Siapkah Anda Dizalimi?

Karena konon, doa orang teraniaya (dizalimi) itu manjur, dan hampir pasti terkabul. Bahkan, tokoh-tokoh ‘teraniaya’ berturut-turut terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia. Para pemenang kontes ‘reality show’ di televisi ada yang terpilih berkat latar belakangnya yang kurang beruntung. Jadi, pertanyaannya seharusnya adala: maukah Anda dianiaya (dizalimi)? Dalam satu anekdot, seorang bijak mengirim makanan kepada orang yang menjelek-jelekkannya karena kebaikan orang itu akan berpindah kepadanya, sebaliknya kejelekannya berpindah ke orang tersebut.

Bagi mereka yang hanya berorientasi hasil, mungkin saja akan segera menganggukkan kepala. Jangankan dianiaya, jalan apapun agar berhasil, terkenal, dan ternama akan ditempuh. Masih ingat dengan para bintang instan ala reality show tadi? Yang begitu cepat terkenal namun cepat pula dilupakan? Yang tersisa hanya cerita pilu saat mereka kembali teraniaya da entah kapan akan kembali terangkat.

Tentu saja, bagi yang memahami secara keseluruhan, yang berorientasi proses, akan tahu lebih banyak. Dalam proses teraniaya itu, seseorang akan belajar untuk menyikapinya dengan positif. Bagaimana mereka melewati proses inilah yang akan menjadikan mereka lebih baik, dan dengan sendirinya siap menerima apapun yang akan terjadi nanti. Sebaik atau seburuk apapun itu. Tidak ada yang berharap untuk dianiaya, namun bagaimana kita menyikapi bukan hanya penderitaan, juga keberhasilan itulah yang lebih menentukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s