Akhirnya Upgrade ke Ubuntu Lucid (10.04)

Setelah menikmati Ubuntu Karmic (9.10) selama sebulan, terbitnya Edisi Juni 2010 dari majalah InfoLinux memungkinkan Penulis untuk melakukan upgrade ke versi terakhir, Lucid Lynx atawa 10.04 LTS.Berhubung ShipIt tidak lagi sudi mengirimi CD gratis ke alamat Penulis sejak versi 9.10 dan ketiadaan intrenet kecepatan tinggi seperti yang pernah Penulis nikmati di mancanegara, kehadiran media instalasi menjadi keharusan. Kali ini, instalasi lebih mudah dijalankan dengan cara clean install setelah terlebih dahulu memindahkan keseluruhan isi /home directory ke harddisk eksternal.

Setelah clean install selesai, dilanjutkan menyalin kembali isi direktori /home dan mengeset repositori lokal dari DVD InfoLinux. Setelah menginstalasi beberapa aplikasi tambahan (terutama ubuntu-restricted-extras), barulah mengeset modem CDMA Haier C700 (Smart) untuk melakukan update dari repositori online. Terakhir, setting per aplikasi seperti Firefox dan Rythmbox dilakukan.

Kesan pertama menggunakan Lucid adalah kagok, karena perubahan letak tombol kontrol window (close, maximize/restore, minimize) dari kanan (ala Windows) ke kiri (ala MacOS X). Berkali-kali  pointer mouse nyasar ke sudut kanan saat akan menutup atau mengubah ukuran window. Selebihnya, ada sedikit perbedaan dalam tampilan, mulai logo, tulisan, warna, dan juga kecepatan startup yang terasa lebih cepat (apalagi dibandingkan Windows XP SP3 di partisi tetangga).

Sedikit masalah sempat terjadi dengan suara yang tidak keluar dari speaker internal (notebook), namun jika dihubungkan ke speaker eksternal bisa keluar. Belakangan diketahui bahwa terjadi konflik dengan TV tuner USB yang terhubung sejak instalasi. Setelah koneksi TV tuner USB dicabut dan Lucid di-restart, suara dari speaker internal bisa keluar untuk seterusnya, juga saat koneksi TV tuner dihubungkan kembali. Sayangnya memang, TV tunernya sendiri belum bisa bekerja di Ubuntu Lucid, meski telah dicoba berbagai cara. Satu-satunya aplikasi yang bisa menampilkan keluaran dari TV tuner tersebut adalah Cheese, yang biasa digunakan untuk viewer webcam, dengan mengubah device ke /dev/video1 (TV tuner terdeteksi sebagai Gadmei TVR2000), namun hanya keluar gambar hitam putih tanpa suara. Beberapa aplikasi seperti xawtv, Zapping, dan TVtime maupun VLC belum mampu bekerja sama dengan TV tuner USB tersebut (merek Telebit), terutama untuk melakukan scanning channel. Jangankan di Linux, TV tuner itu juga tidak berdaya di sistem operasi Windows 7 dan hanya tersedia driver untuk Windows XP SP2. Kalau orang Madura berkata, “Murah kok njaluk slamet?”. Selebihnya, semua hardware berfungsi out-of-the-box kecuali softmodem, yang menghadapi problem yang sama, bergantung pada driver untuk sistem operasi tertentu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s