Jerman yang Bukan Jejer Kauman (1)

Yep, we’re in Germany now… setelah melalui berbagai trik dan intrik seputar keberangkatan ke Jerman, akhirnya mulai awal bulan Juli ini Penulis berhasil menapakkan kaki di tanah Bavaria, tepatnya di kota Karlsruhe. Penantian panjang selama 8 bulan berakhir saat invitation letter tiba pada pertengahan Juni lalu. Gerak cepat pun dilakukan untuk mengurus visa dan tiket, sampai keberangkatan dini hari tanggal 1 Juli 2009 ke Frankfurt via Dubai.

Dubai Airport

Dubai Airport

Penerbangan selama kurang lebih 18 jam (dengan konversi zona waktu), termasuk transit 3 jam di Dubai, ternyata tidak terasa terlalu melelahkan. Mungkin karena Penulis terbang bersama dua rekan lain, kondisi mental yang sedang naik, dan fasilitas selama penerbangan terbilang memuaskan. Sampai di Frankfurt jam 13.15 waktu setempat, masih harus ditambah 1 jam perjalanan berkereta api ke Karlsruhe. Sampai di sana, sempat terbengong-bengong di Karlsruhe Hauptbanhof (Stasiun KA Karlsruhe) sebelum rekan-rekan penjemput datang. Langsung saja kami bertiga membeli tiket trem yang kebetulan sedang promosi musim panas, 15 € untuk 10 hari penuh, 24 jam, gratis naik trem ke seluruh Karlsruhe!

ICE ke Karlsruhe

ICE ke Karlsruhe

Kesan pertama keliling Karlsruhe, tentu saja banzak orang Jerman (ya iyalah…), kota yang relatif bersih, trem yang nyaman (mirip busway, tapi dijamin bebas macet), mobil-mobil yang keren di sepanjang jalan, dan… udara musim panas Jerman yang nggak jauh di beda dengan di Indonesia (suhu sekitar 25-28 derajat, setara di Bandung). Matahari baru terbenam sekitar pukul 10.00 waktu setempat dan sudah terbit lagi sekitar pukul 04.00 (kebayang kalau puasa nanti).

Hujan di Karlsruhe

Hujan di Karlsruhe

Hari Jumat kemarin, ikut salat Jumat di Universität Karlsruhe. Acara yang biasanya diselenggarakan di dalam ruangan dipindah ke lapangan luar. Pesertanya cukup beragam, dari berbagai negara dan bangsa, termasuk Jerman sendiri. Khotbahnya pun dalam bahasa Jerman, cukup membuat bengong (teringat saat mendengarkan khotbah berbahasa Sunda di Bandung dulu). Selesai Jumatan, hujan pun turun, lumayan deras dan lama, dari pukul 02.30 sampai pukul 06.30. Sore harinya, gara-gara terlalu pede, Penulis dan tiga rekan mengubah acara makan sore menjadi pesta Pizza gara-gara memesan 4 porsi pizza yang ternyata per porsinya itu seukuran medium di Pizza Hut!. Sampai akhirnya dengan sedikit perjuangan, empat porsi itu bersisa satu setengah porsi untuk dibawa pulang.

Pizza Party!

Pizza Party!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s