Berapakah Harga Proyek/Software Open Source?

Kebanyakan orang di Indonesia mungkin akan menjawab nol, gratis, atau tidak ada harganya. Dalam konteks yang agak berbeda, ada yang ‘melecehkan’ penggunaan software open source dalam proyek-proyek bernilai miliaran rupiah. Penggunaan software ‘gratisan’ ini dianggap tidak layak dan kecurigaan dana proyek lebih banyak dikorupsi pun mengemuka. Saat satu situs berita menyiarkan kelemahan di salah satu software open source yang populer digunakan sebagai engine situs web (CMS), komentar yang masuk, anehnya, banyak yang menyoroti banyaknya software itu digunakan di proyek pemerintah. Nadanya pun sangat negatif, bahwa software open source yang gratisan itu tak pantas digunakan di proyek bernilai miliaran karena dianggap bermutu rendah dan banyak mengandung kelemahan.

Terlepas dari masalah korupsi yang sudah menjadi rahasia umum, ada dua hal yang patut digarisbawahi. Pertama: benarkah software open source yang gratisan ini tidak layak dihargai miliaran rupiah? Kedua: berpakah harga yang panatas untuk sebuah proyek/software open source?

Hidup di negara yang menderita kesenjangan digital dan lebih puas sebagai pemakai teknologi, bukan pencipta, wajar saja jika fenomena open source hanya dianggap sebatas software gratisan. Kurangnya penghargaan terhadap hak cipta dan kekayaan intelektual yang menyuburkan praktik pembajakan di Indonesia membuat software dianggap tidak ada harganya. Jika software komersial yang aslinya berharga ratusan dollar dianggap tidak ada harganya apalagi yang jelas-jelas gratisan, mungkin dianggap murahan dan tidak layak menjadi software.

Dari sudut pandang lain, ada yang berkomentar bahwa dengan nilai proyek yang miliaran, tidak pantas jika menggunakan software open source yang gratisan (dan murahan itu). Seharusnya, dengan modal miliaran rupiah pemenang proyek bisa mengembangkan softwarenya sendiri dari awal.

Penulis tidak tahu, apakah para komentator itu pernah melaksanakan proyek pemerintah. Dana miliaran rupiah untuk sebuah proyek itu sejatinya tidak semuanya bisa digunakan. Apalagi untuk sebuah proyek yang kompleks seperti website. Apabila mencakup hardware dan maintenance, dana miliaran rupiah pun akan terasa pas-pasan. Alokasi untuk software biasanya hanya belasan sampai puluhan juta saja, itu pun biasanya di-outsource-kan. Selain itu, banyaknya potongan resmi dan tak resmi di sana-sini membuat dana riil untuk pengerjaan proyek menjadi jauh dari nilai totalnya.

Di sisi lain, software open source, apalagi yang populer, sesungguhnya jauh dari yang dibayangkan masyarakat umum. Jika Anda mengembangkan software dari awal, paling banter hanya dikerjakan beberapa programer, yang kurang layak untuk durasi proyek yang terbatas. Sebuah software open source yang populer dikerjakan oleh ratusan sampai ribuan programer di seluruh dunia, sebagian di antaranya programer profesional yang bekerja di perusahaan IT terkemuka di dunia. Software tersebut juga relatif lebih matang dan melalui proses pengujian yang panjang selama bertahun-tahun. Kelemahan software open source cepat dan banyak ditemukan karena penggunanya banyak, sebaliknya juga cepat diperbaiki karena programernya juga banyak. Dukungan untuk software open source juga lebih mudah dibanding tailor-made yang bergantung penuh pada pembuatnya.

Kesimpulannya, dalam sebuah proyek bernilai berapapun, bukan masalah software open source, gratisan, atau murahan ataupun tailor-made (membuat sendiri), namun pemilihan yang tepat untuk proyek yang bersangkutan.

2 pemikiran pada “Berapakah Harga Proyek/Software Open Source?

  1. itulah…orang Indonesia itu tidak tahu tapi merasa tahu…esensi dari open source juga gak paham…payahnya kalo mereka deket dgn media, trus ngomong yg bukan2…
    kedua, penghargaan terhadap hasil karya orang lain disini masih rendah, kalo boleh dibilang hampir tidak ada…apalagi untuk karya2 pikiran seperti software, desain, seni…
    open source sendiri bisa dijadikan jembatan bagi programer muda untuk mengembangkan potensinya, sebelum mereka bisa ‘menjual’ karyanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s