Pecundang yang Baik

Saat seorang (atau sepasang) pemain bulutangkis kalah dengan skor tipis dalam tiga set, sebagian akan mengatakan: Mereka cuma kurang beruntung, sebagian (besar) akan mengatakan: Mereka tidak cukup baik, terutama dalam posisi poin-poin kritis. Lebih jauh lagi, mungkin akan keluar komentar: Seharusnya mereka bisa mengalahkan lawannya lebih cepat dalam dua set langsung. Singkatnya, kekalahan bagaimanapun tipis dan ketatnya skor, adalah tetap kekalahan, bahkan bukan kemenangan yang tertunda karena kita tidak bisa meramalkan masa depan.

Saat ini, kita mungkin bisa melihat ke belakang dan menghitung kemenangan dan kekalahan sepanjang hidup. Tentu saja hidup bukan kompetisi sepak bola yang menghitung poin untuk setiap kemenangan. Setiap kemenangan tetap harus disyukuri, setiap kekalahan tetap harus diterima, apakah sebagai pelajaran atau sebagai pengingat bahwa tidak ada yang benar-benar sempurna. Jika hidup Anda hanya berisi kekalahan semata, maka sebutan pecundang akan menjadi teman Anda.

Ustadz Zainuddin MZ (Alm.) pernah mengatakan dalam salah satu ceramahnya bahwa kita hendaknya menjadi yang terbaik dalam setiap hal yang kita lakukan. Secara ekstrim (dan sentuhan humor), dikatakan juga bahwa seorang pencuri juga harus menjadi pencuri yang baik, dengan cara setiap akan mencuri dia harus minta izin dulu. Bagaimana dengan seorang pecundang? bagaimana caranya menjadi pecundang yang baik? Apakah cukup dengan menerima dan tidak banyak protes? Apakah kekalahan itu harus dievaluasi dengan detail sampai diketahui secara presisi letak kesalahannya? Atau justru mengubur dalam-dalam cerita kekalahan itu untuk memulai sesuatu yang baru? Haruskah kita menyalahkan semua orang atau cukup diri kita sendiri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s