10 Sistem Operasi Mobile berbasis Linux

Perkembangan perangkat mobile yang semakin canggih dan terjangkau serta mudah dan menarik dalam penggunaannya telah menjadi tren di seluruh dunia. Jika dulu telepon seluler (ponsel) hanya sekadar untuk menelepon dan mengirim SMS, hari ini ponsel sudah umum digunakan untuk memainkan media, bermain game, menjelajah internet, dan menjalankan berbagai aplikasi. Perangkat mobile, seperti ponsel, bisa dilihat sebagai komputer genggam yang menjalankan sistem operasi layaknya PC/laptop. Jika di platform PC kita mengenal sistem operasi seperti MS Windows, Apple MacOS, Linux, atau BSD, di platform mobile kita juga mengenal sistem operasi seperti Windows Phone/Mobile, Apple iOS, Google Android, Nokia Symbian, BlackBerry OS, atau Nokia OS (S40, S60). Linux, sebagai sistem operasi dan platform terbuka banyak digunakan sebagai basis sistem operasi mobile. Seperti halnya di platform PC, dimana kita mengenal berbagai distro seperti Ubuntu, RedHat, SUSE, Debian, Slackware, atau Fedora, di platform mobile terdapat beberapa sistem operasi berbasis Linux. Berikut ini sepuluh sistem operasi mobile berbasis Linux.

  1. Android
    Saat ini, siapa yang tidak mengenal Android. Sistem operasi yang dikembangkan awalnya oleh perusahaan bernama Android Inc. yang kemudian dibeli oleh Google di tahun 2005 ini saat ini adalah platform terpopuler di dunia. Adroid berbasis Linux, dengan modifikasi khusus untuk mengoptimasi kinerjanya di perangkat mobile, Android dirilis dengan lisensi Apache versi 2.0 yang dikenal business-friendly. Perangkat Android yang populer antara lain: Samsung Galaxy, Sony Experia, Google Nexus, LG Optimus, dan HTC Sense.
  2. bada
    Bada adalah sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Samsung, dan digunakan dalam lini produk Samsung Wave. Arsitektur Bada memungkinkannya menggunakan berbagai jenis kernel: RTOS, Lainux, atau BSD. Bahkan, dalam implementasinya saat ini bada belum menggunakan kernel Linux. Bada menggunakan lisensi tertutup (proprietary)
  3. Ubuntu for phones
    Sistem operasi ini diperkenalkan awal tahun 2013 oleh Canonical, yang juga mengembangkan Ubuntu untuk PC/Server. Ubuntu for phones dikembangkan dari kernel Linux dan modifikasi/driver Android, sehingga diharapkan akan mudah diadopsi oleh vendor hardware berbasis Android. Keistimewaan Ubuntu for phones adalah konvergensi dengan desktop. Saat perangkat mobile berbasis Ubuntu dipasang pada dock yang terhubung ke perangkat I/O PC seperti monitor, keyboard, dan mouse, perangkat mobile akan berfungsi layaknya CPU pada sebuah PC, dan tampilan di monitor adalah desktop Ubuntu (Unity) yang berfungsi penuh. Ubuntu for phones, seperti versi Ubuntu lainnya dirilis dengan lisensi GNU GPL.
  4. Firefox OS
    Awalnya dikenal dengan nama Boot to Gecko (B2G), sistem operasi ini dikembangkan oleh Mozilla Foundation yang juga mengembangkan browser Mozilla Firefox dan client e-mail Mozilla Thunderbird. Firefox OS mengintegrasikan aplikasi web berbasis HTML5 ke dalam hardware menggunakan JavaScript. Firefox OS dapat dijalankan pada perangkat berbasis Android.
  5. MeeGo
    MeeGo adalah gabungan dari dua projek: Maemo (Nokia) dan Moblin (Intel). MeeGo digunakan untuk produk smartphone Nokia N950 dan N9, dan dalam beberapa produk netbook seperti Asus Eee PC X101 dan Fujitsu Lifebook MH330. Setelah Nokia menandatangani kerja sama dengan Microsoft di tahun 2011, projek MeeGo dihentikan. Sebagian karyawan Nokia yang terlibat dalam pengembangan MeeGo kemudian keluar dan mendirikan Jolla yang mengembangkan sistem operasi Sailfish OS sebagai penerus MeeGo. Sementara, Linux Foundation yang sebelumnya menjadi pusat pengembangan MeeGo menggantikannya dengan Tizen, dengan dukungan Intel dan Samsung.
  6. Sailfish OS
    Projek ini dikembangkan oleh Jolla, yang dibentuk oleh para pengembang MeeGo yang keluar dari Nokia setelah penghentian pengembangan sistem operasi terebut. Sailfish OS dikembangkan berbasis Mer, yang merupakan cabang (fork) dari MeeGo, ditambahkan Jolla UI, dan Qt/QML serta HTML5 sebagai perangkat pengembangannya.
  7. Tizen
    Setelah dihentikannya pengembangan MeeGo oleh Nokia, Intel bersama Samsung menginisiasi Tizen sebagai pengganti MeeGo, bersama Linux Foundation. Samsung berencana merilis perangkat berbasis Tizen di awal tahun 2013. Tizen bisa dikatakan sebagai penerus MeeGo, namun banyak dilakukan perubahan dalam arsitektur pengembangan, yang menggunakan EFL (Enlightenment Foundation Libraries) dan Webkit Runtime. Tizen dirilis dengan sejumlah lisensi open source antara lain Apache versi 2.0, BSD, dan LGPL.
  8. WebOS
    Pada awalnya, WebOS dikembangkan oleh Palm untuk perangkat Palm Pre. HP membeli Palm, dan menggunakan WebOS dalam produk tablet TouchPad. Setelah kegagalan HP TouchPad, WebOS dirilis dalam lisensi Apache versi 2.0.
  9. Access Linux Platform
    Access Linux Platform (ALP) dan pada awalnya dikembangkan sebagai kelanjutan dari Palm OS. Rilis terakhirnya terlihat lebih modern dan tidak lagi mirip dengan Palm OS. Komponen ALP dirilis dalam beberapa lisensi open source, antara lain GPL, LGPL, dan MPL.
  10. SHR
    Stable Hybrid Release, yang selanjutnya dikenal sebagai SHR adalah sistem operasi mobile yang dikembangkan berbasis OpenEmbedded dan Openmoko Linux. SHR dirilis dengan lisensi GNU GPL.

Satu pemikiran pada “10 Sistem Operasi Mobile berbasis Linux

  1. Dengan penataan tulisan yang baik, saya jadi tergerak untuk Ctrl+S🙂

    Terima kasih. Baru Android dan Tizen yang saya tahu. Memang saya tak tertarik dengan mobile, tetapi kalau Linux, saya mau🙂 Terima kasih, Mas. Rasanya jadi punya teman menulis…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s