Migrasi ke Ubuntu 9.10 Demi Koneksi Internet Unlimited Smart

Sebelumnya Penulis agak ragu-ragu untuk migrasi ke Ubuntu 9.10 (Karmic) gara-gara ShipIt sudah tidak lagi bagi-bagi CD gratisan, selain masalah update yang agak tersendat karena Penulis sudah jarang bertandangke kampus tercinta untuk memanfaatkan wi-fi gratis plus mirror ubuntu setempat dengan kecepatan mahadahsyat. Untuk memenuhi kebutuhan ngenet, Penulis menggunakan HP modem Haier C700 dari Smart Telecom seharga 399 ribu dan paket internet unlimited 50 ribu per 15 hari. Meskipun kecepatan hanya sampai 153 kbps, dengan semangat biar lambat asal unlimited pun dijalani juga. Dengan menggunakan Windows XP SP3, koneksi Smart cukup lancar, sayangnya di Ubuntu 9.04 agak ribet penggunaannya (harus konfigurasi wvdial dll).

Ternyata solusinya sederhana: upgrade ke 9.10!, maka cara koneksi ke Smart menjadi sangat simpel:

  1. Nyalakan komputer, booting ke Ubuntu 9.10
  2. Koneksikan HP ke komputer via kabel USB
  3. Buka Terminal (dari menu Accessories), ketikkan: lsusb (akan muncul daftar device USB yang terhubung ke komputer, perhatikan baris yang bertuliskan … Qualcomm …)
  4. Inisiasi modem dengan perintah: sudo modprobe usbserial vendor=0×05c6 product=0×9004
  5. Klik kanan pada icon Network Connection (gambar antena sebelah kanan atas), lalu pilih Edit Connections
  6. Pilih Tab Mobile Broadband, klik Add
  7. Pada jendela yang muncul, lihat pada device, pastikan isinya=Smart Smart CDMA Technologies MSM, klik Forward
  8. Pilih negara US, pilih operator Alltell
  9. Edit informasi login Alltell dengan nama operator: Smart Telecom, nomor dial: #777 username: smart, password: smart, lalu klik Apply dilanjutkan Close
  10. Sekarang klik kiri pada Network Connection dan pilih Smart Telecom untuk memulai koneksi

Catatan:

  • Jika koneksi terputus, restart ponsel Anda tanpa mencabut USB dari komputer, lalu ikuti langkah 7. Ini dilakukan karena Haier C700 tidak automatis memutuskan koneksi, sehingga komputer masih ‘busy’ dengan ponsel itu.
  • Untuk memulai kembali koneksi saat komputer dihidupkan: restart ponsel, lalu ikuti langkah 1, 3 dan 10. Untungnya, langkah 3 dapat dilewati dengan mengaktifkan secara automatis perintah tersebut saat komputer dihidupkan. Caranya: di Terminal ketik: sudo gedit /etc/rc.local, di atas kata ‘exit’ tambahkan perintah modprobe usbserial vendor=0×05c6 product=0×9004, lalu klik “Save”.
  • Ubuntu biasanya meminta Anda membuat password tambahan (key) saat pertama kali melakukan koneksi. Anda bisa mengisinya atau mengosongkannya dengan selalu mengizinkan pemakaian internet (always allow). Password ini dapat dilihat/diedit di Application>Accessories>Key.

Saat mencoba instalasi Ubuntu 9.10 (clean install) dari DVD Info Linux edisi Januari 2010, ternyata gagal di-booting, meskipun berulang kali dicoba dengan berbagai trik. Untunglah Penulis pernah berhasil menginstal di HDD eksternal dengan kapasitas partisi yang sama, sehingga solusi terakhir yang dicoba adalah menggunakan clonezilla untuk menimpa partisi Ubuntu 9.04 di laptop Penulis. Setelah menunggu kurang lebih 1,5 jam, upaya kloning pun selesai, namun masalah baru menimpa: clonezilla belum sanggup menangani GRUB2 yang merupakan default instalasi Ubuntu 9.10.

Untunglah, dengan bantuan internet, ditemukan solusi sebagai berikut (Bila perlu, timpa GRUB lama dengan boot record DOS/WIndows):

  1. Booting menggunakan Linux Live CD apapun (Penulis menggunakan Linux Mint 8 Helena)
  2. Buka terminal, lalu ketikkan: sudo fdisk -l untuk menampilkan daftar partisi HDD
  3. Mount partisi Linux, binding partisi /dev dan /proc (partisi Linux Penulis adalah /dev/sda2):
    sudo mount /dev/sda2 /mnt
    sudo mount — bind /dev /mnt/dev
    sudo mount –bind /proc /mnt/proc
  4. Lakukan chroot ke partisi /mnt: sudo chroot /mnt
  5. Bila perlu, update konfigurasi GRUB2 dengan perintah: grub-update
  6. Install ulang GRUB2 ke MBR dengan perintah: grub-install /dev/sda
  7. Keluar dari chroot dan unmount semua partisi:
    exit
    umount /mnt
    umount /mnt/dev
    umount /mnt/proc
  8. Restart komputer

UPDATE:

Masalah terakhir adalah perubahan UUID pada partisi swap, yang menyebabkan hilangnya tampilan splash screen saat startup. Ada dua cara untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan menyesuaikan UUID pada konfigurasi, atau mengubah konfigurasi untuk menggunakan UUID yang baru.

Untuk mengetahui UUID partisi swap, buka Terminal dan ketikkan perintah: sudo blkid

Untuk mengubah file konfigurasi sesuai UUID baru:

  1. Edit file /etc/fstab (sudo gedit /etc/fstab), lalu ubah UUID di baris yang tercantum kata swap sesuai dengan keluaran perintah blkid
  2. Edit file /etc/initramfs-tools/conf.d/resume, lalu ubah UUID sesuai dengan keluaran perintah blkid
  3. Perbarui initrd dengan mengetikkan perintah: sudo update-initramfs -u -k all

Untuk menyesuaikan UUID pada file konfigurasi ketikkan perintah-perintah berikut pada prompt:

sudo swapoff -a
sudo mkswap -U $(awk -F”=” ‘{print $3}’ /etc/initramfs-tools/conf.d/resume) /dev/sda5
sudo blkid -c /dev/null

Catatan: sesuaikan nama device partisi swap (sebagai contoh di atas, partisi swap adalah /dev/sda5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s