Linux on Every Desktop/Laptop? Yes, We Can!

Mungkin terdengar hiperbolik, namun bukan berarti mustahil. Sejak sepuluh tahun yang lalu kita mendengar jargon tentang Linux, yang akan menumbangkan hegemoni Microsoft dan Windows di PC desktop. Sekarang, mungkin banyak yang menertawakannya. Windows masih berjaya, bahkan Apple terdengar lebih keren (meskipun mahalnya minta ampun). Linux hanya terdengar di server, dan sejauh ini yang menderita justru adalah Sun Microsystems.

Kehadiran netbook, yang diinspirasi program OLPC (One Laptop Per Child) mula-mula membangkitkan harapan kejayaan Linux. Faktor harga murah dan teknologi open source yang mudah disesuaikan menjadi alasan utama. Namun kini kita bisa melihat bahwa pangsa pasar netbook kembali dikuasai Microsoft, yang mengobral Windows XP yang sebenarnya sudah mau dimuseumkan. Bisa dibayangkan berapa margin keuntungan Microsoft dari harga netbook yang hanya berkisar US$400 – 500 itu?

Di platform lain, seperti PDA dan telepon selular (handphone), Linux masih menjadi anak bawang. PalmOS, Symbian, dan Windows Mobile masih menguasai sektor ini. Belakangan, Apple mulai menggebrak dengan iPhone-nya, dan Google dengan platform Androidnya. Beberapa perangkat mobile berbasis Linux seperti Sharp Zaurus, Motorola seri A dan ROKR (E2) pun bukan produk yang menonjol.

Lalu, di manakah tempat Linux? Sebuah trend baru di kalangan vendor IT akan mengubah cara pandang kita terhadap Linux. DIkenal dengan teknologi “Instant-On” atau “Splashtop”, yang memungkinkan sebuah laptop booting lebi cepat untuk menjalankan aplikasi internet dan multimedia tanpa harus memuat sistem operasi dari harddisk. Secara simpel, teknologi ini memuat sistem Linux dalam Read-Only Memory sehingga memungkinkan startup yang lebih cepat, diklaim sekitar 5 detik saja, mirip dengan era PC-XT dulu saat kita menyalakan komputer tanpa disket sistem operasi dan PC akan menjalankan program BasicA.

Sistem ini diklaim bebas virus dan malware lainnya karena read-only, dan bisa dijalankan paralel dengan sistem operasi lain seperti Windows. Pemilihan Linux tentunya berdasarkan pertimbangan kinerja, fleksibilitas, dukungan hardware dan software, dan tentunya ketersediaan kode sumber (source code). Dell, Lenovo, dan Asus dikabarkan akan menerapkan teknologi ini di produk-produknya, seperti laptop dan motherboard. Jadi, apapun laptopnya, ada Linux di dalamnya!

2 pemikiran pada “Linux on Every Desktop/Laptop? Yes, We Can!

  1. Wah..setubuh eh, setuju banget kalo tiap laptop yg dijual langsung disertai linux…tapi sekaligus dikasi partisi cadangan utk tempat O/S lain (windows dll), biar kalo dipasangi windows, linuxnya masih idup..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s