Don’t Change Your Work (on Your ID)

Mungkin memang hanya kebetulan, bahwa Penulis berganti pekerjaan segera setelah memperpanjang KTP. Saat memperpanjang KTP, Penulis masih bekerja, sehingga dengan jujurnya menulis "karyawan swasta" sebagai pekerjaan pada form KTP, dan demikian pula yang tercetak. Hanya enam bulan setelah KTP baru keluar, Penulis memperoleh beasiswa untuk belajar S2, yang mencakup kuliah di luar negeri selama enam bulan. Dengan sendirinya memerlukan paspor. Nah, untuk memperoleh paspor, diperlukan selain KTP, KK, dan Akte Kelahiran juga dibutuhkan rekomendasi dari atasan atau penanggung jawab kepentingan pembuatan paspor. Yang mau liburan, ya dari biro perjalanannya, yang dinas dari kepala kantornya, yang swasta dari direkturnya, dan mahasiswa dari kepala jurusannya. Masalah terjadi karena pekerjaan pada KTP (yang masih berlaku sampai lima tahun ke depan) masih tercantum karyawan swasta, sedang keperluan membuat paspor adalah untuk studi (rekomendasi dari kepala program studi sudah terlampir…akhirnya). Di lain pihak, status karyawan sudah dilepaskan karena memang tidak bisa dirangkap (memangnya PNS, bisa tugas belajar segala…). Toh, akhirnya sedikit diakali dengan membuat surat pernyataan bermaterai (mula-mula sempat disarankan meminta surat dari kelurahan). Dan niat untuk menjadi warga negara yang baik dengan mengurus paspor tanpa perantara pun melayang sudah…

(Tips: One point for wiraswasta…Anda tak akan dimintai rekomendasi kalau bikin paspor)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s