Oracle Melepaskan OpenOffice, Kemenangan bagi LibreOffice?

Baru-baru ini Oracle, yang mewarisi aplikasi OpenOffice.org dari Sun Microsystems, mengumumkan keinginan untuk melepaskan OpenOffice.org kepada komunitas. Pernyataan resmi Oracle sebagaimana dimuat dalam situs MarketWire pada tanggal 15 April 2011 adalah sebagai berikut (via Google Translate):
……..
Mengingat luasnya kepentingan dalam bebas aplikasi produktivitas pribadi dan evolusi cepat dari teknologi komputasi personal, kami yakin proyek OpenOffice.org akan lebih baik dikelola oleh sebuah organisasi yang terfokus pada pelayanan yang luas konstituen secara non-komersial kata Edward Screven, Oracle’s Chief Corporate Architect. Kami bermaksud untuk mulai bekerja segera dengan anggota masyarakat untuk lebih sukses terus Open Office. Oracle akan terus sangat mendukung penerapan format dokumen terbuka berbasis standar seperti Open Document Format (ODF).

………

Seperti diketahui bahwa pada bulan September 2010, sejumlah pengembang OpenOffice.org memutuskan untuk membentuk The Document Foundation (TDF) dan melakukan forking pada kode sumber OpenOffice.org dan menamakannya LibreOffice. Alasan utamanya adalah keengganan Oracle sebagai pemegang merekdagang OpenOffice.org untuk menerima masukan/kontribusi dari para pengembang independen di luar Oracle. Kendali Oracle, sebelumnya Sun, yang sangat ketat membuat situasi tidak kondusif. Pada saat itu, TDF menawarkan Oracle untuk masuk menjadi anggota dan menghibahkan hak atas nama OpenOffice.org, namun ditolak oleh Oracle, sehingga nama LibreOffice lah yang dipilih.

Oracle berkeras meneruskan pengembangan OpenOffice.org secara internal dan tetap menawarkan dukungan komersial. Oracle bahkan mulai mengembangkan versi cloud dari OpenOffice.org. Namun, akhirnya Oracle harus menghadapi kenyataan bahwa tanpa komunitas pengembangnya, OpenOffice.org tidak akan berkembang lebih jauh. LibreOffice sendiri bergerk cepat, bahkan saat ini telah menggantikan OpenOffice.org sebagai aplikasi office suite default pada distro-distro Linux terbaru. Pernyataan Oracle di atas berarti juga berhentinya tawaran komersial dan pengembangan versi cloud.

Pertanyaan berikutnya, apakah OpenOffice.org akan bergabung dengan LibreOffice, atau LibreOffice akan kembali menggunakan nama OpenOffice.org? Untuk sementara ini nampaknya belum ada tanda-tanda ke arah itu. TDF dalam pernyataan terakhirnya menegaskan bahwa LibreOffice akan terus berjalan sesuai rencana semula. Meskipun tidak dipungkiri nama OpenOffice masih lebih familiar, diharapkan ke depannya LibreOffice akan sama populernya. Bagi sebagian pengamat, ini membuktikan kekuatan komunitas open source dalam menentukan kelanjutan sebuah proyek software. Kasus yang mirip adalah saat aplikasi CMS Joomla! memisahkan diri dari Mambo dan EGCS dari GCC (kedua proyek ini akhirnya bergabung kembali).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s