A Quick and Dirty Web Presence: Simpler than Ever?

Membicarakan tentang web presence selalu berubah mengikuti eranya. Di awal perkembangan World Wide Web (WWW) dekade 90-an, web presence adalah kehadiran (online) sebuah situs web. Situs web mencakup nama domain dan hosting, yang waktu itu msih langka, mahal, dan relatif lambat dibandingkan kondisi sekarang. Untuk mendapatkan nama domain harus membayar sekitar US$100, yang kemudian turun menjadi US$ 70 untuk dua tahun pertama. Membuat situs web berarti harus menguasai HTML (Hypertext Markup Language) yang masih baru saat itu, meskipun jauh lebih sederhana dibandingkan versi terakhirnya, tanpa melibatkan hal lain seperti CSS dan JavaScript. Layanan hosting pun masih terbatas dan relatif mahal.

Kemudian hadirlah layanan gratis berbasis web, seperti e-mail gratis dari Hotmail dan hosting web dari GeoCities. Sekarang, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk menampilkan situs web. Namun demikian, keterampilan membuat halaman web menggunakan HTML masih diperlukan, dengan standar (versi) HTML yang semakin tinggi dan kehadiran teknologi baru seperti CSS dan JavaScript yang didukung versi terbaru browser web keluaran Netscape dan Microsoft.

Pergantian milenium mengubah trend web presence, dari statis ke dinamis dengan kehadiran bahasa pemrograman web seperti Perl, PHP, Python, ASP, dan Java. Logikanya, web presence akan menjadi lebih rumit dan mahal. Untungnya, sebagian besar teknologi web dinamik berbasiskan lisensi terbuka (open source) yang nyaris gratis untuk menerapkannya. Pembuatan situs web pun disederhanakan dengan hadirnya teknologi Content Management System (CMS) yang juga open source seperti PHPNuke, Mambo, Joomla!, Drupal, dan WordPress. Artinya, seseorang tidak perlu memulai dari nol untuk mendapatkan tampilan web dinamis.

Layanan hosting gratis pun bergeser menjadi layanan aplikasi web gratis, dalam hal ini layanan blog gratis. Blog, penyingkatan dari weblog, merupakan penyederhanaan dari konsep sebuah situs web dengan hanya menyediakan fasilitas untuk menambahkan dan memperbarui konten secara kronologis. Seseorang tidak perlu mengetahui HTML, CSS, JavaScript, atau pemrograman web untuk menghadirkan blognya di web, cukup menulis judul dan isi posting, sama seperti menulis dan mengirimkan e-mail. Layanan blog gratis pun menjadi favorit baru, seperti Blogger, Open Diary, atau LiveJournal.

Nampaknya, kesederhanaan blog masih belum cukup. Menulis satu paragraf tulisan yang biasa-biasa saja pun masih terlalu berat bagi kebanyakan orang. Hingga muncullah microblogging, yang secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai mengirim SMS ke semua orang di internet. Layanan seperti Twitter, Plurk, dan Tumblr mengakomodasi microblogging, yang membuat internet lebih semarak, terutama di Indonesia. Berbarengan dengan itu, social networking juga menjadi bentuk web presence paling sederhana, cukup mendaftar, mengisi profil, memasang foto/gambar, dan mulai menyapa setiap orang/profil lain di jaringan yang digunakan. Friendster, MySpace, Facebook, Multiply menyediakan layanan ini.

Sementara, layanan hosting gratis pun berkembang, menawarkan fasilitas yang kian beragam, dan mengikuti teknologi web terkini. Anda bisa membuat web dari nol, memasang aplikasi web sendiri, atau bahkan menawarkan jasa hosting gratis sendiri. Sekarang ini bahkan Anda tidak dipaksa memasang iklan di situs web gratisan Anda! Layanan aplikasi web gratis pun semakin beragam, bahkan Google dan Microsoft pun menawarkan layanan e-mail dengan nama domain Anda.

Di sisi lain, nama domain pun semakin mudah didapatkan dan semakin murah harganya. Satu nama domain top-level (.com, .net, .org) bisa didapatkan dengan harga di bawah 100 ribu rupiah per tahun. Domain negara (.id) bisa didapatkan mulai harga 25 ribu rupiah per tahun. Jika belum mampu membayar, banyak layanan domain gratis, melanjutkan layanan URL redirect, hanya menambahkan layanan DNS yang membuatnya mendekati nama domain berbayar. Satu hal yang masih mengganjal mungkin menghubungkan antara nama domain  dengan layanan (web presence) gratis, yang masih melibatkan pengetahuan tentang DNS (Domain Name Server), terutama mengeset nomor IP untuk mengarahkan nama domain ke layanan yang diinginkan. Jika Anda mendaftarkan layanan aplikasi web gratis seperti Google Apps atau Microsoft Live Domains, pengaturannya bisa lebih rumit lagi. Namun, tetap saja semua layanan gratis yang tersedia hari ini mungkin tak terbayangkan saat pertama kali World Wide Web diluncurkan. Web presence masa kini jauh lebih sederhana dan murah, tinggal sejauh mana kita bisa memanfaatkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s