Revenge of the Sith

Episode ketiga dari Star Wars ini cukup menyilaukan pada awalnya, seperti episode-episode lain. Superb special effect, sound effect yang menggelegar dan pertarungan pedang satu lawan satu (atau dua) yang biasa membuat pusing saking cepatnya. Banyak yang akan bertanya-tanya mengapa Anakin Skywalker begitu mudah menyerah pada sisi gelap, apakah semata-mata karena mengkhawatirkan istrinya, kekecewaan pada Dewan Jedi, atau karena pakemnya sudah begitu. Sebgaimana banyak yang komplain mengapa Padme Amidala yang cantik dan pintar itu mau-maunya jatuh cinta pada Anakin yang kau dan nggak romantis (gara-gara skenario). Secara keseluruhan, inilah puncak dari Star Wars, sebuah tragedi kemanusiaan saat seorang hero (the chosen one, the matrix anyone?) yang dalam sekejap berubah menjadi musuh yang paling ditakuti di seluruh galaksi, tentang perdamaian yang sangat tipis bedanya dengan tirani, dan bahwa takdir memang kejam (dalam konteks galaksi nun jauh di sana). Para fans yang sebagian belum lahir saat film ini pertama kali dibuat bakal puas, apalagi sang kreator George Lucas yang tinggal menghitung laba sambil menimbang-nimbang untuk membuat seri 7 – 9 (?). Saya sendiri lebih ingin menyaksikan episode 3,5 untuk menyambung periode antara episode 3 dan 4, yang menceritakan tentang Han Solo dan Lando Calrissian, di samping masa kecil Luke dan Leia, dan mungkin juga menjelaskan mengapa Darth Vader gagal mencari anaknya sendiri, yang salah satunya disembunyikan di kampung halamannya sendiri (!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s