Dilema E-Mail (Gratis, Dinas, Bayar…?)

Pertama kali akses internet, identitas yang wajib dimiliki adalah e-mail, untunglah berkat kehadiran HotMail, banyak layanan e-mail gratis di internet. Waktu booming internet menjelang tahun 2000 dulu layanan gratis, termasuk e-mail, bertebaran di internet. Gara-gara berprofesi sebagai penjaga warnet, (hampir) semua provider e-mail disikat sehingga bisa mengoleksi puluhan alamat e-mail. Sejarah bicara, internet bubble meledak, profesi penjaga warnet ditinggalkan (kembali sekolah), satu per satu provider e-mail gratis gulung tikar (atau mulai menagih bayaran). Yang masih gratis pun dengan cueknya menganggap akun nonaktif sudah tidak diperlukan lagi (HotMail, Plasa) dan dengan entengnya menghapus semua e-mail di mailbox. Celaka 13!

Sekarang, setelah bekerja dan punya e-mail bisnis (kantor), provider e-mail gratis mulai bangkit gara-gara kehadiran Gmail. Kapasitas mailbox pun menggelembung ke tingkat gigabyte. Dan kebiasaan lama pun kambuh, kali ini mencari provider e-mail (gratis) dengan mailbox sebesar-besarnya. Namun, pernah Anda terpikir saat Anda mendaftar layanan e-mail gratis, dan suatu saat Anda lupa password. Biasanya Anda diminta memasukkan akun e-mail lain untuk mengirimkan password itu. Namun, apa yang terjadi kalau alamat e-mail yang Anda daftarkan itu sudah nonaktif ? Punya e-mail kantor, bahkan e-mail pribadi (dari ISP) pun tidak menjamin karena Anda bisa pindah kerja dann ISP sewaktu-waktu.

Itulah yang penulis alami baru-baru ini ketika SpyMac meminta verifikasi akun e-mail untuk mendapat fasilitas hosting gratis. Untuk login ke situs SpyMac dibutuhkan bukan hanya e-mail, namun juga kode yang terdiri atas tiga gambar yang harus dipilih dari delapan gambar dengan urutan tertentu. Penulis selalu dapat mengingat password, namun gagal mengingat kode gambar, bahkan tidak ingat apakah pernah membuatnya atau tidak. Saat meminta password di-reset, ternyata alamat e-mail yang digunakan sudah tidak valid (providernya gulung tikar). Saat mencoba menghubungi technical support SpyMac, penulis diminta menuliskan 2 dari 7 pilihan informasi untuk mengonfirmasi jatidiri, berupa data-data pribadi. Celakanya, penulis sudah tidak ingat lagi data-data yang digunakan untuk mendaftar, karena dalam lima tahun terakhir penulis sudah berpindah-pindah dari Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan akhirnya Jakarta (tepatnya Bekasi), sehingga dengan setengah PD penulis menuliskan info yag masih dapat diingat. Mudah-mudahan sih berhasil, kalau gagal ya terpaksa mendaftar lagi (sayang banget karena usernamenya bagus….;~). Still cross my fingers…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s