Flickr Upgrade: 1 Terabyte Gratis!

CEO Yahoo! mengumumkan perubahan layanan flickr (Credit: Sarah Tew/CNET)

Agaknya, kedatangan Marissa Meyer ke Yahoo! mulai memperlihatkan perkembangan yang menarik. Mulai dari pembelian sejumlah perusahaan, utamanya yang bergerak di aplikasi mobile, seperti Summly, hingga pembenahan layanan Yahoo! seperti Mail. Di tengah-tengah serunya pembicaraan seputar pembelian Tumblr senilai US$ 1,1 Miliar tunai, Yahoo! akhirnya melakukan pembenahan pada salah satu layanan favoritnya, Flickr. Terhitung tanggal 20 Mei 2013 Flickr memberlakukan sejumlah perubahan penting: layout situs yang lebih “modern”, aplikasi Android yang baru, serta kapasitas penyimpanan sebesar 1 TB per pengguna. Ya, Anda tidak salah dengar, 1 terabyte untuk penyimpanan foto (maksimal 200 MB per foto) dan video (maksimal 3 menit per video kualitas 1080p). Perubahan juga terjadi untuk akun pro, yang sudah tidak ditawarkan lagi, namun pengguna akun pro masih bisa memperpanjangnya selama diinginkan. Flickr sendiri menawarkan dua opsi berbayar sebagai pengganti flickr pro: yaitu ad-free (bebas iklan) dan doublr (peningkatan kapasitas menjadi 2 TB). Perubahan ini agaknya dilakukan Yahoo! untuk kembali menjadikan Flickr pemimpin untuk Photo sharing dan menghadapi persaingan dengan layanan seperti Instagram.

Setelah MS Office, Adobe Creative Suite Menyusul ke Awan

Pada tahun 2011, Microsoft memperkenalkan Office 365, sebuah layanan berbasis komputasi awan (cloud) yang disebut-sebut sebagai pesaing layanan Google Docs. Dengan diluncurkannya Microsoft Office 2013, Microsoft mulai metode baru penjualan perangkat lunak buatannya. Office 2013 tidak tersedia dalam format fisik (CD/DVD), namun hanya berupa lisensi dan tautan untuk mengunduh. Lisensi Office 2013 tidak dapat dipindahkan ke perangkat lain dan hasil unduhan hanya dapat diinstalasikan pada satu perangkat. Sementara itu, layanan Office 365 diperbarui dengan menawarkan paket untuk pengguna rumahan, lengkap dengan lima lisensi Office 2013 dengan berlangganan. Pihak Microsoft sendiri menyatakan bahwa langkah-langkah ini diambil untuk memerangi pembajakan.

Saat kontroversi Microsoft Office 2013 belum berakhir, Adobe mengumumkan langkah serupa baru-baru ini. Setelah meluncurkan layanan komputasi awannya, Adobe Creative Cloud, mereka menyatakan akan menghentikan penjualan produk Adobe Creative Suite 6 secara eceran dan hanya akan menyediakan versi terbaru Creative Suite sebagai bagian dari layanan Creative Cloud. Aplikasi diunduh, diinstalasikan, dan harus diaktivasi setiap 30 hari sekali.

Adobe Creative Cloud

Sistem distribusi perangkat lunak diyakini bakal bergeser pada model berlangganan dibandingkan “beli putus” seperti sekarang ini. Anda hanya membayar biaya berlangganan, yang dipaket dengan layanan penyimpanan awan (cloud storage) dan berbagai fitur lain berbasis komputasi awan. Saat Anda berhenti berlangganan, maka aplikasi tidak akan dapat digunakan lagi. Pembaruan dan perbaikan aplikasi akan dilakukan secara otomatis, dan bebas dari gangguan (malware). Di masa depan, sistem berlangganan ini mungkin hanya disaingi oleh perangkat lunak bebas (free software) saja.