Broadband Internet di Rumah Anda

Saat ini, koneksi internet yang cepat dan handal sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, terutama mereka di kawasan perkotaan. Internet sudah bukan menjadi monopoli kalangan melek IT, yang paham cara mengoperasikan komputer pribadi. Merebaknya penggunaan perangkat mobile, seperti ponsel pintar dan tablet, membuat internet bisa diakses oleh kalangan awan, bahkan anak-anak sekalipun. Bagi yang pernah mengalami, pada dekade 90-an sampai awal 2000-an kita pasti mengenal istilah “fakir bandwidth”, saat koneksi internet relatif mahal dan lambat. Saat itu, kecepatan internet yang memadai hanya didapatkan di kantor-kantor, kampus, atau warnet. Revolusi mobile broadband membuka mata akan kebutuhan akses internet personal yang cepat dan murah, kalau bisa unlimited🙂. Namun demikian, dalam perkembangannya, operator selular semakin lama terus membatasi volume akses internet dan menaikkan harga, yang membuat mobile broadband tidak lagi menarik, tawaran teknologi baru seperti 4G pun disambut dingin. Sementara itu, akses internet rumahan belum banyak berkembang, terutama karena investasi untuk membangun infrastruktur kabel jauh lebih mahal dibandingkan infrastruktur selular. Hanya Telkom yang sudah 30 tahun lebih membangun infrastruktur kabel, yang sayangnya juga tidak terawat, dan layanan Speedy (berbasis ADSL) pun banyak bermasalah. PLN, yang juga mempunyai infrastruktur kabel, dan sebenarnya sudah mulai berinvestasi untuk teknologi Power Line Communication (PLC) lewat anak usahanya, Icon+, pun tak kunjung memassalkannya. Sampai tahun lalu, hanya satu provider yang serius mengembangkan broadband internet berbasis kabel, yaitu FirstMedia (dulu bernama Kabelvision).
(sumber: http://www.entelsa.es/en/servicios/telecomunicaciones/)

Namun, tahun ini nampaknya broadband internet berbasis kabel mulai semarak, dengan hadirnya sejumlah operator baru, dan perluasan jaringan para operator lama. Para operator ini umumnya menawarkan paket internet broadband dengan kecepatan mulai 10 Mbps, televisi berbayar (PayTV), dan telepon rumah. Teknologi yang ditawarkan pun tidak tanggung-tanggung, Fiber to the Home (FTTH), yang menggunakan kabel serat optik (fiber optic) alih-alih kabel tembaga koaksial biasa. Kabel serat optik ini sebelumnya hanya digunakan untuk koneksi backbone telekomunikasi antarkota atau antarnegara. Operator ini umumnya juga menawarkan perangkat wi-fi router untuk dipasang di rumah, sehingga koneksi internet bisa digunakan oleh perangkat yang terpasang wi-fi adapter, seperti ponsel pintar, tablet, atau laptop.

Berikut ini daftar operator broadband internet berbasis kabel, silakan mengakses laman masing-masing untuk mengetahui jangkauan jaringan operator tersebut:

  1. IndiHome, dari PT Telkom
  2. Max3, dari BizNet, sekarang berganti nama menjadi Biznet Home
  3. Innovate, dari SinarMas (Smart), sekarang berganti nama menjadi MyRepublic
  4. Playmedia, dari MNC
  5. Sementara itu, FirstMedia sampai saat ini belum menawarkan teknologi FTTH, sementara ini masih menggunakan hybrid fiber dan coaxial.
  6. GIG, dari Indosat Ooredoo

Satu pemikiran pada “Broadband Internet di Rumah Anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s