Dari WinTel ke ArmDroid, Era Baru Komputasi?

Bagi kita yang mengalami dekade 90-an hingga 2000-an , terutama yang akrab dengan dunia komputer tentu mengenal istilah “WinTel” yang merupakan akronim dari “Windows on Intel” ini. Ya, begitulah kita mendefinisikan komputer (pribadi) saat itu, sebuah perangkat dengan prosesor (CPU) Intel dan bersistem operasi Microsoft Windows. Begitu dominannya kedua nama itu seakan menutupi keberadaan kompetitor atau alternatif bagi keduanya, seperti AMD, Apple (Mac), Linux, Be(OS), VIA (Cyrix), bahkan IBM. Bukan kebetulan pula jika baik Intel maupun Microsoft pernah mengalami masalah dengan dominasi mereka yang menjurus ke monopoli dan membuat mereka diselidiki oleh badan-badan pengawas perdagangan dan persaingan usaha di dunia. Microsoft harus memberi ruang bagi kompetitor mereka dalam Windows dan Intel harus menjamin kompatibilitas prosesor buatan AMD dan VIA sebagai akibatnya. Saat itu, tidak ada yang membayangkan dominasi keduanya akan pernah berakhir, tidak dalam waktu dekat paling tidak. (sumber: technophilicmag.com)

Hari ini, susah untuk melihat lagi ke periode itu tanpa merasa takjub. Betapa dunia teknologi informasi dan komputasi telah banyak berubah. Komputer pribadi, seperti yang kita kenal selama ini, masih tetap dikuasai platform WinTel, namun di sisi lain perangkat seperti ponsel pintar (smartphone) dan tablet telah mengambil alih peranan yang dulu dimainkan komputer pribadi di era 90-an dan 2000-an. Internet telah menjadi platform infrastruktur masa kini, yang dimanfaatkan oleh masyarakat luas, yang awam dengan teknologi informasi dan komputasi. Menariknya, perangkat ponsel pintar dan tablet hari ini tidak dibangun di atas Wintel, melainkan menggunakan prosesor berbasis ARM dan bersistem operasi Android dan iOS. Intel sudah merilis prosesor mobilenya, Atom, Microsoft juga merilis Windows Phone (sebelumnya Windows Mobile), namun keduanya tidak dominan di sektor ini. Windows Phone hanya punya pangsa pasar sekitar 3%, dibandingkan Android sebesar 84% dan iOS 11%. Intel (Atom) hanya punya pangsa pasar sekitar 1% di perangkat mobile.  (sumber: litabi.com)

Seakan terulang kembali, sulit untuk melihat dominasi ARM dan Android (ArmDroid?) ini tergeser di waktu yang akan datang. Tentu saja perlu digarisbawahi bahwa perbandingan WinTel dan ArmDroid tidaklah seratus persen sama. Jika WinTel jelas-jelas mengacu pada dua perusahaan, Intel dan Microsoft, tidaklah demikian dengan ArmDroid. ARM, sebagai perusahaan, tidaklah memproduksi prosesornya sendiri, melainkan hanya mendesain dan menjual lisensi untuk memproduksinya kepada perusahaan seperti Motorola, Qualcomm, Samsung, Nvidia, bahkan kepada Intel! Sementara Android merupakan sistem operasi berbasis Linux dari Google dan dikembangkan bersama konsorsium Open Handset Alliance yang terdiri atas perusahaan teknologi (hardware, software) dan operator telekomunikasi. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, platform Apple (iOS) nampaknya tidak akan beranjak dari posisinya saat ini karena sifatnya yang eksklusif (tertutup) dan harganya yang (sangat) mahal.

Dulu, IBM sangat dominan di dunia komputasi, kemudian di era komputer pribadi muncullah WinTel, dan sekarang di era perangkat mobile muncullah ArmDroid, yang sifatnya lebih terbuka dan komunal, tidak lagi identik dengan satu entitas, terlepas dari peran ARM Holdings dan Google di balik prosesor ARM dan sistem operasi Android. Menariknya, ARM dan Android tidak bergantung satu sama lain mengingat ARM juga bisa menjalankan sistem operasi selain Android seperti iOS, BlackBerry, maupun Windows (Phone/RT), sebaliknya Android juga bisa dijalankan di prosesor selain ARM seperti Intel x86 (Atom) dan MIPS. Yang menarik ditunggu, apakah ArmDroid ini bisa menyeberang ke platform lain seperti komputer pribadi dan server? Atau sebaliknya, bisakah WinTel berbalik menguasai platform mobile?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s