Argo…Whatever!

Pulang ke Jakarta pada Minggu sore dari Semarang, penulis mengharapkan kereta Argo (Muria) yang saa dengan yang ditumpangi saat berangkat Jumat sore yang lalu. Karena kereta berangkat pukul 16.00, Penulis tiba di stasiun pukul 15.45 WIB. Namun, yang dijumpai di peron stasiun adalah rangkaian kereta berjudul Argo (Bromo/Anggrek), yang tidak semua pintunya terbuka. Setelah memastikan bahwa inilah kereta Argo (Muria) yang seharusnya berangkat jam 16.00, kami pun naik dari gerbong sebelah (karena pintu tidak terbuka). Di dalam gerbong, suasana gelap dan muram (lampu dan AC tidak menyala). Setengah cemas, Penulis pun duduk di bangku yang sesuai dengan karcis. Pukul 16.00, terdengar pengumuman bahwa kereta tidak tidapat diberangkatka karena kerusakan genset. Setengah curiga, Penulis teringat bahwa Kereta Argo (Bromo/Anggrek) seharusnya berangkat dari Semarang (setelah tiba dari Surabaya) pukul 12.00. Mungkin gensetnya rusak, sehingga penumpangnya (dengan sengaja) disuruh naik kereta Argo (Muria) yang seharusnya kami tumpangi. Semoga saja gensetnya tidak rusak dalam perjalanan Surabaya-Semarang sehingga penumpangnya serasa naik Argo…whatever!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s