Artav, SalingSapa, dan Saling Contek (Sebuah Kasus Open Source)

Akhir-akhir ini dunia infokom (informatika dan komunikasi) di Indonesia dihebohkan dengan rentetan berita: Dua anak SMP mengembangkan (sempat diberitakan sebagai menciptakan) aplikasi jaringan sosial (SalingSapa.com) dan antivirus (Artav). Berbagai reaksi bermunculan, keduanya sempat diundang berceramah di ITB dan bertemu dengan menteri. Namun, tak lama kemudian, terbongkarlah bahwa kedua anak tersebut tidaklah mengembangkan kedua aplikasi tersebut dari nol, namun berbasis pada kode sumber (source code) yang open source: SalingSapa.com berbasiskan aplikasi CMS Jcow (bukan donat J.Co!) dan Artav berbasiskan al VirusScan. Angin pun berbalik, pujian berubah menjadi hujatan. Akhirnya, kedua pihak pun harus mengakui penggunaan kedua sumber tersebut: situs SalingSapa.com tidak lagi menggunakan kata “created” (dan yang bersangkutan mengaku telah membeli lisensi Jcow agar bisa menghilangkan credit title) dan Artav memuat pernyataan maaf karena tidak mencantumkan credit title Moh Aly Shodiqin (Pembuat al Virus Scan) dalam kode Artav.

Apa yang bisa dipelajari dari sini? Bahwa sebenarnya tidak ada yang salah dengan mengembangkan aplikasi berbasis aplikasi lain, terutama yang berlisensi terbuka (open source). Yang terpenting adalah penghargaan terhadap karya pihak lain. Dalam konteks perangkat lunak, lisensi kode sumber yang digunakan. Di era internet sekarang ini, sangat mudah untuk mendapatkan kode sumber aplikasi, juga untuk mengecek keabsahan penggunaannya untuk pengembangan lebih lanjut. Open source yang diawali dengan revolusi perangkat lunak bebas (free software) memungkinkan pengembangan aplikasi dengan lebih cepat dan transparan. Tentu saja, dalam dunia open source siapapun berhak memanfaatkan kode sumber aplikasi terbuka itu sepanjang mematuhi aturan (lisensi) yang ditetapkan oleh pengembang awal aplikasi tersebut. Dalam konteks Jcow, pemanfaatan tidak dibatasi selama mencantumkan credit title Powered By Jcow pada halaman web, jika tidak ingin mencantumkannya harus membayar antara US$ 199 – 259. Sedangkan dalam konteks al VirusScan, pengembangnya (Moh. Aly Shodiqin) mengizinkan pemanfaatan kode aplikasinya secara bebas namun melarang distribusi ulang tanpa izin (tertulis). Lebih lanjut, pengembang al VirusScan sudah menyatakan bahwa ia tidak keberatan karyanya digunakan dalam Artav. SalingSApa.com pun sudah dinyatakan menggunakan lisensi Jcow Pro sejak tanggal 28 November 2010.

Kontroversi seputar kedua pengembang aplikasi ini memanas lebih disebabkan oleh ekspos oleh media, baik online maupun cetak/elektronik yang terkesan membesar-besarkan pencapaian kedua anak ini pada awalnya. Bahkan pada saat pengungkapan tentang pelanggaran lisensi, kontroversi yang terjadi pun berputar pada masalah yang tidak ada hubungannya sama sekali, seperti plagiarisme, nasionalisme, NATO/asbun, dan ketidaktahuan (pengabaian?) tentang lisensi serta open source. Pelanggaran lisensi bukanlah plagiarisme, apalagi jika kode yang digunakan berlisensi terbuka (open source). Peringatan mengenai pelanggaran lisensi pun tidak ada hubungannya dengan NATO/asbun, dan seharusnya diapresiasi sebagai pembelajaran mengenai etika pengembangan perangkat lunak komputer, atau malah dituduh sebagai penghambat kebebasan untuk berkarya. Ketidaktahuan di era informasi saat ini tidak bisa ditolerir, karena yang dibutuhkan hanya sedikit pengetahuan bahasa asing (Inggris), dan informasi soal lisensi dan open source dlam bahasa Indonesia pun cukup banyak dan dapat dengan mudah diakses di internet. Dan akhirnya, jika kita masih punya rasa nasionalisme, maka sudah sepantasnya kita berpikir, berkata, dan bertindak menurut koridor yang tidak akan mempermalukan nama Indonesia di dunia internasional. Salah satunya adalah menghargai karya cipta pihak lain dengan sewajarnya. Bukan begitu?

Satu pemikiran pada “Artav, SalingSapa, dan Saling Contek (Sebuah Kasus Open Source)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s