Jerman yang Bukan Jejer Kauman (4)

Weekend kali ini Penulis dan 4 rekan memutuskan untuk traveling ke Munchen (Munich), salah satu kota terbesar di Jerman. Kenapa harus berlima? karena ada fasilitas Sonnen-Wochendende Ticket, yaitu tiket kereta api khusus hari Sabtu-Minggu (berlaku selama 27 jam dalam dua hari) seharga €37 untuk naik kereta api di seluruh Jerman, maksimum untuk 5 orang. Jadi setiap orang hanya mengeluarkan €7,40 untuk naik kereta api apapun di manapun di Jerman selama 27 jam pada hari Sabtu-Minggu! Kendalanya tentu soal waktu, agar selama 27 jam itu bisa mencakup pulang-pergi dan jalan-jalan, karena tiket itu tidak berlaku untuk kereta ICE (Inter City Express) yang cepat dan langsung menghibingkan antarkota besar, sehingga pemakai tiket ini akan mengalami beberapa kali ganti kereta untuk mencapai tujuan, bergantung pada jadwal waktu keberangkatan dan kepulangannya.

Untuk weekend ini kami memilih Munchen dengan pertimbangan:

  1. Munchen adalah kota besar, terkenal terutama sebagai basis klub Bayern Munchen.
  2. Munchen tidak terlalu jauh dari Karlsruhe dibandingkan Berlin, misalnya, sehingga bisa ditempuh dalam rentang waktu 27 jam.

Setelah tujuan diseleksi, langkah berikutnya adalah menyusun jadwal, agar bisa diketahui di mana, kapan, dan kereta apa yang harus digunakan agar sampai di Munchen, pada akhirnya akan diketahui waktu total perjalanan yang diperlukan, yang berpengaruh pada waktu jalan-jalan yang akan dialokasikan. Untuk itu, kami pergi ke Karlsruhe Hauptbanhof (Stasiun KA Utama), dan menggunakan mesin otomat tiket yang tersedia. Mesin ini bisa mengecek jadwal perjalanan dan sekaligus memesan tiket untuk semua jenis perjalanan dengan kereta api. Kita tinggal memasukkan stasiun keberangkatan, tujuan, tanggal dan jam keberangkatan/kedatangan, jenis kereta api yang digunakan (ICE, RE, S), danmesin akan memberikan beberapa alternatif jadwal. Kita bisa memilih salah satu dan membuat printoutnya untuk pegangan saat melakukan perjalanan sebenarnya.

Time Table

Time Table

Karena kami merencanakan untuk berangkat hari Sabtu jam 04.00 dan pulang sorenya pukul 17.00, kami mendapatkan jadwal keberangkatan yang dimulai pukul 04.25 yang sampai di Munchen pukul 10.24 selama 5:59 jam dan berganti kereta 5 kali. Jadwal pulang kami diawali pukul 17.06 dan sampai di Karlsruhe pukul 23.38 selama 6:32 jam dengan berganti kereta dua kali. Sebagai antisipasi, kami juga mencetak jadwal pulang yang dimulai pukul 16.32 sampai pukul 21:53 selama 5:21 jam dengan berganti kereta 3 kali.

Awal petualangan diawali malam harinya saat kami semua sepakat untuk menginap di rumah salah satu rekan untuk menyiapkan segalanya, termasuk perbekalan makanan untuk makan siang. Kami nyaris tidak tidur semalaman. Sebelum berangkat pukul 3.00 kami menyempatkan untuk ‘sarapan’ terlebih dahulu. Diawali naik tram S5 ke Stasiun, kami menyempatkan slat Subuh di peron dengan diawasi sekelompok anak muda yang keheranan melihat kami menggelar sajadah dan salat berjamaah. Pukul 04.25 kereta pertama ke Durlach tiba.

Salat Subuh di Karlsruhe Hbf

Salat Subuh di Karlsruhe Hbf

Di Durlach kami menunggu selama 30 menit sebelum naik kereta (tram) ke Bietigheim-Bissingen. Sebelas menit tersedia untuk pindah ke kereta ke Stuttgart. Dari Stuttgart, perjalanan dilanjutkan ke Ulm, Augsburg, sebelum akhirnya tiba di Munchen pukul 10.24. Sempat kebingungan di Munchen Hbf yang sangat besar dan ramai, untungnya kami sempat browsing tentang jalur transportasi ke tujuan wisata (Allianz Arena dan Olympiapark). Kami kemudian naik kereta S27(?) (underground) ke Marianplatz dan pindah ke kereta U6 menuju Allianz Arena. Dari halte ke stadion jaraknya lumayan jauh (sekitar 10 menitan jalan kaki), namun antusiasme melihat bentuk Allianz Arena yang bak donat dari jarak jauh membuatnya tidak terasa melelahkan. Sayangnya, untuk bisa masuk ke tribun penonton dan menatap lapangan hijau dari dekat harus megikuti stadium tour seharga €10, sehinggakami pun memutuskan untuk melakukan wisata belanja di toko-toko cinderamata di kawasan stadion. Ada beberapa toko, di antaranya milik stadion sendiri, Audi, T-Mobile, klub TSV 1860 Munchen, dan tentunya yang paling diminati adalah milik FC Bayern Munchen. Sedikit rasa kaget muncul menyaksikan barang-barang dalam toko, lebih kaget lagi menyaksikan harganya yang puluhan hingga ratusan euro. Akhirnya kami cukup memuaskan diri dengan membeli beberapa barang sale yang harganya tak lebih dari €10/item. Sebelum pergi, kami menyempatkan diri makan siang lesehan di salah satu sudut stadion. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 14.00.

Penulis di Depan Allianz Arena

Penulis di Depan Allianz Arena

Karena waktu yang mepet, kami bergegas menuju halte dan menuju Olympiapark naik kereta U3. Sampai di sana kami memusatkan kunjungan di BMW Welt, sebuah showroom raksasa yang memamerkan teknologi terbaru BMW, di antaranya sebuah mobil hybrid concept dan satu ruang khusus untuk BMW Z4 yang merupakan penerus generasi Z3 yang pernah digunakan dalam film James Bond. Karena waktu yang kurang memungkinkan, kami terpaksa mengakhiri kunjungan di Olympiapark tanpa mengunjungi obyek lain seperti BMW Museum dan Olympia stadium.

Museum BMW

Museum BMW

Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah Marianplatz, salah satu pusat keramaian di Munchen. Kami kembali naik kereta U3 kembali ke pusat kota, naik tangga ke atas, dan…voila, bertemu dengan keramaian di Marianplatz. ternyata, tengah berlangsung konser musik dalam rangka Christopher Street Day, yang merupakan festival untuk melawan diskriminasi terhadap kaum gay. Suasana yang riuh rendah dan banyaknya orang yang berlalu lalang membuat nyali kami cukup ciut dan bergegas kembali ke bawah tanah untuk kembali ke Munchen Hbf.

Christopher Street Day di Munchen

Christopher Street Day di Munchen

Dari rencana pulang pukul 17.00, keramaian di Marianplatz membuat kami malah mempercepat jadwal kepulangan menjadi pukul 16.32. Kali ini perjalanan lebih singkat dan lancar, mulai dari Munchen ke Aurgburg, dilanjutkan ke Ulm dan Stuttgart, dengan jeda masing-masing 15 dan 13 menit. Di Stuttgart, sebelum naik kereta api ke Karlsruhe ada jeda waktu 1 jam. Kami menghabiskannya untuk berjalan-jalan di sekitar Stasiun Kereta dan makan malam. Akhirnya, pukul 21.53 kami tiba di Karlsruhe Hbf, dan berpisah untuk menuju kediaman masing-masing dengan mata berat dan kaki pegal, namun hati yang puas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s