatan Ulang Tahun Ratu Sirikit. Alhasil, makan malam baru terlaksana sekitar pukul 22.00.

Exif_JPEG_420

Sentuhan Gajah

Hari keempat dihabiskan sepenuhnya di tempat belanja. Dimulai pagi hari di Platinum Mall yang diselingi salat Jumat di masjid Darul Aman. Untuk mencapai masjid ini kami harus berjalan melalui kedutaan besar Indonesia untuk Thailand. Menariknya, khotbah Jumat disampaikan dalam multibahasa, diakhiri dalam Bahasa Indonesia. Suasana pusat perbelanjaan di Tahiland mengingatkan kami pada Indonesia, khususnya Mangga Dua. Selepas dari Platinum Mall, dilanjutkan ke MBK (Mahboonkrong) Center. Selepas makan malam, wisata belanja diakhiri di Asiatique. Hari kelima dan terakhir dihabiskan dengan persiapan untuk penerbangan pulang ke Jakarta. Hujan deras pun menyambut kepulangan kami ke Jakarta malam Minggu itu. (…Hujan di malam minggu…Aku tak datang padamu…)

Exif_JPEG_420

Asiatique Giant Wheel

Yahoo! Dijual ke Verizon, Windows 10 Tak Lagi Gratis

Setelah 21 tahun, Yahoo! akhirnya diambil alih oleh perusahaan telekomunikasi Verizon senilai US$ 4,4 miliar. Didirikan oleh David Filo dan Jerry Yang sebagai direktori situs internet, Yahoo! berkembang sebagai portal web terpopuler hingga bernilai US$ 125 miliar sebelum dotcom bubble di tahun 2000. Yahoo! adalah situs web terpopuler, dengan layanan seperti e-mail, messaging, news, games, dan berbagai content lain. Memasuki dekade 2000-an, Yahoo! mengalami banyak kesulitan dengan meningkatnya persaingan, akuisisi yang gagal (GeoCities, Del.icio.us, Briadcast.com, Flickr, Koprol, Tumblr), dan semakin populernya mobile platform. Di tahun 2008, Microsoft pernah menawar US$ 44,6 miliar untuk membeli Yahoo! dan ditolak. Setelah pembelian Verizon, Yahoo! menyisakan dua investasi mereka yang paling berharga: 20% saham di AliBaba (vendoe-commerce terbesar di Tiongkok) dan 34,75 % saham di Yahoo! Japan, yang bernilai total sekitar US$ 40 miliar, sepuluh kali lipat nilai akuisisi Yahoo!.

(sumber: Yahoo! Finance)

Di sisi lain, penawaran Windows 10 upgrade gratis akan berakhir tanggal 29 Juli 2016. Setelah tanggal 29 Juli, Windows 10 akan tetap tersedia sebagai produk berbayar. Microsoft juga mengumumkan pembaruan untuk Windows 10, “Anniversary Update” yang akan tersedia mulai tanggal 2 Agustus 2016. Jadi, bagi pengguna Windows 7/8/8.1 yang ingin merasakan Windows 10 harus segera melakukan pembaruan sebelum 29 Juli.

(sumber: winsupersite.com)

.NET Core 1.0 Dirilis

Microsoft baru-baru ini merilis .NET Core 1.0 untuk platform Windows, Linux, dan Mac. Setelah menjalani pengembangan selama dua tahun, akhirnya .NET Core dinyatakan stabil dan siap digunakan. Yang membedakannya dengan .NET Framework yang selama ini kita kenal adalah .NET Core ini berlisensi open source (MIT dan Apache 2) serta tersedia untuk beberapa platform. Microsoft sebelumnya juga telah merilis Visual Studio Code, yang juga open source dan tersedia untuk platform Windows, Linux, dan Mac. Fitur-fitur .NET Framework lebih lengkap namun hanya tersedia untuk platform Windows, lisensinya juga proprietary.

(sumber: MSDN Blogs)

Dengan rilis .NET Core  ini, Microsoft semakin menampakkan komitmennya di dunia open source. Pengembangan aplikasi dewasa ini yang cenderung mengarah ke cloud, yang didominasi open source mau tidak mau menuntut vendor-vendor teknologi untuk menyesuaikan diri. Para pengembang sekarang bisa menggunakan bahasa pemrograman C# untuk mengembangkan aplikasi multiplatform, selain menggunakan Mono.