It’s the End of CentOS as We Know It

(And I Feel Fine…?). Mungkin memang sudah bisa diperkirakan sebelumnya. Distro linux populer, CentOS, alias Red Hat Enterprise Linux Clone ini akhirnya tidak lagi dikembangkan oleh Red Hat. Yup, mungkin tanda-tandanya mulai terlihat sejak pengambilalihan CentOS oleh Red Hat di tahun 2014. Red Hat memperkenalkan CentOS Stream di bulan September 2019 sebagai “jembatan” antara Fedora dan Red Hat Enterprise Linux, yang diperbarui secara terus-menerus, mungkin bisa disamakan dengan Debian Testing Branch, jika Fedora adalah Debian Unstable Branch. Nah, ke depannya CentOS Stream akan tetap dipertahankan, secara efektif menggantikan CentOS dalam pengertian sekarang. Reaksi dari komunitas pengguna CentOS/Red Hat Enterprise Linux sebagian besar negatif, apalagi sebelumnya CentOS 8 (versi terakhir) dijanjikan akan didukung hingga 2029 (seperti halnya Red Hat Enterprise Linux 8), namun sekarang akan dihentikan pengembangan dan dukungannya pada Desember 2021. Ironis mengingat dukungan untuk CentOS 7 baru akan berakhir pada tahun 2024.

(sumber: openlogic.com)

CentOS (Community Enterprise Operating System) adalah hasil rebuild dari kode sumber Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Meskipun Red Hat merilis RHEL sebagai produk berbayar, kode sumbernya dirilis untuk publik untuk memenuhi ketentuan lisensi GPL. Beberapa pihak dalam komunitas menggunakannya untuk membuat distro yang kompatibel dengan RHEL, di antaranya Springdale Linux, Scientific Linux, dan Oracle Linux (sebelumnya Oracle Unbreakable Linux dan Oracle Enterprise Linux). CentOS dimulai pada tahun 2004 dan menjadi yang terpopuler di antara distro RHEL clone lainnya. Scientific Linux bahkan telah menghentikan pengembangannya dan menyarankan penggunanya untuk beralih ke CentOS. Pada tahun 2010, CentOS sempat menggeser Debian sebagai sistem operasi server web terpopuler berbasis linux. Para penggunanya menyukai stabilitas, kompatibilitas dengan RHEL, dan tentu saja, kebebasan untuk menggunakan CentOS di lingkungan pengembangan maupun produksi. Tentu saja, itu akan segera berakhir.

Tampilan Situs Parodi CentOS (sumber: http://centos.rip)

Tentu saja, berakhirnya CentOS membuka peluang untuk memunculkan alternatifnya, Selain Springdale Linux dan Oracle Linux, dua proyek baru dimunculkan setelah kabar ini dirilis, Project Lenix AlmaLinux (dari CloudLinux) dan Rocky Linux, yang diinisiasi oleh Gregory Kurtzer, salah satu pendiri CentOS. Anda juga bisa mempertimbangkan untuk mendapatkan lisensi developer untuk RHEL, atau berpindah sepenuhnya ke distro linux lain seperti Debian, Ubuntu, atau SUSE. Sebagai pembanding silakan menyimak artikel oleh seorang karyawan Red Hat seputar hal ini atau artikel oleh karyawan Red Hat lainnya (dan satu lagi, baca juga komentar pertama artikel ini oleh admin grup Facebook CentOS) . Intinya, Red Hat, sengaja atau tidak, merangkul CentOS untuk menarik komunitasnya, untuk mengubahnya (CentOS dan komunitasnya) menjadi penguji RHEL dengan merilis CentOS Stream (dan kemudian menghentikan pengembangan dan dukungan CentOS). Well, bagi Penulis CentOS adalah salah satu episode dalam karier profesional (berawal dari sini).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s