Neverending Schedule

Semula, banyak yang mengira periode kuliah di Bandung ini akan jauh lebih santai dibandingkan di Jogja karena jumlah matakuliah yang lebih sedikit (enam), dan dosennya tetap (di Jogja ada tiga dosen per mata kuliah, dan ada delapan mata kuliah). Belum lagi kuliah yang diberikan dalam Bahasa Indonesia. Namun ternyata anggapan itu akhirnya terkubur dalam dengan kenyataan berikut: ada jadawal Les Bahasa Jerman dua kali seminggu empat jam per pertemuan, untuk dua kelompok, yang berarti sudah memakan jadwal 16 jam seminggu. Kemudian ada kegiatan seperti kursus dan seminar minggu kemarin (30 Juni – 2 Juli). Belum lagi, dosen-dosen yang sedang laris-larisnya menyumangkan jasa untuk dunia pertambangan yang sedang naik daun saat ini.

Belum lagi mengingat tradisi di sini yang tidak mengoordinasi pelaksanaan UTS secara bersamaan. Akibatnya, rentang jarak antara UTS satu mata kuliah dan yang lain terentang sampai hampir sebulan. Parahnya, beberapa teman kami terserang penyakit mulai lupa (jadwal), sampai yang sakit beneran. SIstem informasi penjadwalan pun semakin melantur, sampai Penulis pun menjadi korban Jumat kemarin. Ya, bahkan hidup di ketidakpastian menjadi tidak terlalu menarik sekarang. Just wait for the judgment day now…

Satu pemikiran pada “Neverending Schedule

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s