Halteku Sayang Halteku Malang

Bagi yang tinggal di Jakarta dan sering melintasi jalan-jalan protokol di Jakarta, terutama Jalan Sudirman-Thamrin, pernahkan Anda mengamati halte-halte bus yang berturutan di sepanjang jalan? Pernahkah Anda mengamati bentuknya yang "irit" habis, hanya berupa naungan dua bagian, satu bagian mampunyai bagian untuk duduk, itu pun tidak seberapa. Dan bagi mereka yang sering, atau mungkin setiap hari melewati jalan-jalan tersebut, tentu tahu trasformasi yang terjadi pada halte-halte tersebut sebelumnya. Halte bentuk sebelumnya tentu saja lebih "perkasa" dengan konstruksi yang lebh kokoh, lebih besar dan tempat duduk yang lebih lega dan nyaman. Entah mengapa perubahan itu dilakukan, mencegah penyalahgunaan halte, mengusir penumpang bus (supaya naik busway yang haltenya jauh lebih nyaman) atau sekadar "mroyek"? I wonder why…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s