Besar dan Kecil

Yang dimaksud di sini adalah mayoritas dan minoritas, sebenarnya. Hari ini, terasa sekali betapa relatifnya kedua kata itu. Satu saat kita masuk mayoritas, di saat lain kita menjadi minoritas. Tentu ini bukan mengeluh karena harus berangkat salat Jumat sendirian dari kantor, hanya mengingatkan pada saat bekerja pertama kali dulu. Sebagai penjaga warnet yang kru dan pengunjungnya sebagian besar ‘noni’, perasaan sebagai minoritas sangat terasa. Waktu itu hari Natal dan Lebaran hanya berselisih kurang dari seminggu. Saat Natal, Penulis bersama seorang rekan bertanggung jawab menjaga warnet yang tetap buka (24 jam). Sekarang, Penulis kembali menemui lingkungan yang identik, kali ini menjadi satu-satunya. Hikmahnya, mengunggulkan diri sebagai pemenang karena mayoritas sangatlah naif, karena pengertian mayoritas dan minoritas itu sangatlah relatif. Bisa jadi di sini kita menjadi mayoritas, namun begitu kita melangkah keluar, ke lingkungan lain kita menjadi minoritas, dengan perlakuan yang kurang bersahabat. Alhamdulillah, sejauh ini Penulis belum pernah mendapat perlakuan kurang menyenangkan selama menjadi minoritas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s