Alah Bisa Karena Terpaksa…?

Pernahkah Anda membayangkan atau mengalami hal seperti pada judul. Sekarang bayangkan Anda di masa SD dulu, apa yang Anda cita-citakan, dan bagaimana kenyataannya sekarang. Lebih dekat lago, waktu Anda kuliah, jurusan Apa yang Anda ambil dan kecocokannya dengan profesi yang sekarang Anda jalani. Ada kemungkinan profesi yang And geluti sekarang ini berlawanan dengan yang Anda cita-citakan waktu SD (karena Anda masih terlalu naif) dan yang Anda pelajari waktu kuliah. Artinya Apa yang Anda kerjakan kini berasal dari keterpaksaan profesi Anda. Seorang insinyur yang bekerja di bank, akan terpaksa menekuni akuntansi, membuat laporan keuangan, dan lain-lain. Sekarang, kitra berpikir lebih jauh lagi, saat Anda bekerja di profesi yang kira-kira Anda kuasai, namun pada suatu saat Anda terpaksa mengerjakan sesuatu yang tidak Anda kuasai secara default. Penulis, yang hanya berkualifikasi desainer web (HTML) ‘dilantik’ menjadi graphic designer saat masuk, kemudian ‘dipaksa’  menekuni CMS Mambo, dan akhir-akhir ini harus mengerjakan animasi Flash. Hasilnya? tidak terlalu mengecewakan. Setidaknya keterampilan ber-mambo Penulis sudah bisa dikomersialkan, meskipun untuk menguasai Flash diperlukan waktu dan ketahanan. Jadi, alah biasa karena terpaksa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s