Komputer dan Aplikasi 64 Bit, Perlukah?

Pertanyaan yang sering dilontarkan kepada saya (dan para pemerhati dunia IT) adalah mengenai perbedaan antara 32-bit dan 64-bit, terutama saat memilih instalasi sistem operasi (MS Windows): mana yang harus dipilih,apa keunggulan versi 64-bit dibandingkan 32-bit, dan apakah hardware dan software yang biasa digunakan kompatibel dengan 64-bit? Untuk memuaskan keingintahuan itu, ada baiknya kita sedikit mengulas mengenai komputasi 64-bit. Sebenarnya komputasi 64-bit sudah dirancang dan ada sejak tahun 1970-an, meskipun hanya digunakan pada superkomputer seperti Cray dan pada sistem berbasis RISC. Pada komputer pribadi (PC), komputasi 64-bit baru mulai dikenal secara luas pada tahun 2000-an. Intel mengenalkan prosesor 64-bit yang disebut Itanium pada tahun 2001. Pada tahun 2003, AMD memperkenalkan Athlon64 yang merupakan prosesor 64-bit berbasis teknologi x86. Prosesor AMD ini lebih kompatibel dengan teknologi PC yang sudah ada, sehingga Itanium tidak laku, dan pada akhirnya Intel pun mengadopsi teknologi AMD64 untuk prosesor Xeon dan Pentium 4 dan seterusnya.

Mengapa harus menggunakan 64-bit? Dalam pemrograman, register 32-bit hanya dapat mengakses maksimum 2 pangkat 32 bytes memori (setara dengan 4 GB). Dulu, angka 4 GB ini dirasa cukup, ingat bahwa standar 32-bit ditetapkan pada tahun 1980, memori terbesar di pasaran adalah 4 MB, sehingga nilai 4 GB adalah 1000 kalinya, dan nampaknya akan bertahan dalam waktu yang cukup lama. Ternyata memasuki tahun 2000-an, batas ini mulai tercapai, dan dipastikan akan terlampaui. Mau tidak mau, seluruh teknologi PC harus segera beralih ke 64-bit untuk mengantisipasinya. Batas akses memori untuk 64-bit secara teoritis adalah 2 pangkat 64 bytes yang setara dengan 16 Exabytes (16 juta GB).

Sistem komputer 64-bit harus mencakup keseluruhan hardware dan software, secara sederhana adalah prosesor, sistem operasi, dan aplikasi. Prosesor Intel dan AMD yang dirilis dalam sepuluh tahun terakhir sudah bisa dipastikan mendukung 64-bit. Sistem operasi MS Windows mulai mendukung 64-bit sejak tahun 2005 (Windows XP), Apple MacOS X mendukung 64-bit sejak tahun 2003 (versi 10.3 “Panther”), sedangkan sistem operasi open source seperti Linux dan BSD sudah mendukung 64-bit sejak tahun 2001, karena tinggal mengompilasi ulang kode kernel yang sudah ada. Nah, untuk aplikasi, khususnya pada sistem operasi MS Windows, masih banyak yang belum mendukung 64-bit, namun demikian aplikasi 32-bit masih dapat dijalankan di sistem 64-bit tanpa masalah. Adapun aplikasi open source di sistem operasi open source umumnya sudah mendukung 64-bit murni karena langsung dapat dikompilasi ulang untuk mendukung 64-bit.

Lalu, apa keunggulan sistem 64-bit dibandingkan 32-bit? Yang paling pertama nampak adalah dukungan untuk memori sistem di atas 4 GB. Pada komputer dengan RAM 4 GB atau lebih, jika dipasangi sistem operasi (MS Windows) versi 32-bit, memori sistem hanya akan terbaca 3 GB. Sebenarnya, pada prosesor Pentium II dan seterusnya ada teknologi PAE (Physical Address Extension) yang memungkinkan akses memori di atas 4 GB, namun banyak driver dan aplikasi yang mengakses kernel yang tidak mendukung teknologi ini. Yang harus diperhatikan saat memilih menggunakan sistem operasi 64-bit adalah driver (harus versi 64-bit) dan aplikasi sistem, seperti antivirus dan utilitas sebaiknya juga menggunakan versi 64-bit. Aplikasi lainnya masih bisa menggunakan versi 32-bit. Aplikasi 64-bit tidak semuanya bekerja lebih baik/cepat dibandingkan 32-bit. Aplikasi encoder, decoder, dan enkripsi bekerja lebih baik di 64-bit, sementara aplikasi grafis 3 dimensi tidak menunjukkan perbedaan kinerja antara versi 32-bit dan 64-bit. Bahkan, aplikasi 64-bit mempunyai sedikit kekurangan dalam hal penggunaan memori yang lebih banyak dibandingkan versi 32-bit.

Jadi, apakah Anda harus menggunakan sistem (operasi) 64-bit? Jawaban sederhananya adalah: apakah sistem Anda memiliki atau akan memiliki memori (RAM) 4 GB atau lebih? Jika ya, maka sistem operasi 64-bit adalah keharusan dan jika tidak, maka menggunakan versi 32-bit akan lebih bijaksana. Untuk aplikasi, secara umum tidak ada masalah kecuali untuk driver dan aplikasi sistem/utilitas. Hanya, patut diingat bahwa aplikasi 64-bit murni akan lebih baik karena tidak menggunakan emulasi saat dijalankan pada prosesor dan sistem operasi 64-bit. Apalagi, harga yang harus dibayar juga relatif sama. Namun, tentu saja, pilihan akhir tetap di tangan Pengguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s