XL-Axis Merger, Flexi-StarOne ke GSM?

Salah satu kabar paling menarik seputar dunia telekomunikasi di Indonesia tahun 2013 adalah wacana merger dua operator GSM, XL Axiata dan Axis. Persaingan dalam bisnis telekomunikasi, terutama telepon seluler, memang memanas, apalagi dengan 10 operator yang beroperasi saat ini. Persaingan ini cukup memanjakan konsumen dalam bentuk tarif yang kompetitif, apalagi kemudahan untuk berpindah operator membuat konsumen bisa memilih layanan terbaik dan termurah. Di sisi lain, persaingan ketat ini membuat operator, terutama operator kecil “berdarah-darah” dengan kerugian yang terus membengkak.

Memang, pada akhirnya hanya operator-operator besar (dan kuat) yang mampu bertahan. Dari sisi teknologi, CDMA yang hadir belakangan terlihat kurang berkembang. Dari enam operator CDMA yang beroperasi, salah satunya (Mobile-8/Fren) harus rela diakusisi oleh Smart Telecom menjadi Smartfren. Operator-operator CDMA lainnya pun tidak lebih baik nasibnya, sebuah laporan menyebutkan bahwa tiga operator CDMA terbesar (Telkom Flexi, Bakrie Telecom/Esia, Smartfren) terus mengalami kerugian triliunan rupiah. Dua operator CDMA lainnya, Indosat (StarOne) dan Sampoerna Telecom (Ceria) lebih parah lagi, dengan jumlah pelanggan yang minim.

Setelah gagalnya rencana merger Telkom Flexi dan Bakrie Telecom, akhir-akhir ini muncul wacana dari dua operator, Telkom dan Indosat yang akan mengalihkan layanan CDMA mereka (Flexi dan StarOne) menjadi GSM. Apalagi, kedua operator ini memiliki layanan GSM terbesar di Indonesia (Telkomsel dan Indosat). Teknologi yang akan digunakan disebut E-GSM, yang memungkinkan layanan GSM digunakan pada frekuensi 850 MHz yang selama ini digunakan layanan CDMA. Pertimbangannya, teknologi CDMA dirasa tertinggal dari GSM, dan perangkat (handset) CDMA sudah jarang diproduksi. Bagaimana perkembangannya patut kita tunggu, dan bagaimana pengaruhnya terhadap tiga operator CDMA lainnya, dan juga nasib para pelanggan Flexi dan StarOne selama ini, mengingat selama ini layanan Flexi dan Star One adalah layanan FWA (Fixed Wireless Area) dengan skema penomoran dan tarif yang mirip dengan telepon kabel (fixed line).

3 pemikiran pada “XL-Axis Merger, Flexi-StarOne ke GSM?

  1. Ping balik: Bye-bye AXIS, StarOne, Flexi (?) | ad-12 Labs

  2. Ping balik: Seputar Internet Mobile Broadband di Indonesia | ad-12 Labs

  3. Ping balik: Layanan Data Esia Berakhir 1 April 2015, StarOne sampai 1 Juli 2015 | ad-12 Labs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s