Copy and Paste

Saat pertama kali mengenal internet, keinginan Penulis adalah membuat konten dan punya website sendiri. Setelah terwujud (tahun 1999), tentunya agar situs tetap update, konten terus bertambah, dan tidak hilang dari peredaran. Hampir tak terpikirkan soal melindungi konten dengan hak cipta atau lisensi. Pasang surut pemeliharaan situs ini masih berlanjut sampai hari ini, di era blog dan web 2.0, dengan jumlah situs yang harus di-maintenance yang terus bertambah, sehingga beberapa situs jadi terlantar dan berstatus ‘frozen’.

Salah satu situs yang berstatus frozen adalah situs personal di GeoCities yang tidak diperbarui sejak 2005, dan seluruh kontennya telah dipindahkan ke situs baru. Sejak itu, situs lama tidak lagi dipedulikan. Maka, bisa dibayangkan kagetnya Penulis kala menemukan situs lama Penulis telah dikopi seluruh isinya (hanya diganti judul, footer, dan foto di halaman depan) pada alamat ini (halaman depan hanya bertahan 10 detik sebelum masuk ke halaman lain). Source codenya, termasuk meta refresh 10 detiknya masih bertahan, yang berarti versi terakhir situs ini yang diambil. Nama pemilik situsnya pun diganti menjadi Indah Dewi Permatasari (!).

Jika dilacak ke alamat top domainnya, maka situs ini tak lebih situs yang berusaha menarik pengunjung dengan tawaran-tawaran serbagratis. Situs hasil copy-paste itu dimasukkan dalam link “Dapatkan Tips dan Trik Komputer Gratis”.

Situs Hasil Fotokopi Itu

Situs Hasil Fotokopi Itu

Memang ini bukan pertama kalinya Penulis menghadapi hal semacam ini. Artikel Penulis tentang Daftar Distro Linux Indonesia minimal dua kali (ketahuan) dikutip di blog lain tanpa menyebut sumber aslinya. Dengan sopan Penulis mengingatkan hal ini di bagian komentar. Toh, pada dasarnya tidak ada yang melarang pengutipan satu artikel, apalagi di era digital yang serba cepat, asal sumbernya tetap dicantumkan. Kalau satu situs (desain, kode, dan kontennya) yang dikopi, bagaimana menyikapinya? Ada usul?

2 pemikiran pada “Copy and Paste

  1. wah, harus dimarahin itu si indah…aku yakin itu yg bikin namanya bukan indah dewi permatasari, dipilih nama yg bagus & dikasi foto cewek kempling biar cowok2 kesengsem & tertarik dgn tawaran2nya..:D
    dunia cyber dgn segala kemudahan & keleluasaannya akhirnya menimbulkan masalah2 moral baru..peniruan, copycat, plagiat dll sedemikian mudahnya dilakukan, begitu seringnya ditemukan sampai2 akhirnya orangnya tdk merasakan bahwa itu sesuatu yg salah, yg jahat, yg keji..masalahnya dunia cyber yg berkembang sangat pesat secara ekspponensial ini tidak mungkin dihambat, dia lahir tanpa ada pihak sanggup memantau, mengatur dan memelihara…lha wong di dunia nyata yg ada pengaturnya saja peniruan sudah seperti itu, apalagi di dunia cyber..:D

  2. Sebenarnya kode etik penulis (online maupun offline) adalah mencantumkan sumber tulisan/artikel asli yang dia ambil. Hal ini menunjukkan penghargaan pada penulis asli dan juga tanggung jawab secara ilmiah. Di dunia internet adalah berupa pencantuman link pada sumber aslinya. Ini salah satu kriteria sebuah tulisan bisa dinilai ilmiah, yaitu jelas sumber sebagai rujukannya.
    Bila hal ini tidak dilakukan, maka berarti si plagiat tidak menghargai penulis aslinya. Dan bila kemudian ada efek dari tulisan itu, maka dia harus mempertanggungjawabkan secara pribadi.
    Namun bila yang dicopy-paste adalah seluruh artikel berarti si penulis sebenarnya tidak punya apa-apa bahkan tidak punya usaha.
    Lain bila menterjemahkan sebuah artikel, misalnya dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Berarti si pengcopy telah melakukan usaha (yaitu menterjemahkan walaupun dia memakai software). Inipun etikanya tetap mencantumkan sumber aslinya atau memberi link.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s