Apache OpenOffice 3.4 Dirilis, Perang Free Office Suite Dimulai?

Setelah hampir setahun sejak penyerahan kendali OpenOffice.org ke tangan Apache Software Foundation, (ASF) akhirnya rilis pertama versi OpenOffice.org dari Apache, dengan nama resmi Apache OpenOffice versi 3.4 dilakukan pada 8 Mei 2012. Apache Software Foundation menerima OpenOffice.org dari Oracle, yang mendapatkannya dari hasil akuisisi Sun Microsystems setelah terjadinya friksi di kalangan para pengembang di luar Oracle atas kebijakan dan arah pengembangan OpenOffice.org ke depan. Sejumlah besar pengembang OpenOffice.org kemudian membentuk The Document Foundation yang merilis fork OpenOffice.org bernama LibreOffice. Sejak setahun belakangan ini, LibreOffice mulai ‘mengambil alih’ posisi OpenOffice.org sebagai pilihan utama aplikasi office suite di distro-distro Linux. Namun kini, OpenOffice.org telah kembali dengan nama baru dan peta jalan yang jelas untuk pengembangan ke depan. Namun apakah ini cukup untuk ‘merebut’ kembali posisi terdepan di kategori office suite open source?

Logo (baru) Apache OpenOffice
Logo (baru) Apache OpenOffice

Tentunya tidak semudah itu, apalagi LibreOffice sudah “mencuri start” terlebih dahulu saat ASF sibuk berkonsolidasi mengadopsi kode OpenOffice.org ke dalam ekosistemnya. Belum lagi, tambahan donasi dari IBM berupa kode dari office suite Lotus Symphony, yang berbasis OpenOffice.org dan Eclipse. Namun demikian, ada beberapa hal yang bisa dilihat sebagai keuntungan bagi Apache OpenOffice. Pertama, brand OpenOffice (sekarang tanpa .org) lebih dikenal, terutama di luar pengguna Linux, dan juga dipandang lebih “menjual” dibandingkan nama LibreOffice yang bagi sebagian orang dirasa kurang familiar. Kedua, lisensi Apache yang disebut APL (Apache Public License) dipandang lebih bebas dibandingkan lisensi LibreOffice (LGPL), sehingga kalangan bisnis akan lebih bisa menerima OpenOffice dibandingkan LibreOffice. Apalagi, dukungan dari Oracle dan IBM (yang akan merilis versi baru IBM Lotus Symphony berbasis Apache OpenOffice) juga menambah kredibilitas Apache OpenOffice di kalangan bisnis. Pada akhirnya, penggunalah yang akan menentukan pilihan mana yang akan diambil, toh keduanya bisa didapatkan dan digunakan secara bebas.

About these ads

One thought on “Apache OpenOffice 3.4 Dirilis, Perang Free Office Suite Dimulai?”

  1. Untuk mencegah Linux mengikuti jejak Unix yang terpecah dalam beberapa versi yang inkompatibel satu sama lain, Free Standards Group didirikan untuk membuat suatu standar Linux (Free Standard Group – seperti ILC – telah digabungkan dengan Linux Foundation ). Pada Desember 2000, IBM mengumumkan untuk menginvestasikan 1 milyar dollar ke Linux.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s