Acer Chromebook Tab, Tablet Berbasis ChromeOS Pertama

Selama ini kita mengenal sistem operasi ChromeOS dari Google hanya diperuntukkan perangkat laptop dengan label Chromebook saja, meskipun telah juga muncul perangkat berbasis ChromeOS seperti Chromebox dan Chromebit. Sementara sistem operasi lain dari Google, Android, diperuntukkan perangkat mobile seperti smartphone, tablet, dan perangkat lain seperti smartTV , smartwatch, dan masih banyak lagi. Kedua sistem operasi ini sama-sama berbasis (kernel) Linux dan open source ( dengan nama ChromiumOS dan AOSP). Akhir-akhir ini terlihat ada usaha untuk mengintegrasikan kedua sistem operasi ini, dengan dirilisnya App Runtime for Chrome, yang memungkinkan aplikasi Android dijalankan di ChromeOS.

Tablet berbasis ChromeOS dari Acer

Chromebook selama ini cukup sukses digunakan di dunia pendidikan karena kemudahan penggunaan, perawatan, dan pengaturannya. Karena itu, Apple (diisukan) berusaha menyaingi dengan meluncurkan produk baru untuk dunia pendidikan, berupa iPad dengan Apple Pencil dengan harga yang bersaing dengan Chromebook. Namun, sebelum Apple mengumumkan, Acer mengumumkan produk baru yang kemungkinan menjadi jawaban dari Apple iPad baru, yaitu tablet berbasis ChromeOS yang disebut Acer Chromebook Tab. Tablet ini berlayar 9,7 inci, dilengkapi stylus (Wacom EMR), dan mendukung Google Play(Store), yang berarti bisa menjalankan aplikasi Android. Mengingat selama ini Android-lah yang biasanya digunakan untuk tablet, maka produk baru ini sangat unik. Patut ditunggu apakah ke depannya akan diikuti oleh vendor lain.

Iklan

Distrotest.net, Mencoba Distro Linux Langsung dari Browser Anda

Seperti kita ketahui, Linux mempunyai banyak varian yang disebut distro. Saat ini ada ratusan distro yang dikenal (Anda bisa melihat daftarnya di situs DistroWatch). Bagi mereka yang ingin mencoba Linux namun ragu menentukan pilihan distro, atau yang menyukai gonta-ganti distro (distro hopping), seringkali menemui kendala akibat keterbatasan sumber daya. Dulu, Anda harus mengunduh distro Linux yang ingin Anda coba, kemudian membuat installer berupa CD/DVD dan mencoba menginstalnya pada komputer Anda, yang biasanya harus dipartisi  ulang (hard disknya) terlebih dahulu. Kemudian dalam perkembangannya distro Linux juga tersedia dalam format Live Image, yang tidak harus diinstalasikan dulu, ditambah media penyimpanan USB Flash Drive yang bisa dihapus/tulis ulang memungkinkan kita mencoba berbagai distro tanpa mengorbankan media CD/DVD dan partisi hard disk. Perangkat lunak virtual machine juga memudahkan kita untuk bereksperimen dengan distro Linux baru.

Tampilan Situs DistroTest.net

Bahkan baru-baru ini muncul opsi baru untuk mencoba-coba distro Linux baru. Sebuah situs, DistroTest.net, dengan slogannya “Test it before you hate it…” memungkinkan kita mencoba distro Linux tertentu cukup dengan menekan tombol Start. Anda juga membutuhkan aplikasi VNC client sebagai alternatif viewer tampilan distro yang sedang dijalankan. Saat ini tersedia lebih dari 100 distro Linux dan BSD, beberapa di antaranya tersedia dalam beberapa varian dan versi. Bergantung pada kecepatan koneksi Anda, situs ini bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mencoba distro Linux tertentu atau bereksperimen dengan distro baru yang belum pernah Anda coba sebelumnya, misalnya distro asal Hungaria BlackPantherOS seperti tampilan di bawah ini.

Tampilan Distro Linux BlackPantherOS via DistroTest.net