Quick and Dirty Solution for Website: An Introduction

Blog ini ditulis berkaitan dengan bekas profesi yang pernah saya jalani dan minat yang menyesatkan saya dari keilmuan teknik industri ke dunia IT. Sejak pertama mengenal internet, minat saya selain mengoleksi barang gratisan dari internet adalah membuat situs web sendiri. Pernah dalam sebuah sesi di warnet saya menghabiskan waktu satu jam untuk browsing dan dua jam untuk membuat halaman web pertama saya, sebuah bookmark yang maunya menyaingi Yahoo!. Karena belum bisa menggunakan fasilitas upload di Netscape, situs itu tak pernah online. Barulah pada bulan April 1999 (?), situs pertama karya Penulis, Lawnosta Online mulai gentayangan di internet. Sebuah situs lima halaman yang dibuat dengan Microsoft Word ’97, dan ditempatkan di server gratisan FreeServers, yang hebatnya (!) masih online sampai hari ini tanpa terputus. Situs kedua karya Penulis adalah Berdikari Metal and Engineering, lima halaman (made by Dreamweaver) dan juga masih online sampai sekarang.

Pada perkembangannya, membuat website sendiri (atau tepatnya web presence) sekarang semakin mudah. Nggak bisa bikin desain web, ada template atau cukup pakai blog gratisan yang banyak ditawarkan. Sampai-sampai ada slang, “Hari gini nggak punya blog…?” Di sisi lain, untuk membuat situs web yang secanggih portal bisa dilakukan hanya dengan memasang paket CMS yang sebagian besar gratis, dan di sebagian layanan hosting bisa dipasang langsung menggunakan fantastico. Kurang apalagi coba? Sampai-sampai Penulis sampai saat ini punya tak kurang 13 website dan blog, semuanya gratisan.

Mulai bulan ini, Penulis nampaknya akan bergeser profesi dari desainer web dan grafis ke trainer dan programer (Java). Meski kemungkinan masih akan terpakai keilmuan desain web (untuk web development), yang jelas keilmuan desain web akan kembali bergeser ke hobi seperti dahulu. Untuk itulah blog ini ditulis sebagai komitmen terhadap desain web yang dalam konteks Penulis dituntut semakin cepat (quick), sehingga memerlukan solusi yang cepat pula. Solusi yang disebut Quick and Dirty, atau dalam konteks pembangunan nasional, adalah teknologi tepat guna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s