Menjalankan Linux dalam Browser (Emulator PC dengan JavaScript)

Jika dulu JavaScript dianggap sebagai bahasa “mainan” untuk sekadar menampilkan tanggal dan waktu yang terus diperbarui, perkembangan teknologi browser dan engine JavaScript di dalamnya memicu perkembangan aplikasi web menggunakan JavaScript. AJAX (XML HTTP Request) memungkinkan aplikasi web “terasa” seperti aplikasi desktop. Hampir semua webmail menggunakan AJAX untuk tampilannya. Namun, sejauh mana JavaScript dapat digunakan? Seorang programer Prancis, Fabrice Bellard (pendiri FFmpeg dan QEMU) mempunyai ide unik dengan mengembangkan emulator PC menggunakan JavaScript!

Bagi yang kurang paham mengenai emulator PC, konsepnya adalah sebuah software yang meniru atau menyimulasikan sebuah PC, ada prosesor, RAM, I/O, dan storage media. Di dalam emulator PC, kita bisa menginstalasi sistem operasi seperti Windows, Linux, atau MacOS. Sebagai contoh, emulator PC yang populer adalah VirtualBox, VMWare, Parallels, dan QEMU. Nah, emulator yang satu ini menggunakan JavaScript dan dijalankan oleh engine di dalam browser, maka secara teknis emulator ini adalah aplikasi web juga. Tidak percaya? silakan akses halaman JavaScript Emulator ini menggunakan browser Firefox 4 atau Google Chrome 11. Anda akan melihat tampilan layaknya layar komputer dan bergantung pada kecepatan koneksi Anda, setelah aplikas ini terunduh, akan tampil aktivitas booting Linux sampai keluar prompt.

Tampilan JavaScript PC Emulator menjalankan Linux pada Firefox 4

Tampilan JavaScript PC Emulator menjalankan Linux pada Firefox 4

Jika Anda menjalankan perintah ls pada prompt, hanya akan keluar satu file hello.c, yang merupakan kode untuk menampilkan tulisan “Hello World” dalam bahasa C. Jalankan perintah berikut: tcc -run hello.c untuk mengompilasinya, dan akan keluar tulisan Hello World. Aplikasi yang dinamai Jslinux ini masih dalam pengembangan dan banyak keterbatasannya, ke depannya Bellard berharap bisa menjalankan sistem operasi (versi lama) seperti DOS atau Windows 3.x.

JS/Linux mengompilasi dan menampilkan "Hello World"

JS/Linux mengompilasi dan menampilkan "Hello World"

Iklan

A Quick and Dirty Web Presence: Simpler than Ever?

Membicarakan tentang web presence selalu berubah mengikuti eranya. Di awal perkembangan World Wide Web (WWW) dekade 90-an, web presence adalah kehadiran (online) sebuah situs web. Situs web mencakup nama domain dan hosting, yang waktu itu msih langka, mahal, dan relatif lambat dibandingkan kondisi sekarang. Untuk mendapatkan nama domain harus membayar sekitar US$100, yang kemudian turun menjadi US$ 70 untuk dua tahun pertama. Membuat situs web berarti harus menguasai HTML (Hypertext Markup Language) yang masih baru saat itu, meskipun jauh lebih sederhana dibandingkan versi terakhirnya, tanpa melibatkan hal lain seperti CSS dan JavaScript. Layanan hosting pun masih terbatas dan relatif mahal.

Kemudian hadirlah layanan gratis berbasis web, seperti e-mail gratis dari Hotmail dan hosting web dari GeoCities. Sekarang, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk menampilkan situs web. Namun demikian, keterampilan membuat halaman web menggunakan HTML masih diperlukan, dengan standar (versi) HTML yang semakin tinggi dan kehadiran teknologi baru seperti CSS dan JavaScript yang didukung versi terbaru browser web keluaran Netscape dan Microsoft.

Pergantian milenium mengubah trend web presence, dari statis ke dinamis dengan kehadiran bahasa pemrograman web seperti Perl, PHP, Python, ASP, dan Java. Logikanya, web presence akan menjadi lebih rumit dan mahal. Untungnya, sebagian besar teknologi web dinamik berbasiskan lisensi terbuka (open source) yang nyaris gratis untuk menerapkannya. Pembuatan situs web pun disederhanakan dengan hadirnya teknologi Content Management System (CMS) yang juga open source seperti PHPNuke, Mambo, Joomla!, Drupal, dan WordPress. Artinya, seseorang tidak perlu memulai dari nol untuk mendapatkan tampilan web dinamis.

Layanan hosting gratis pun bergeser menjadi layanan aplikasi web gratis, dalam hal ini layanan blog gratis. Blog, penyingkatan dari weblog, merupakan penyederhanaan dari konsep sebuah situs web dengan hanya menyediakan fasilitas untuk menambahkan dan memperbarui konten secara kronologis. Seseorang tidak perlu mengetahui HTML, CSS, JavaScript, atau pemrograman web untuk menghadirkan blognya di web, cukup menulis judul dan isi posting, sama seperti menulis dan mengirimkan e-mail. Layanan blog gratis pun menjadi favorit baru, seperti Blogger, Open Diary, atau LiveJournal.

Nampaknya, kesederhanaan blog masih belum cukup. Menulis satu paragraf tulisan yang biasa-biasa saja pun masih terlalu berat bagi kebanyakan orang. Hingga muncullah microblogging, yang secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai mengirim SMS ke semua orang di internet. Layanan seperti Twitter, Plurk, dan Tumblr mengakomodasi microblogging, yang membuat internet lebih semarak, terutama di Indonesia. Berbarengan dengan itu, social networking juga menjadi bentuk web presence paling sederhana, cukup mendaftar, mengisi profil, memasang foto/gambar, dan mulai menyapa setiap orang/profil lain di jaringan yang digunakan. Friendster, MySpace, Facebook, Multiply menyediakan layanan ini.

Sementara, layanan hosting gratis pun berkembang, menawarkan fasilitas yang kian beragam, dan mengikuti teknologi web terkini. Anda bisa membuat web dari nol, memasang aplikasi web sendiri, atau bahkan menawarkan jasa hosting gratis sendiri. Sekarang ini bahkan Anda tidak dipaksa memasang iklan di situs web gratisan Anda! Layanan aplikasi web gratis pun semakin beragam, bahkan Google dan Microsoft pun menawarkan layanan e-mail dengan nama domain Anda.

Di sisi lain, nama domain pun semakin mudah didapatkan dan semakin murah harganya. Satu nama domain top-level (.com, .net, .org) bisa didapatkan dengan harga di bawah 100 ribu rupiah per tahun. Domain negara (.id) bisa didapatkan mulai harga 25 ribu rupiah per tahun. Jika belum mampu membayar, banyak layanan domain gratis, melanjutkan layanan URL redirect, hanya menambahkan layanan DNS yang membuatnya mendekati nama domain berbayar. Satu hal yang masih mengganjal mungkin menghubungkan antara nama domain  dengan layanan (web presence) gratis, yang masih melibatkan pengetahuan tentang DNS (Domain Name Server), terutama mengeset nomor IP untuk mengarahkan nama domain ke layanan yang diinginkan. Jika Anda mendaftarkan layanan aplikasi web gratis seperti Google Apps atau Microsoft Live Domains, pengaturannya bisa lebih rumit lagi. Namun, tetap saja semua layanan gratis yang tersedia hari ini mungkin tak terbayangkan saat pertama kali World Wide Web diluncurkan. Web presence masa kini jauh lebih sederhana dan murah, tinggal sejauh mana kita bisa memanfaatkannya.

Fujitsu Rilis Netbook MeeGo, Acer dan Samsung Siapkan Chromebook

Produsen notebook/netbook Fujitsu merilis netbook baru, Lifebook MH330, yang mempunyai opsi  sistem operasi MeeGo, di samping MS Windows 7 Starter. MeeGo adalah sistem operasi berbasis Linux, yang dikembangkan untuk perangkat bergerak, mulai handphone, tablet, hingga netbook. MeeGo dikembangkan oleh Linux Foundation dan disponsori oleh Intel dan Nokia. Pada dasarnya, MeeGo merupakan gabungan dua proyek embedded Linux yaitu Nokia Maemo dan Intel Moblin. Dalam prosesnya, sejumlah perusahaan bergabung, di antaranya Novell dan AMD. Namun, setelah Nokia dan Microsoft mengumumkan kerja sama untuk mengembangkan Handset berbasis Windows Phone 7, masa depan MeeGo mulai diragukan. Agaknya, rilis Fujitsu ini bisa menjadi awal dari pengembangan MeeGo selanjutnya. Versi MeeGo yang terinstalasi dalam netbook Fujitsu dikembangkan oleh Linpus. Dalam pameran NIX 2011 yang berakhir kemarin, MH330 versi MeeGo dijual seharga Rp 2,55 juta.

Tampilan MeeGo untuk Netbook

Tampilan MeeGo untuk Netbook (Wikipedia)

Di sisi lain, Acer dan Samsung disebut akan segera merilis Chromebook pada pertengahan bulan Juni 2011, sebuah netbook berbasis Google ChromeOS, yang prototipenya dikenal sebagai Cr-48. ChromeOS berbeda dengan Android, OS lain yang dikembangkan Google, karena tampilan utamanya adalah serupa browser Google Chrome. Jadi, seluruh aktivitas netbook dilakukan dari dalam browser. Semua aplikasi yang digunakan berbasis web, sebagian besar menggunakan layanan Google seperti Gmail, Docs, Calendar, YouTube, dan tentu saja Google Search Engine. Kabarnya, Google akan menawarkan layanan tambahan seperti NetFlix dan Hulu dan Chromebook akan ditawarkan dengan harga sekitar US$349 atau dengan berlangganan tiap bulan sebesar US$28 untuk bisnis dan US$20 untuk perorangan selama tiga tahun, sudah termasuk layanan internet 100 MB (dari Verizon). Selama masa kontrak, pemilik Chromebook akan menerima upgrade dan service gratis.

Tampilan Google Chrome OS 0.12.433.35 pada Google Cr-48 Notebook

Tampilan Google Chrome OS 0.12.433.35 pada Google Cr-48 Notebook (Wikipedia)

Seputar Internet Mobile Broadband di Indonesia

Saat ini, mobile broadband internet di Indonesia sedang naik daun, mengulangi booming komunikasi seluler sepuluh tahun yang lalu. Jika dulu, kita hanya mengenal tiga operator telekomunikasi seluler, kini sudah ada 10 operator dengan berbagai teknologi dan tawaran. Belum lagi perang tarif yang terjadi membuat konsumen harus terus mencermati setiap promosi dari operator, belum lagi kemungkinan perubahan tarif di masa yang akan datang. Mobile broadband internet menjadi marak selain karena mulai jenuhnya persaingan di jasa voice dan text (SMS) dan “kegagalan” pemassalan fixed line broadband internet akibat rendahnya penetrasi dan investasi di bidang ini. Operator fixed line terbesar, Telkom dengan Speedy-nya, yang praktis memonopoli infrastruktur DSL sudah lama tidak menambah kapasitas jaringan fixed line-nya, sementara operator lain yang menggunakan media TV kabel dan serat optik mengalami kesulitan mengembangkan jaringannya untuk minimal dapat mendekati Telkom.

Secara umum, mobile broadband internet dibagi menjadi dua teknologi, GSM dan CDMA 2000. Dalam teknologi GSM dikenal istilah-istilah seperti GPRS, EDGE, UMTS/WCDMA, HSDPA, HSUPA, HSPA, dan LTE, yang merupakan perkembangan teknologi akses data. Sementara di CDMA ada istilah CDMA 2000 1x, EVDO Rev. 0, EVDO Rev. A, dan EVDO Rev. B. Saat ini teknologi terakhir yang ditawarkan kepada konsumen (massal) adalah HSDPA (GSM) dan EVDO Rev. A (CDMA), meskipun operator Indosat sudah menawarkan teknologi DC-HSPA+ dan SmartFren juga menawarkan CDMA EVDO Rev. B, namun paket yang ditawarkan relatif sangat mahal dan kurang terjangkau masyarakat umum.

Berikut ini, ikhtisar teknologi yang ditawarkan operator seluler di Indonesia:

  1. Telkomsel (Flash): HSDPA/LTE, frekuensi 900/1800 MHz
  2. Indosat Ooredoo (IM3): HSDPA/LTE (Broom), frekuensi 900/1800 MHz
  3. XL Axiata (XL/Axis): HSDPA/LTE, frekuensi 900/1800 MHz
  4. Hutchinson (3): HSDPA/LTE, frekuensi 1800 MHz
  5. Natrindo (Axis): UMTS/WCDMA, frekuensi 1800 MHz*
  6. Telkom Flexi: CDMA 2000 1x (EVDO di bulan Juni), frekuensi 800 MHz
  7. Indosat StarOne: CDMA 2000 1x, frekuensi 800 MHz
  8. Bakrie Telecom: CDMA EVDO Rev. A (AHA), frekuensi 800 MHz
  9. Mobile-8 (Fren): CDMA EVDO Rev. A (Mobi), frekuensi 800 MHz**
  10. Smartfren Telecom: CDMA EVDO Rev. A/B,LTE frekuensi 1900 2100 MHz
  11. Sampoerna Telecom (Ceria Net1): CDMA EVDO Rev. A, LTE frekuensi 450 MHz
  12. Internux (Bolt!):LTE, frekuensi 2300 MHz (UPDATE)

*Axis diakuisisi oleh XL Axiata
**Mobile-8 telah bergabung dengan Smart Telecom menjadi Smartfren

UPDATE:

Perlu diperhatikan bahwa kualitas dan daerah jangkauan sinyal tiap-tiap operator berbeda-beda. Kualitas internet mobile broadband dipengaruhi juga oleh jarak penerima dari BTS, kepadatan BTS yang digunakan, dan kualitas modem yang digunakan. Konsumen harus cermat memilih perangkat dan layanan operator yang ingin digunakan.

Sebagai patokan dalam memilih layanan internet mobile broadband adalah sebagai berikut:

  • Mengecek kualitas sinyal di tempat Anda, yang paling akurat dengan meminjam modem dan kartu milik teman, kalau bisa dari semua operator, dan mencobanya di lokasi yang diinginkan. Jika tidak memungkinkan, galilah informasi dari sumber lain: pihak operator, online (forum, milis, blog)
  • Memilih operator yang akan digunakan, menurut kualitas sinyal, tarif/paket, dan pertimbangan lain
  • Memilih perangkat yang diperlukan: modem, kartu perdana, penguat sinyal/antena dan software pendukung (jika diperlukan)
  1. Diagram Operator Telekomunikasi Seluler Indonesia (per 7 Juli 2017) (format: PDF)
  2. Daftar Tarif Internet Mobile Broadband (per 4 April 2018)  (format: PDF).

Quick and Dirty Website: An Update

Setelah lama tidak melakukan update (akibat server lama di Blogzor ditutup), akhirnya Quick and Dirty Website kembali hadir, kali ini bergabung bersama ad-12 Labs. Tak terasa sudah lima tahun sejak pertama kali menulis tentang topik ini. Banyak hal sudah berubah, dan semakin banyak tools yang ditawarkan bagi pemula. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Domain Gratis: semakin banyak pilihannya, berikut ini ulasan singkatnya:
    • co.cc: pengguna gratis dapat mendaftarkan maksimum dua domain, memberikan donasi menambah 100 domain lagi. Domain harus diperpanjang setiap tahun.
    • co.tv: Domain harus diperpanjang setiap tahun.
    • uni.cc: mensyaratkan backlink pada halaman awal website dan situs mendapatkan  minimal 10 pengunjung dalam 3 bulan. Domain harus diperpanjang setiap tahun.
    • cu.cc: pengguna gratis dapat mendaftarkan maksimum lima 100 domain
    • uni.me: pengguna gratis dapat mendaftarkan maksimum lima unlimited domain.
    • me.pn: nama domain gratis dan hosting gratis (via freehostingeu)
    • free.domain.name: nama domain gratis dan DNS dinamis via dyn.com.
    • .tk: mensyaratkan situs mendapatkan  minimal 25 pengunjung dalam 90 hari
    • cjb.net: veteran redirect service ini sekarang telah meningkatkan layanannya dengan tawaran DNS gratis, tanpa iklan, forwarding web dan e-mail.
    • co.nr: redirect service tanpa iklan ini sayangnya tidak menawarkan layanan DNS.
    • biz.nf: menawarkan layanan hosting gratis dengan 3 domain gratis .co.nf
    • co.vu: gratis 3 domain co.vu
    • .ga/.cf: domain gratis tanpa batas
  2. Name Server (DNS Server) Gratis: berguna jika domain Anda tidak dilengkapi layanan DNS, seperti halnya domain .id:
  3. Web Hosting Gratis: semakin banyak pilihan, dengan/tanpa iklan, scripting PHP/Perl/Ruby/Java, besar space/bandwidth, database. Berikut ini beberapa pilihan:
  4. Google Apps, Windows Live Custom Domains, dan Dreamhost Apps: tiga layanan spesial bagi pengguna lanjut.
    • Google Apps: layanan Google menggunakan domain Anda sendiri, di antaranya Gmail, Calendar, Docs, Sites, Contact, dan Talk. (UPDATE: terhitung tanggal 7 Desember 2012, pendaftaran Google Apps gratis ditiadakan)
    • Windows Live Custom Domains (kini Windows Live Admin Center): layanan Windows Live (E-mail, Messenger, SkyDrive, Photos) dengan domain Anda sendiri
    • Dreamhost Apps: layanan aplikasi web gratis oleh Dreamhost, And dapat memasang lima aplikasi web gratis: Drupal (CMS), WordPress (Blog), ZenPhoto (Photo Gallery), phpBB (forum), dan MediaWiki menggunakan domain Anda sendiri.  Layanan ini dapat digabungkan dengan Google Apps.
    • Zoho Mail: menawarkan layanan e-mail dengan domain Anda sendiri (UPDATE: maksimum 10 user untuk layanan gratis)
    • Yandex Mail to the Domain: menawarkan layanan e-mail dengan domain sendiri (custom domain), satu-satunya kekurangan hanya situsnya berbahasa Rusia! (bisa diakali dengan Google Translate atau mengikuti petunjuk dalam blog ini). Yandex menawarkan e-mail gratis dalam Bahasa Inggris, namun layanan custom domain untuk e-mail hanya tersedia dalam Bahasa Rusia.