Ubuntu Menjadi Sistem Operasi Resmi di Cina

Pada tanggal 21 Maret 2013, Canonical, perusahaan yang ada di balik distro Ubuntu, mengumumkan kerja sama dengan pemerintah RRC dalam pengembangan sistem operasi terbuka (open source). Lebih rincinya, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi RRC lewat badan yang disebut The China Software and Integrated Chip Promotions Centre (CSIP) memilih Ubuntu sebagai basis bagi pengembangan sistem operasi nasional berbasis open source. Canonical, CSIP dan  the National University of Defense Technology (NUDT) juga membentuk CCN Open Source Innovation Joint Lab di Beijing untuk mengembangkan sistem operasi ini.

Logo Ubuntu Kylin (sumber: Slashgear)

Sebagai langkah pertama, sebuah distro khusus yang disebut Ubuntu Kylin akan dirilis bersamaan dengan rilis Ubuntu 13.04 “Raring Ringtail”. Versi ini mengintegrasikan metode input untuk huruf Cina, kalender Cina, pencarian musik online, aplikasi cuaca, dan aplikasi perkantoran WPS. Versi selanjutnya akan menambahkan peta online Baidu dan belanja online Taobo. Kylin sebelumnya sudah dikembangkan oleh NUDT sejak tahun 2010 dengan basis FreeBSD. Nama Kylin diambil dari nama mahluk dalam legenda Cina, Qilin.

Google Reader Akan Ditutup per 1 Juli 2013

Dalam rangka “Bersih-bersih di Musim Semi”, CEO Google, Larry Page mengumumkan sejumlah perubahan penting di organisasi Google dan juga penutupan sejumlah layanan. Kali ini, layanan layanan akan ditutup mulai 1 juli 2013: Apps Script, CalDAV API, Google Building Maker, Google Cloud Connect, Google Voice App for BlackBerry, Search API for Shopping, Snapseed Desktop for Windows and Macintosh, namun yang paling signifikan tentu saja adalah Google Reader. Para pengguna Google Reader akan mendapatkan peringatan saat login ke layanan tersebut seperti di bawah ini:2013-03-15_100057Google Reader adalah layanan RSS Reader online, yang mengumpulkan update dari situs berita, blog, melalui RSS feed.Reaksi atas penutupan Google Reader mulai bermunculan, sementara layanan serupa seperti Feedly dan Digg berusaha memanfaatkan momen ini dengan menawarkan jalur migrasi bagi para pengguna Google Reader. Sementara, data-data pengguna Google Reader bisa diunduh menggunakan layanan Google Takeout.