Jerman yang Bukan Jejer Kauman (7)

Kali ini tidak ada acara jalan-jalan ke luar kota. Sedikit antiklimaks, karena minggu ini bertepatan dengan akhir bulan, kami disibukkan dengan kegiatan mutasi antar-wohnung. Tanggal 30 dan 31 Juli kemarin, berturut-turut 2 dan 5 orang rekan “bedol deso” pulang kampung ke Indonesia. Mau tak mau, kami bertiga terlibat dalam dalam proyek “pengepulan” barang-barang dan transportasi barang antar-wohnung dan ke stasiun kereta api. Yang mengharukan, mungkin, adalah kenyataan bahwa kontrak hunian mereka (kecuali 1 orang) habis di tanggal 28, sementara mereka baru pulang tanggal 30/31, jadi selama 1 hari 1 malam mereka harus ‘mengungsi’ ke beberapa tempat. Hikmahnya, persiapan pulang menjadi lebih matang, dan berarti juga lebih banyak hasil sampingan yang bisa diwariskan. Sampai-sampai Penulis dan satu rekan nyaris tak kuasa memindahkan barang-barang warisan tersebut ke rumah, saking banyaknya, dan juga karena jarak dari halte tram ke tempat Penulis harus ditempuh dengan jalan kaki paling cepat 10 menit.

Yang Pulang...Yang Pulang

Yang Pulang...Yang Pulang

Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, dan ketujuh teman kami sekarang sudah berada di tanah air, selamat tak kurang suatu apa, dan telah berkumpul dengan keluarga masing-masing. Bagi yang sudah meninggalkan keluarga selama 10 bulan nonstop, tentunya inilah saat yang paling dinanti-nantikan. Bagi kami bertiga yang ‘tertinggal’ di Karlsruhe, berarti suasana menjadi lebih sepi, di samping tambahan barang warisan mulai alat masak, alat makan, makanan (bahan dan jadi), bumbu masak, alat tulis, buku, dan banyak lagi. Belum lagi musim liburan telah tiba di Jerman, rekan-rekan lain dari Indonesia juga bersiap-siap pulang untuk menghabiskan masa liburan di kampung halaman masing-masing.

Pasukan Mudik + Guest Star - 1 orang = ???

Pasukan Mudik + Guest Star - 1 orang = ???

Akhirnya, kami bertiga pun disibukkan dengan perpindahan antar-wohnung di antara kami sendiri. Kecuali Penulis yang masih setia dengan kamar yang masih dalam proses renovasi, kedua rekan yang lain saling bertukar tempat, yang melibatkan urusan pindah-memindah koper. Hari Sabtu dihabiskan dengan kembali mengunjungi Flohmarkt, meskipun kali ini tak satupun barang yang dibeli. Hari Minggu, kami bertiga menghadiri acara yang diselenggarakan IKMIK berupa silaturrahmi, bakar-bakar, dan makan-makan. Saat pulang, hujan deras sudah menanti sejak turun di halte tram. Saat berjalan pulang di tengah hujan, kami baru menyadari bahwa di sepanjang jalan berserakan barang-barang bekas yang sengaja dibuang pemiliknya dan bebas diambil oleh siapapun yang menginginkannya. Ini dinamakan sperrmuell, dan kami cukup beruntung mendapatkan rak, tempat jemuran, dan tempat sampah. Sayangnya, cuaca hujan tidak memungkinkan kami mengeksplorasi lebih lanjut, bahkan tidak berani untuk sekadar mengambil gambar. Terakhir, kalau di Indonesia gembong teroris lagi dicari-cari, di Karlsruhe, khususnya di daerah Knielingen dua orang merampok supir bus night liner. Pengumuman pencarian keduanya ditempel di tram 4 yang biasa kami tumpangi, lengkap dengan imbalan 500 euro bagi informasi mengenai keduanya. Mau?

Bakar-bakar...Makan-makan

Bakar-bakar...Makan-makan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s