Yahoo!+AOL=Oath: Bye Bye AIM!

Sebagaimana kita ketahui bahwa Yahoo! telah diakuisisi oleh Verizon (dengan mengecualikan porsi saham 15% di Alibaba dan Yahoo! Japan yang sekarang dimiliki oleh perusahaan baru yang dinamakan Altaba). Sebelumnya, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa AOL, yang sebelumnya dimiliki oleh Time-Warner, juga telah diakuisisi oleh Verizon. Keduanya adalah “raksasa” online/internet pada tahun 90-an yang kemudian tergeser oleh Google. Dengan dua brand yang identik dalam layanan, maka penyatuan keduanya dalam satu payung nampak masuk akal. Dan brand yang dipilih adalah Oath. Di bawah Oath, ada sejumlah brand yang selama ini dimiliki AOL dan Yahoo! seperti: HuffPost, TechCrunch, Flickr, Tumblr, Engadget, Moviefone, MapQuest, Yahoo! Finance, Yahoo! Mail, AOL Mail, dan Yahoo! Messenger. Salah satu brand/layanan yang akan segera dihentikan adalah AIM (AOL Instant Messenger) terhitung 15 Desember 2017. Oath dipimpin oleh mantan CEO AOL Tim Armstrong.

(Sumber: equities.com)

Iklan

Bill Gates Beralih ke Android, Microsoft Bergabung dengan OSI

Siapa yang tidak mengenal nama Bill Gates. Publik mengenalnya sebagai pendiri Microsoft dan salah satu, kalau bukan orang terkaya di dunia. Meskipun sejak tahun 2008 ia tidak lagi terlibat secara aktif di Microsoft, orang cenderung akan mengasumsikan Bill Gates sebagai pengguna produk Microsoft “fanatik nomor satu” yang hanya menggunakan produk-produk Microsoft, jika tersedia. Misalnya, untuk perangkat laptop/tablet, Bill Gates akan memilih Surface, lengkap dengan sistem operasi Microsoft Windows dan semua perangkat lunak produksi Microsoft seperti Office, Visio, Project. menggunakan peramban web Microsoft Edge dan layanan seperti MSN, Bing, Outlook.com, OneDrive, Skype, dan Maps. Untuk smartphone, tentu saja Lumia dengan sistem operasi Windows Phone/Windows Mobile. Namun, dalam wawancara baru-baru ini dengan FoxNews, Bill Gates mengaku saat ini menggunakan smartphone berbasis Android dengan “banyak aplikasi Microsoft”. Tidak dijelaskan tipe/merek smarphone Android yang digunakan, namun gosipnya adalah edisi khusus Samsung Galaxy S8 yang dijual di Microsoft Store (hanya di Amerika Serikat).

(sumber: tec.com.pe)

Sementara itu, kelanjutan “PDKT” antara Microsoft dan Linux, atau open source secara keseluruhan terus berlanjut setelah bergabungnya Microsoft dengan Open Source Initiative (OSI) sebagai sponsor premium. OSI sendiri adalah organisasi nonprofit yang mempromosikan dan melindingi perangkat lunak terbuka lewat pendidikan, kolaborasi, dan infrastruktur. Sejak beralihnya kepemimpinan Microsoft dari Steve Ballmer ke Satya Nadella, pandangan terhadap open source di Microsoft banyak berubah. Mulai dari dirilisnya sejumlah aplikasi sebagai perangkat lunak terbuka (lengkap dengan migrasi dari TFS ke Github), migrasi sejumlah aplikasi ke Linux, hingga meningkatkan interoperabilitas antara Windows dan Linux. Patut ditunggu bagaimana kelanjutannya.

(sumber: cydiadev.com)

Selamat Tinggal Ceria, Selamat Datang Net1

Selama ini kita mengenal layanan telekomunikasi seluler dari sejumlah operator, yang semakin lama semakin terkonsolidasi. Mulai dari merger Smart Telecom dan Mobile-8 menjadi Smartfren, Akuisisi Axis oleh XL Axiata, Penghentian operasional TelkomFlexi dan Indosat StarOne, Terhentinya operasional Bakrie Telecom (Esia/AHA), dan munculnya operator baru Internux (Bolt!). Satu operator yang luput dari perhatian adalah Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) yang mengusung merek Ceria. STI memiliki lisensi untuk frekuensi 450 MHz menggunakan teknologi CDMA2000 1x, berbeda dari operator lain yang beroperasi di frekuensi 800/850/900/1800/2100/2300 MHz. STI luput dari perhatian karena mereka selama ini belum beroperasi di ibukota (Jakarta), kebanyakan di luar Jawa. Jumlah pelangan mereka pun tertinggal jauh dari yang lain, 70 ribu pelanggan mereka dibandingkan jutaan pelanggan operator lain.

(sumber: facebook.com/net1id)

Seiring perkembangan terakhir dengan mulai beralihnya operator seluler ke teknologi 4G LTE, STI pun tidak ketinggalan dengan menyiapkan migrasi ke teknologi 4G LTE. Menggandeng kelompok usaha AINMT yang mengoperasikan 4G di frekuensi 450 MHz di negara-negara Swedia, Denmark, Norwegia, dan Philipina. STI dan AINMT akan menggunakan merek Net1 Indonesia dan diharapkan akan beroperasi penuh pada tahun 2018. Saat ini mereka sedang menyelesaikan migrasi jaringan dan pelanggan mereka. Hadirnya Net1 Indonesia akan meramaikan persaingan operator telekomunikasi seluler Indonesia di teknologi 4G.

A Farewell to Frans

Spechless. Hanya itu reaksi saya saat mendengar kabar duka itu. Frans Thamura, mantan rekan kerja/atasan di Meruvian, meninggal dunia pada 20 Juni 2017 pukul 10.50 WIB. Sedikit menyesal karena tidak sempat menjenguk saat mendengar kabar ybs sakit (stroke). Bagi Penulis, Frans (seisi kantor biasa memanggilnya tanpa embel-embel) lebih daripada sekadar atasan dan rekan kerja, namun juga mentor yang mengenalkan dunia IT lebih mendalam. Penggiat IT di Indonesia mengenalnya sebagai sosok aktivis yang identik dengan Java (lewat Java User Group Indonesia), juga open source dan Linux. Lewat Meruvian, ia mencetak kader-kader baru IT melalui program seperti JENI dan jTechnopreneur. Project BlueOxygen menjadi payung dari aplikasi-aplikasi open source yang dihasilkan para programer Meruvian. Penulis termasuk salah satu yang mengikuti perkembangan Meruvian sejak pertama didirikan pada 28 Maret 2006. Selama 20 bulan di Meruvian, Penulis mengalami secara langsung saat-saat Meruvian mulai berkiprah di dunia IT Indonesia. Semoga saja sepeninggal mendiang Meruvian akan tetap eksis dan menjalankan misinya ke depan.

(sumber: ardhian.wordpress.com)

(sumber: ardhian.wordpress.com)

Sebagaimana halnya manusia, mendiang tak lepas dari pro dan kontra seputar karakternya. Ceplas-ceplos adalah ciri utamanya, seringkali menimbulkan kontroversi saat kicauannya menjadi konsumsi publik. Bagi Penulis pribadi yang pernah merasakan interaksi rutin di tempat kerja, hal ini mungkin sudah biasa, namun bagi kebanyakan orang yang hanya mengenalnya lewat media sosial dan derivatifnya, memang cukup sulit diterima. Tentu saja, setelah ini Penulis mengharapkan semua kontroversi itu dihentikan demi kemaslahatan bersama.

(Sumber: netyherawaty.com)

Sejak mengundurkan diri dari Meruvian untuk melanjutkan S2, Penulis mulai jarang kontak dengan mendiang, juga setelah DO dan kembali bekerja. Terakhir berinteraksi via Facebook tentang kenangan saat bersama-sama di Meruvian entah berapa tahun yang lalu (akun ybs sudah dihapus). Keinginan untuk bertemu untuk sekadar basa-basi pun tak kesampaian. Selamat jalan Frans, terima kasih atas dukungan dan bimbingannya, semoga diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Surface Laptop+Windows 10 S, Jawaban Microsoft untuk Chromebook

Dalam ajang  Microsoft Education event baru-baru ini, diumumkan beberapa inovasi baru. Salah satunya adalah perangkat baru Surface Laptop, yang ditujukan bagi segmen pendidikan. Seperti kita ketahui, Apple selama ini mendominasi segmen ini dengan produk Macintoshnya. Namun, akhir-akhir ini Google berusaha menembus dominasi Apple dengan produk Chromebook. Apalagi Apple belakangan terlihat lebih berkonsentrasi di segmen mobile. Yang lebih menarik lagi, Surface Laptop inimenjalankan sistem operasi “baru” yang disebut Windows 10 S. Perbedaan utama Windows 10 S dengan edisi lain (termasuk Windows 10 Education) adalah Windows 10 S hanya diizinkan memasang aplikasi dari Windows Store (seperti halnya Windows RT), dan berseberangan dengan Windows 10 LTSB.

(sumber: blogs.microsoft.com)

Windows 10 S juga akan tersedia untuk vendor lain, seperti halnya ChromeOS. Perbedaannya mungkin pada ketersediaan aplikasi seperti Microsoft Office dan dapat ditingkatkan menjadi versi Pro. Fitur Windows 10 S sebenarnya lebih mendekati Windows 10 Pro dibandingkan Windows 10 Home dengan harga yang bersaing, namun memang bagi pengguna setia Windows, versi S ini akan terasa membatasi (mengingatkan pada Windows Starter Edition). Anda tidak diizinkan menginstal aplikasi selain dari Windows Store, walaupun aplikasi itu sebenarnya kompatibel dengan Windows 10 (versi Home/Pro). Surface Laptop dibandrol mulai US$ 999 dan akan tersedia awal Juni 2017.

(Sumber: thewindowsclub.com)

Surface Studio,=iMac+iPad Pro

Baru-baru ini Microsoft mengumumkan peluncuran produk terbarunya dalam jajaran lini produk Surface, yaitu Surface Studio. Kalau Surface/Surface Pro dikenal sebagai produk Tablet, kemudian ada juga Surface Book yang merupakan hybrid tablet/laptop, maka Surface Studio bisa disebut desktop, meskipun lebih tepat disebut sebagai digital canvas. Banyak yang membandingkan Surface Studio dengan produk Apple yaitu iPad Pro, namun dengan ukuran display 28 inci produk ini lebih tepat  bersaing dengan Wacom Cintiq, yang disebut sebagai Pen Display. Di sisi lain, penggunaan touch screen dan digital pen, membuat ketiga produk itu bisa dikatakan sejenis, meskipun iPad Pro saat ini hanya menawarkan display 9.7 dan 12,9 inci.

(Sumber: microsoft.com)

(Sumber: microsoft.com)

Produk ini lebih menyasar kaum profesional, terutama desainer grafis yang mengutamakan ergonomi dalam bekerja. Agak berbeda dengan pesaingnya, Surface Studio dirancang sebagai perangkat hybrid tablet/desktop yang tampilan fisiknya mengingatkan pada Apple iMac. Bisa dikatakan Surface Studio ini hybrid iMac/iPad Pro.  Surface Studio yang akan mulai dijual awal 2017 ini menawarkan sejumlah asesoris tambahan seperti mouse, ergonomic keyboard, dan peranti masukan yang unik, yaitu surface dial, yag berbentuk tabung, dan digunakan untuk navigasi radial layaknya tombol volume pada radio.

(Sumber: PC World)

(Sumber: PC World)

Yahoo! Dijual ke Verizon, Windows 10 Tak Lagi Gratis

Setelah 21 tahun, Yahoo! akhirnya diambil alih oleh perusahaan telekomunikasi Verizon senilai US$ 4,4 miliar. Didirikan oleh David Filo dan Jerry Yang sebagai direktori situs internet, Yahoo! berkembang sebagai portal web terpopuler hingga bernilai US$ 125 miliar sebelum dotcom bubble di tahun 2000. Yahoo! adalah situs web terpopuler, dengan layanan seperti e-mail, messaging, news, games, dan berbagai content lain. Memasuki dekade 2000-an, Yahoo! mengalami banyak kesulitan dengan meningkatnya persaingan, akuisisi yang gagal (GeoCities, Del.icio.us, Briadcast.com, Flickr, Koprol, Tumblr), dan semakin populernya mobile platform. Di tahun 2008, Microsoft pernah menawar US$ 44,6 miliar untuk membeli Yahoo! dan ditolak. Setelah pembelian Verizon, Yahoo! menyisakan dua investasi mereka yang paling berharga: 20% saham di AliBaba (vendoe-commerce terbesar di Tiongkok) dan 34,75 % saham di Yahoo! Japan, yang bernilai total sekitar US$ 40 miliar, sepuluh kali lipat nilai akuisisi Yahoo!.

(sumber: Yahoo! Finance)

Di sisi lain, penawaran Windows 10 upgrade gratis akan berakhir tanggal 29 Juli 2016. Setelah tanggal 29 Juli, Windows 10 akan tetap tersedia sebagai produk berbayar. Microsoft juga mengumumkan pembaruan untuk Windows 10, “Anniversary Update” yang akan tersedia mulai tanggal 2 Agustus 2016. Jadi, bagi pengguna Windows 7/8/8.1 yang ingin merasakan Windows 10 harus segera melakukan pembaruan sebelum 29 Juli.

(sumber: winsupersite.com)

Yahoo Messenger Akan Disetop?

Baru-baru ini beredar kabar seputar penghentian layanan Yahoo! Messenger, yang ternyata akan berlaku per 5 Agustus 2016 untuk client versi Windows/Mac. Namun demikian, Yahoo! masih menjanjikan versi baru untuk aplikasi ini di halaman dukungannya. Layanannya sendiri masih bisa diakses via web, Yahoo! Mail, atau aplikasi mobile untuk Android/iOS. Tanda-tanda “kematian” Yahoo! Messenger for Windows/Mac sebenarnya sudah terbaca ketika update besar-besaran Yahoo! Messenger di bulan Desember 2015 tidak memunculkan versi terbaru client untuk Windows/Mac, yang sudah tidak diperbarui sejak tahun 2012. Belakangan, tautan untuk mengunduh aplikasi Yahoo! Messenger untuk Windows/Mac pun sudah dihapus. Sejak diperkenalkan pada tahun 1998 dengan nama Yahoo! Pager, layanan ini menjadi populer, terutama di Indonesia di awal 2000-an. Penulis masih mengenang saat-saat Yahoo! Messenger menjadi aplikasi wajib untuk internetan, sampai menjamurnya SMS, Facebook, dan mobile messaging seperti WhatsApp dan LINE.

(Sumber: softonic.com)

Di lain kisah, Microsoft mengakuisisi situs jaringan sosial LinkedIn senilai US$ 26, 2 miliar. Setelah kisah akuisisi Microsoft terhadap Nokia, Skype, membuat banyak pihak pesimis akan masa depan LinkedIn di tangan Microsoft. Sebagai salah satu pengguna LinkedIn, Penulis hanya bisa berharap yang terbaik. Sementara, di sudut lain Apple mengganti skema penamaan sistem operasi desktopnya sekali lagi, setelah tahun 2012 (Mac OS X menjadi OS X), kali ini dari OS X ke macOS (tanpa spasi, penulisan mac dengan huruf kecil). Penamaan ini akan dimulai dari versi 10.12 (Sierra).

 

Telkom vs MNC, Persaingan Media Masa Depan?

Internet sudah bukan lagi kemewahan bagi masyarakat, namun perlahan telah menjadi kebutuhan sebagaimana telepon. Sebagai sarana telekomunikasi, bahkan bisa dikatakan internet adalah masa depan semua bentuk komunikasi, bukan hanya browsing atau messaging, namun juga mendengarkan musik, menonton televisi/film, juga menelepon dan berbelanja. Sehingga, layanan internet akan ditawarkan bukan hanya oleh operator telekomunikasi, tapi juga oleh para broadcaster media, khususnya TV kabel. Konvergensi antara telekomunikasi dan media pun tak terhindarkan lagi. Apalagi, pengguna atau konsumen tidak lagi harus menguasai PC untuk bisa mengakses internet, cukup menggunakan smartphone yang tentunya lebih memasyarakat. Ke depannya, pesawat televisi juga akan bisa digunakan untuk mengakses internet.

(sumber: likeupdate.com)

Lima tahun lalu mungkin hanya ada FirstMedia (d.h. KabelVision) yang menawarkan layanan broadband internet dan TV kabel. Sekarang ini, paling tidak ada lima perusahaan yang menawarkan layanan serupa: Telkom dengan IndiHome, MNC dengan PlayMedia, Sinarmas dengan MyRepublic, BizNet dengan Biznet Home, dan IndosatOoredoo dengan GIG. Dengan meluasya layanan internet fixed broadband ke rumah-rumah, maka layanan berbasis internet terutama multimedia akan semakin menarik. Persaingan antar operator tentu bisa berdampak baik atau buruk bagi konsumen, seperti halnya pada mobile broadband. Seperti yang baru-baru ini diberitakan, aksi pembersihan tiang milik Telkom dari “penghuni liar”, apakah itu kabel dari operator lain atau sekadar tali pengikat spanduk, Ternyata, salah satu operator internet kabel, MNC PlayMedia bereaksi lewat media-media miliknya, memrotes pemutusan kabel milik MNC PlayMedia oleh operator lain.

Media pun mulai mengaitkan dengan “pertikaian” antara Telkom dan MNC group seputar penayangan channel televisi milik MNC grup (RCTI, MNCTV, GlobalTV, i-NewsTV) di layanan UseeTV milik Telkom. Akhirnya, Telkom pun menghapus channel-channel tersebut dari UseeTV per April 2016. Channel-channel televisi milik MNC group juga tidak ada di layanan FirstMedia. Mau ditarik lebih jauh lagi, di tahun 2013 Telkom akan menjual TelkomVision, layanan TV berbayarnya, yang akhirnya dibeli CTCorp menjadi TransVision. Waktu itu ada kabar bahwa Hari Tanoe (MNC group) “dilarang” membeli TelkomVision.  Telkom IndiHome sendiri tak lepas dari masalah, mulai blokir NetFlixpenerapan FUP, penghapusan beberapa channel UseeTV, bundling layanan telepon rumah, sampai injeksi script iklan pada layanan internetnya. Di sisi lain, masyarakat juga dihadapkan pada kenyataan belum meratanya jaringan internet broadband ini karena investasinya cukup tinggi. Pada akhirnya, persaingan antara penyedia layanan internet ini haruslah berjalan pada koridor aturan yang tegas, agar tidak merugikan masyarakat dan juga operator itu sendiri.

 

Microsoft Akuisisi Xamarin, Umumkan SQL Server for Linux

Dalam waktu relatif berdekatan, Microsoft melakukan dua  pengumuman strategis, yaitu akuisisi atas Xamarin (penyedia solusi pengembangan aplikasi mobile lintas platform) dan pengembangan aplikasi basis data SQL Server untuk platform Linux.  Ya, Microsoft benar-benar ♥ Linux (insert sarcasm here). Setelah membuka kode sumber .NET core, merilis Visual Studio Code for Linux, dan menyediakan dukungan resmi untuk Red Hat (dan Ubuntu) di Azure, Microsoft menunjukkan perilaku yang berbeda di bawah pimpinan CEO barunya, Satya Nadella.

(sumber: blogs.microsoft.com)

Akuisisi Xamarin sebenarnya sudah lama diperkirakan, seperti halnya akuisisi Visio di tahun 2000. Keduanya adalah produk yang terlihat dan terasa seperti produk Microsoft, bekerja dan terintegrasi dengan baik dalam lingkungan (stack) Microsoft. Pengembang aplikasi mobile mengenal Xamarin sebagai tool untuk mengembangkan aplikasi mobile lintas platform berbasis C#. Selain itu, raksasa IT seperti IBM dan Oracle juga mulai bergerak ke arah pengembangan aplikasi mobile lintas platform dengan IBM MobileFirst dan Oracle Mobile Application Framework. Akuisisi Xamarin tampaknya dimaksudkan untuk melanjutkan integrasi dengan Microsoft Visual Studio untuk menghasilkan aplikasi mobile lintas platform (iOS, Android, Windows).

(sumber: blog.xamarin.com)

Sementara SQL Server adalah produk database kelas enterprise dari Microsoft yang dikembangkan sejak tahun 1993 dari hasil melisensi kode SyBase. Kita juga mengenal produk database Microsoft Access di kelas personal. Selama ini SQL Server harus bersaing dengan Oracle Database dan IBM DB2 di kelasnya. Kedua produk kompetitornya itu sudah lama mempunyai versi yang berjalan di atas platform selain Microsoft Windows, seperti Linux. Akhirnya, sesuai dengan strategi ke depan Microsoft yang mulai membuka diri dengan kehadiran platform lain, satu demi satu stack development Microsoft mulai dibuka (open source) atau dimigrasi ke platform lain, seperti SQL Server.