Microsoft Edge Akan Berbasis Chromium?

Pada awal kelahiran World Wide Web (WWW) yang kemudian menjadi identik dengan “internet” bagi masyarakat luas, browser web yang populer saat itu adalah Mosaic dari NCSA. Kode sumber Mosaic kemudian dimodifikasi dan dirilis sebagai produk komersial bernama Netscape, yang kemudian menggantikan posisi Mosaic sebagai browser web paling dominan. Microsoft kemudian melisensi kode sumber Mosaic dari SpyGlass, memodifikasinya dan merilisnya sebagai Internet Explorer. Persaingan antara Netscape dan Internet Explorer dikenal sebagai “browser war” yang berakhir dengan “kemenangan” Internet Explorer saat Netscape diakuisisi oleh AOL dan menghentikan rilis browsernya di tahun 2000. Namun demikian, proyek Mozilla melanjutkan pengembangan browser Netscape sampai rilis browser Mozilla Firefox di tahun 2004. Posisi Internet Explorer sebagai browser web paling dominan kini pun telah tergeser oleh Google Chrome. Pengembangan Internet Explorer pun telah dihentikan sejak dirilisnya Windows 10 di tahun 2015, yang menggunakan browser web baru bernama Edge sebagai aplikasi browser standarnya.

(Sumber: TechCrunch)

Dulu, aplikasi browser web dikembangkan sebagai satu paket lengkap, secara sederhana bisa dipisahkan menjadi tampilan dan engine (backend). Engine dari Internet Explorer disebut Trident, untuk Firefox disebut Gecko, untuk Opera disebut Presto, dan untuk Safari/Chrome disebut WebKit. Dalam perkembangannya, aplikasi browser web dikembangkan secara terbuka (open source), dengan komponen-komponennya dapat digunakan secara terpisah. WebKit, sebagai contoh, mula-mula dikembangkan oleh Apple dari fork engine KHTML yang digunakan proyek KDE untuk browser Konqueror. Google kemudian mengadopsi WebKit untuk browser Chromium (open source) yang kemudian dikemas dengan sejumlah komponen closed source sebagai Chrome. Pada akhirnya, Google melakukan fork pada WebKit dan mengembangkannya sebagai Blink. Untuk Edge, Microsoft menggunakan engine baru yang disebut EdgeHTML. Opera pun telah beralih menggunakan Blink, sedangkan Mozilla mengembangkan engine baru yang disebut Quantum untuk versi terbaru Firefox.

Baru-baru ini, Microsoft mengumumkan perubahan pada pengembangan browser Microsoft Edge. Perubahan terbesar adalah penggunaan Chromium sebagai basis, menggantikan tampilan UWP (Metro) plus engine EdgeHTML. Nampaknya, popularitas Edge yang tak kunjung membaik menjadi penyebabnya. Edge versi baru juga akan mendukung Windows selain versi 10 (Windows 7 dan 8), macOS, dan juga mendukung ekstensi Chrome.

Iklan