Jerman yang Bukan Jejer Kauman (2)

Weekend ini dihabiskan dengan berkunjung ke Flohmarkt (semacam pasar kaget+garage sale) di Mercado. Flohmarkt ini dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 07.00 – 15.00. Di sini bisa ditemui barang-barang bekas dan barang-barang baru dengan harga miring mulai dari souvenir, mainan, buku, CD/PH, alat pertukangan, elektronik, pakaian, sampai bahan makanan dan sepeda. Sementara teman-teman Penulis asyik memborong baju, tas, dan mainan anak, Penulis cukup ‘mengutip’ beberapa mainan bekas seharga € 0,50 sampai € 1.

Flohmarkt

Flohmarkt

Sabtu sore dihabiskan di Museum, yang bernama lengkap Staatliches Museum fur Naturkunde Karlsruhe. Di dalamnya dipamerkan berbagai macam binatang yag dikeringkan dalam habitatnya. Untuk ikan, dipamerkan hidup-hidup dalam akuarium, mirip seaworld, namun museum ini tidak memamerkan ikan-ikan raksasa macam hiu atau paus. Di samping itu, juga dipamerkan bermacam-macam mineral, fosil hewan purba, dan pameran khusus Magadaskar. Tiket masuk museum sebesar € 3/orang. Sayangnya, saking serunya menggeber kamera, baterai habis di tengah jalan, dan setengah isi museum belum sempat diabadikan.

Museum

Museum

Hari Minggu, yang direncanakan ke Heidelberg/Matzingen terpaksa batal gara-gara dua rekan mendadak sakit. Akhirnya diputuskan untuk berkeliling Karlsruhe dan sekitarnya. Pertama, kami mengunjungi daerah Durlacher, tepatnya di Tumberg, yaitu bukit yang bisa dinaiki dengan kereta, dengan tiket seharga € 1,50 sekali jalan atau € 2,30 bolak-balik. Tiba di puncak, dilanjutkan dengan mendaki sebuah tower kuno yang dari atasnya kita bisa melihat panorama kota Karlsruhe.

Karlsruhe from Above

Karlsruhe from Above

Selanjutnya, kami mengunjungi Baden Baden, sebuah kota kecil di bagian utara selatan Karslruhe. Sayangnya, karena kurang persiapan, kami sempat menghabiskan banyak waktu hanya untuk menuju kota ini. Dimulai dengan pemilihan jenis kendaraan, yaitu bus dilanjutkan dengan tram yang salah jurusan, praktis kami hanya menghabiskan waktu sejam di Baden-Baden. Akibatnya, banyak obyek yang tidak sempat dikunjungi. Ditambah lagi sandal salah seorang rekan putus di tengah jalan, membuat yang bersangkutan malas melanjutkan petualangan. Nama Baden dalam bahasa Jerman berarti mandi, dan Baden-Baden terkenal dengan spa di samping kasino, hotel mewah, dan pacuan kudanya. Nama Baden-Baden diberikan pada tahun 1931 yang berarti: Baden in Baden (Mandi di kota Baden).

Trinkhalle

Trinkhalle

2 pemikiran pada “Jerman yang Bukan Jejer Kauman (2)

  1. Cip, Baden-baden itu sebelah selatan Karslruhe, hehe. sori aku jg penjelajah Jerman, barusan dr Pforzheim (deket tuh, 20 menit ke arah timur)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s