All’s Well that Ends Well

Akhirnya, semua pun diselesaikan. Anda bisa bayangkan kalau di sebuah perusahaan, tiap orang punya persepsi yang berbeda tentang diri Anda? Yang satu mengira Anda resign, yang satu mengira Anda izin, yang lain lagi mengira Anda melakukan kedua-duanya. Sebenarnya Penulis tidak melakukan keduanya, simply reject extended transfer, pergi ke tempat lain, dan melanjutkan hidup. Pamit hanyalah lip service, lebih merupakan upaya menagih gaji terakhir saja. Yang dilakukan (secara tidak sengaja) adalah menimbulkan reaksi dan (sedikit) keributan di perusahaan yang lama, yang ternyata hasilnya cukup menggelikan seperti di atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s