Guardian Angels

Kemarin, saat menunggu bus di halte, tiba-tiba seorang pria mendatangi saya. Dengan agak terbata-bata, ia mengeluh kehabisan ongkos pulang dan meminta uang untuk ongkos bus ke kampung rambutan. Setelah saya berikan uang ala kadarnya, ia pun berlalu. Tak berapa lama, orang yang sedang menunggu bus juga di samping saya menegur, menanyakan apa yang dilakukan pria tadi. Setelah saya ceritakan, ia mengatakan bahwa tindakan saya itu bagus, terlepas dari apa yang dikatakan orang tadi. Kalau dia jujur, berarti saya menolongnya, kalau dia bohong, maka dia yang menanggung dosanya. Saya hanya tersenyum, namun tiba-tiba orang lain di sebelah saya gantian menanyakan hal yang sama. Kali ini komentarnya lain, ia berkata bahwa orang yang meminta tadi sudah sering melakukannya, dan lain kali saya tidak usah menggubris permintaannya. Sambil memikirkan dua pendapat tadi, saya menyaksikan orang yang meminta tadi naik ke bus jurusan Kampung Rambutan, sambil tersenyum-senyum sendiri. Dalam film-film atau komik sering dilukiskan pertentangan dalam diri manusia saat mengambil keputusan dilambangkan dengan dua malaikat (atau malaikat dan setan?) di sebelah kiri dan kanannya, saling berdebat tentang baik buruk suatu tindakan. Saya hanya menyayangkan karena uang yang saya berikan sebenarnya belum cukup untuk ongkos bus yang ia naiki…

Satu pemikiran pada “Guardian Angels

  1. Ping balik: The Guardian Angels (3 – The Final Trilogy) « ad-12 Labs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s