Mangan Ora Mangan Kumpul

Kunjungan orang tua, yang jarang-jarang terjadi, seharusnya menjadi salah satu pengobat rindu. Apalagi jika mengingat sangat susah mencari waktu untuk bisa pulang mudik, lagi-lagi harus menunggu cuti lebaran. Kerinduan yang terobati diharapkan bisa memacu semangat kerja, apalagi baru mulai di tempat yang baru.Tapi lain dengan kunjungan orang tua saat libur panjang empat hari kemarin. Hasilnya justru membuat sedikit frustrasi, apa lagi kalau bukan masalah prinsip: jodoh dan rezeki. Karena hdup dan mati di tangan Tuhan, maka dua hal itulah yang menjadi ladang pergulatan. Apa pendapat kalian jika perkerjaan kalian sekarang dianggap sia-sia dan tidak bermasa depan? Sementara mencari pekerjaan tidaklah mudah, apalagi yang fresh graduate di usia 29 tahun. Sejauh ini, pekerjaan-pekerjaan yang Penulis jalani didapat tanpa mengandalkan ijazah, itu cuma menentukan level penggajian dan lebih sebagai sebuah penanda kematangan, bukan gelar kehormatan yang harus dibawa mati. Meskipun Penulis tidak terlalu berminat menjadi wiraswasta, namun pada saatnya nanti, mungkin akan memilih bekerja di luar kantor, alias part-timer/freelancer. Atau paling tidak mengabdi di daerah-daerah, tentunya dengan fokus di IT, khususnya internet/web. Entahlah…pekerjaan yang baru ibaratnya masih belum mantap, namun motivasi mulai digerogoti, belum lagi pressure yang cukup berat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s