Bye Bye, BBM!

(sumber: blog.bbm.com)

Masih memakai BBM (Blackberry Messenger)? Mungkin kini saatnya untuk berganti aplikasi. Terhitung tanggal 31 Mei 2019 nanti layanan BBM akan dihentikan.  Layanan yang diluncurkan pada tanggal 1 Agustus 2005 dengan nama BlackBerry Messenger ini pada awalnya hanya mendukung perangkat/platform BlackBerry saja. Ketika BlackBerry menjadi smartphone terpopuler di dunia, layanan ini pun demikian. Para penggunanya tidak malu-malu bertukar BlackBerry ID dengan pengguna lain atau memajangnya di CV dan kartu nama. Seiring munculnya platform smartphone lain seperti iOS dan Android serta aplikasi messaging lintasplatform seperti WhatsApp, LINE, atau WeChat, BlackBerry dan BBM pun semakin berkurang peminatnya. Hingga akhirnya pada tahun 2013 BBM dirilis untuk platform iOS dan Android. Namun demikian, popularitas BBM tidak kunjung membaik hingga akhirnya terhitung sejak 27 Juni 2016 BBM diambil alih oleh perusahaan asal Indonesia, Emtek. BBM kemudian dikembangkan dengan fitur baru seperti sticker, BBMoji, bahkan platform pembayaran yang disebut Dana. Tapi nampaknya itu semua tidak menolong, dan akhirnya BBM pun harus ditutup. Pengguna platform pembayaran Dana harus mengunduh app standalone Dana untuk tetap menggunakannya.

Bolt Ditutup, Pelanggan Dialihkan ke Smartfren

(Sumber: bolt.id)

Setelah ramai berpolemik melawan Kementrian Kominfo, akhirnya layanan Bolt ditutup terhitung 28 Desember 2018. Penyebabnya adalah tunggakan pembayaran pemakaian frekuensi 2300 MHz selama tiga tahun oleh operator Internux dan First Media. Sempat menimbulkan kebingungan  bagi pengguna layanan internet kabel First Media, yang dioperasikan oleh perusahaan yang berbeda (LinkNet) dan tentu saja tidak memerlukan frekuensi, apalagi bayar lisensi.

Sementara itu, para pelanggan setia Bolt harus menghadapi kenyataan pahit dengan penghentian layanan ini. Untungnya, mereka diberikan pilihan, antara pengembalian pulsa/kuota (refund) atau pengalihan layanan ke Smartfren atau internet kabel First Media. Pelanggan yang memilih beralih ke Smartfren bisa melakukan verifikasi di Bolt Zone untuk mendapatkan kartu perdana Smartfren, sementara pelanggan Bolt Home yang berada dalam cakupan layanan internet kabel First Media bisa beralih ke layanan tersebut dengan penawaran khusus. Pengalihan ke Smartfren dilakukan karena keduanya sama-sama menggunakan frekuensi 2300 MHz.

Microsoft Edge Akan Berbasis Chromium?

Pada awal kelahiran World Wide Web (WWW) yang kemudian menjadi identik dengan “internet” bagi masyarakat luas, browser web yang populer saat itu adalah Mosaic dari NCSA. Kode sumber Mosaic kemudian dimodifikasi dan dirilis sebagai produk komersial bernama Netscape, yang kemudian menggantikan posisi Mosaic sebagai browser web paling dominan. Microsoft kemudian melisensi kode sumber Mosaic dari SpyGlass, memodifikasinya dan merilisnya sebagai Internet Explorer. Persaingan antara Netscape dan Internet Explorer dikenal sebagai “browser war” yang berakhir dengan “kemenangan” Internet Explorer saat Netscape diakuisisi oleh AOL dan menghentikan rilis browsernya di tahun 2000. Namun demikian, proyek Mozilla melanjutkan pengembangan browser Netscape sampai rilis browser Mozilla Firefox di tahun 2004. Posisi Internet Explorer sebagai browser web paling dominan kini pun telah tergeser oleh Google Chrome. Pengembangan Internet Explorer pun telah dihentikan sejak dirilisnya Windows 10 di tahun 2015, yang menggunakan browser web baru bernama Edge sebagai aplikasi browser standarnya.

(Sumber: TechCrunch)

Dulu, aplikasi browser web dikembangkan sebagai satu paket lengkap, secara sederhana bisa dipisahkan menjadi tampilan dan engine (backend). Engine dari Internet Explorer disebut Trident, untuk Firefox disebut Gecko, untuk Opera disebut Presto, dan untuk Safari/Chrome disebut WebKit. Dalam perkembangannya, aplikasi browser web dikembangkan secara terbuka (open source), dengan komponen-komponennya dapat digunakan secara terpisah. WebKit, sebagai contoh, mula-mula dikembangkan oleh Apple dari fork engine KHTML yang digunakan proyek KDE untuk browser Konqueror. Google kemudian mengadopsi WebKit untuk browser Chromium (open source) yang kemudian dikemas dengan sejumlah komponen closed source sebagai Chrome. Pada akhirnya, Google melakukan fork pada WebKit dan mengembangkannya sebagai Blink. Untuk Edge, Microsoft menggunakan engine baru yang disebut EdgeHTML. Opera pun telah beralih menggunakan Blink, sedangkan Mozilla mengembangkan engine baru yang disebut Quantum untuk versi terbaru Firefox.

Baru-baru ini, Microsoft mengumumkan perubahan pada pengembangan browser Microsoft Edge. Perubahan terbesar adalah penggunaan Chromium sebagai basis, menggantikan tampilan UWP (Metro) plus engine EdgeHTML. Nampaknya, popularitas Edge yang tak kunjung membaik menjadi penyebabnya. Edge versi baru juga akan mendukung Windows selain versi 10 (Windows 7 dan 8), macOS, dan juga mendukung ekstensi Chrome.

Flickr Dibeli SmugMug, Dibatasi Hanya 1000 File

Sebelum Instagram, kita mengenal Flickr sebagai situs untuk berbagi foto (digital). Didirikan oleh Ludicorp di tahun 2004, Flickr menjadi salah satu situs internet terpopuler saat itu. Popularitas Flickr menarik perhatian Yahoo! yang kemudian mengakuisisinya di tahun 2005, yang berdampak pada ditutupnya layanan Yahoo! Photos di tahun 2007. Di tahun yang sama, Flickr mewajibkan penggunaan Yahoo! Mail untuk login, langkah yang banyak dikritik oleh pengguna setianya. Pada tahun 2013, Flickr menaikkan kapasitas penyimpanan untuk semua pengguna menjadi 1 Terabyte. Dalam perkembangannya, Flickr mulai kehilangan posisinya sebagai situs berbagi foto, terutama setelah semakin populernya situs seperti Facebook dan Instagram. Akhirnya saat Yahoo! dijual ke Verizon pada tahun 2017,  masa depan Flickr mulai dipertanyakan.

(Sumber: theverge.com)

Pada bulan April 2018, SmugMug membeli Flickr dari Oath (holding dari perusahaan digital di bawah Verizon seperti AOL dan Yahoo!). SmugMug sendiri adalah situs yang menawarkan layanan yang identik dengan Flickr (berbagi foto), namun ditujukan untuk kalangan profesional dan berbayar. Baru-baru ini, Flickr mengumumkan perubahan besar bagi pengguna layanan gratisnya. Jika sebelumnya semua pengguna Flickr mendapatkan kapasitas penyimpanan sebesar 1 Terabyte, terhitung awal Januari 2019 pengguna layanan gratis akan dibatasi sebanyak 1000 file/foto saja. Para pengguna layanan gratis yang saat ini menyimpan file/foto di atas 1000 disarankan untuk beralih ke layanan berbayar (Flickr Pro) dengan membayar US$ 50/tahun atau mengurangi jumlah file/foto yang disimpan di Flickr menjadi maksimal 1000 saja. Jika ini tidak dilakukan, maka terhitung Februari 2019 Flickr akan menghapus file/foto pada akun pengguna layanan gratis hingga tersisa 1000 file/foto, dimulai dari yang paling awal diunggah. Kebijakan ini pun tak ayal menuai kontroversi di kalangan pengguna Flickr. Di satu sisi, SmugMug sebagai pemilik baru Flickr nampaknya mulai kewalahan menangani kebutuhan media penyimpanan dan sumber daya jaringan, terutama biaya yang harus dibayar. Di sisi lain, tidak semua pengguna layanan gratis Flickr mau dan mampu beralih ke layanan berbayar. (Catatan: Akun milik Penulis sendiri, yang sudah berusia sekitar 11 tahunan, saat ini memiliki 4000-an foto, setengahnya bisa diakses publik). Belum lagi di antara akun gratisan Flickr ini terdapat pustaka foto/gambar dengan lisensi Common Creative yang banyal digunakan untuk kepentingan nonprofit.

Bye, Bye Yahoo Messenger!

Akhirnya terjadi juga, layanan Yahoo Messenger akan resmi dihentikan pada tanggal 17 Juli 2018. Bagi Penulis dan banyak netter yang mulai aktif ber-internet sejak akhir 90-an dan awal abad ke -21 pasti mengenal aplikasi “wajib” ini. Kebutuhan untuk memiliki Yahoo! ID untuk alamat e-mail dan messenger id adalah langkah awal seseorang resmi menjadi seorang netter waktu itu. Jika nickname IRC menjadi identitas “anak gaul” di internet pada dekade 90-an, maka Yahoo (Messenger) ID menjadi penggantinya di dekade 2000-an, khususnya di Indonesia. Di belahan dunia lainnya, aplikasi kompetitor seperti AIM, ICQ, dan MSN Messenger mungkin lebih populer, tapi di sini Yahoo Messenger seolah tidak terkalahkan, sampai akhirnya era mobile internet memunculkan aplikasi messaging seperti BBM, Facebook Messenger, WhatsApp, LINE, WeChat, dan KakaoTalk yang sekarang menjadi dominan, menggantikan aplikasi-aplikasi di atas (AIM, MSN Messenger, dan juga Google Talk telah berhenti beroperasi). Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, Yahoo Messenger menjadi layanan kesekian yang dihentikan/dijual oleh Yahoo! setelah GeoCities, Koprol, Delicious, dan Flickr.Bagi pengguna Yahoo Messenger akan diberikan kesempatan untuk mengunduh arsip percakapannya paling lambat bulan November 2018.

Setelah Minecraft dan LinkedIn, Microsoft Akuisisi GitHub

Lagi-lagi mengenai microsoft. Namun, kali ini memang satu kabar yang tidak bisa dilewatkan. Jika Anda melewatkan akuisisi Minecraft dan LinkedIn (dan juga Skype) oleh Microsoft, maka akuisisi GitHub senilai US$ 7,5 miliar ini tidak boleh dilewatkan. Skype dan Minecraft adalah end-user product (software) dan LinkedIn adalah situs media sosial, GitHub adalah situs repositori pengembangan perangkat lunak terpopuler saat ini. Jika dulu Anda mengenal situs seperti SourceForge, maka GitHub bisa dikatakan sebagai penggantinya. GitHub menggunakan software open source git, yang diinisiasi oleh Linus Torvalds (inisiator Linux), sebagai basisnya. Dengan sendirinya, sebagian besar projek perangkat lunak di GitHub adalah open source. Diakuisisinya GitHub oleh Microsoft membuat sebagian dari mereka mulai mengalihkan pengembangannya ke provider lain (GitLab, BitBucket), salah satunya adalah BitCoin.

(Sumber: blog.github.com)

Sementara itu, Microsoft berjanji untuk tetap menjalankan GitHub seperti kondisi saat ini. Meskipun masih ditunggu untuk ke depannya, mengingat Microsoft saat ini mengandalkan bisnis cloudnya, Azure, yang menjadikan kemungkinan integrasinya dengan GitHub sebuah opsi yang menarik bagi para pengembang dibandingkan layanan seperti AWS dan Google Cloud. Di sisi lain, Langkah akuisisi GitHub menjadi babak baru dari jargon “Microsoft Loves Linux” yang dicanangkan CEO Satya Nadella.

Azure Sphere, Solusi IoT Microsoft Berbasis Linux

Yup, Anda tidak salah baca judul di atas. Microsoft baru-baru ini meluncurkan Azure Sphere, sebuah solusi untuk perangkat IoT (Internet of Things) yang terdiri atas tiga subbagian: MCU (microcontroller unit) yang secure, sistem operasi yang secure, dan cloud yang secure. MCU yang ditawarkan adalah produk dari MediaTek, cloud yang dipakai tentu saja Microsoft Azure, sistem operasinya, sedikit mengejutkan bahwa kernel yang akan digunakan adalah linux, dengan modifikasi ala Microsoft tentunya. Ini berarti, Microsoft akan merilis sebuah distro linux! Sepuluh atau dua puluh tahun lalu hal ini akan dianggap mimpi di siang bolong. Linux bukan hanya dianggap sebagai kompetitor Windows (baru terbukti akhir-akhir ini dengan kehadiran Android), tapi juga sejenis kanker! Sejak naiknya Satya Nadella sebagai CEO Microsoft menggantikan Steve Ballmer memang banyak tanda yang menunjukkan Microsoft mulai “PDKT” dengan linux dan dunia open source pada umumnya. Mulai dari rilis aplikasi Microsoft untuk Android (termasuk Office), SQL Server di-port ke Linux, bergabungnya Microsoft dengan Linux Foundation, Windows Subsystem for Linux, hingga distro linux yang bisa diinstal via Microsoft Store (Ubuntu, Suse, Fedora).  Bahkan, Steve Ballmer yang pernah mengata-ngatai Linux sebagai pengaruh komunis dan menyebabkan kanker akhirnya berbalik mencintai linux.

Azure Sphere Secured OS (sumber: microsoft.com)

Yahoo!+AOL=Oath: Bye Bye AIM!

Sebagaimana kita ketahui bahwa Yahoo! telah diakuisisi oleh Verizon (dengan mengecualikan porsi saham 15% di Alibaba dan Yahoo! Japan yang sekarang dimiliki oleh perusahaan baru yang dinamakan Altaba). Sebelumnya, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa AOL, yang sebelumnya dimiliki oleh Time-Warner, juga telah diakuisisi oleh Verizon. Keduanya adalah “raksasa” online/internet pada tahun 90-an yang kemudian tergeser oleh Google. Dengan dua brand yang identik dalam layanan, maka penyatuan keduanya dalam satu payung nampak masuk akal. Dan brand yang dipilih adalah Oath. Di bawah Oath, ada sejumlah brand yang selama ini dimiliki AOL dan Yahoo! seperti: HuffPost, TechCrunch, Flickr, Tumblr, Engadget, Moviefone, MapQuest, Yahoo! Finance, Yahoo! Mail, AOL Mail, dan Yahoo! Messenger. Salah satu brand/layanan yang akan segera dihentikan adalah AIM (AOL Instant Messenger) terhitung 15 Desember 2017. Oath dipimpin oleh mantan CEO AOL Tim Armstrong.

(Sumber: equities.com)

Selamat Tinggal Ceria, Selamat Datang Net1

Selama ini kita mengenal layanan telekomunikasi seluler dari sejumlah operator, yang semakin lama semakin terkonsolidasi. Mulai dari merger Smart Telecom dan Mobile-8 menjadi Smartfren, Akuisisi Axis oleh XL Axiata, Penghentian operasional TelkomFlexi dan Indosat StarOne, Terhentinya operasional Bakrie Telecom (Esia/AHA), dan munculnya operator baru Internux (Bolt!). Satu operator yang luput dari perhatian adalah Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) yang mengusung merek Ceria. STI memiliki lisensi untuk frekuensi 450 MHz menggunakan teknologi CDMA2000 1x, berbeda dari operator lain yang beroperasi di frekuensi 800/850/900/1800/2100/2300 MHz. STI luput dari perhatian karena mereka selama ini belum beroperasi di ibukota (Jakarta), kebanyakan di luar Jawa. Jumlah pelangan mereka pun tertinggal jauh dari yang lain, 70 ribu pelanggan mereka dibandingkan jutaan pelanggan operator lain.

(sumber: facebook.com/net1id)

Seiring perkembangan terakhir dengan mulai beralihnya operator seluler ke teknologi 4G LTE, STI pun tidak ketinggalan dengan menyiapkan migrasi ke teknologi 4G LTE. Menggandeng kelompok usaha AINMT yang mengoperasikan 4G di frekuensi 450 MHz di negara-negara Swedia, Denmark, Norwegia, dan Philipina. STI dan AINMT akan menggunakan merek Net1 Indonesia dan diharapkan akan beroperasi penuh pada tahun 2018. Saat ini mereka sedang menyelesaikan migrasi jaringan dan pelanggan mereka. Hadirnya Net1 Indonesia akan meramaikan persaingan operator telekomunikasi seluler Indonesia di teknologi 4G.

WhatsApp untuk Blackberry, Nokia S40/S60 Diperpanjang Lagi (?)

Seperti telah diketahui, dukungan WhatsApp untuk beberapa sistem operasi legacy akan segera berakhir. Sistem operasi yang dihentikan dukungannya adalah: Blackberry  OS (termasuk versi 10), Nokia S40/Symbian S60, Windows Phone 7, iOS 6 (iPhone 3GS), dan Android 2.1/2.2. Penghentian dukungan ini mula-mula diberitakan per 31 Desember 2016, kemudian diperpanjang hingga 30 Juni 2017 (untuk sistem operasi Blackberry OS , Blackberry 10, dan Nokia S40/Symbian S60).  Namun ternyata, baru-baru ini WhatsApp mengeluarkan update terbaru (2.16.12) yang kembali memperpanjang dukungan untuk sistem operasi Nokia S40 hingga 31 Desember 2018. Untuk sistem operasi selain S40 Penulis tidak bisa mengonfirmasikan karena tidak memiliki handset dengan sistem operasi selain S40. Sementara, di laman resminya juga tidak ditemukan pernyataan resmi soal perpanjangan dukungan ini.

Update Terakhir WhatsApp for S40